Tuberkulosis resisten obat (TB RO) menjadi ancaman terhadap pengendalian TB RO dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama nomor 2 didunia. Metode:Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif menggunakan metode retrospektif dari register (Rekam Medik) yaitu peneliti berusaha melihat kebelakang mengumpulkan data primer yang di dapat langsung dari tempat peneliti dengan pengambilan data jenis kelamin, usia, berat badan, tekanan darah, peresepan obat OAT dan non-OAT, penyakit kronis lain pasien TB RO di RSUD Brebes bulan April 2023. Pasien TB RO paling banyak ditemukan berjenis kelamin laki-laki (54,7%) dan pada kelompok usia produktif 60-85 tahun (41,5%), berat badan 41-55 49,06% ,tekanan darah 140-159 mmHg 39,6%, peresepan obat OAT terbanyak sikloserin 28,3% dan non-OAT Aminophylin sebanyak 39,62%, penyakit kronis lain ditemukan HIV sebanyak 20,8% pasien TB RO di RSUD Brebes bulan April 2023. Penyakit penyerta paling banyak dialami adalah gangguan gastrointestinal diikuti dengan atrhalgia serta neuropati perifer sedangkan paling jarang ditemukan adalah penyakit penyerta SGPT atau liver.Waktu kemunculan efek samping banyak terjadi pada tahap awal yaitu hari pertama. Terdapat pasien laki-laki paling banyak terdiagnosa TB RO sebanyak 29 pasien dengan penyakit penyerta kronis yang ditemukan adalah HIV dan Secara umum pola pengobatan TB RO pada pasien di RSUD Brebes bulan April 2023 belum sepenuhnya sesuai standar penanganan TB RO menurut RSUSD Brebes, jika ditinjau dari penegakan diagnosis, penggunaan jenis dan paduan obat anti tuberkulosis, cara pemberian dan dosis obat.