Moch. Luqman Ashari
Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Ulang Tata Letak dan Kebutuhan Apar Pada Pabrik Karung Plastik Ayomi Nur Laili; Moch. Luqman Ashari; Fiqih Kurniasandy; Syeida Rusyda Bariroh
IJESPG (International Journal of Engineering, Economic, Social Politic and Government) Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : IJESPG (International Journal of Engineering, Economic, Social Politic and Government)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26638/ijespg.v1i3.32

Abstract

Abstract This study discusses the re-planning of the layout of Light Fire Extinguishers (APAR) in plastic sack factories with the aim of increasing effectiveness and efficiency in dealing with fire risks. Availability of proper fire extinguishers and optimal layout is very important in maintaining security and safety in the plastic sack factory environment. This study uses a field survey method to understand the condition of the plastic sack factory and analyze the risk of fire that might occur. Factors such as accessibility, mileage, number and type of fire extinguishers needed, as well as safety regulations and standards are considered in planning a more efficient fire extinguisher layout. The results of this study provide concrete and implementable recommendations regarding re-planning the layout of fire extinguishers at plastic sack factories. This recommendation is expected to assist plastic bag factory managers in increasing the level of security and preparedness in dealing with the risk of fire. It is hoped that the implementation of this fire extinguisher layout re-planning will strengthen the safety system of the plastic sack factory and reduce potential losses due to fire. This research can also be the basis for further research in the field of APAR layout planning in other industries that have similar fire risks. Abstrak Penelitian ini membahas tentang perencanaan ulang tata letak Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada pabrik karung plastik dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menghadapi risiko kebakaran. Ketersediaan APAR yang tepat dan tata letak yang optimal sangat penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan pabrik karung plastik. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan untuk memahami kondisi pabrik karung plastik dan analisis risiko kebakaran yang mungkin terjadi. Faktor-faktor seperti aksesibilitas, jarak tempuh, jumlah dan jenis APAR yang diperlukan, serta regulasi dan standar keamanan dipertimbangkan dalam merencanakan tata letak APAR yang lebih efisien. Hasil dari penelitian ini memberikan rekomendasi konkret dan implementatif mengenai perencanaan ulang tata letak APAR pada pabrik karung plastik. Rekomendasi ini diharapkan dapat membantu para pengelola pabrik karung plastik dalam meningkatkan tingkat keamanan dan kesiapan dalam menghadapi risiko kebakaran. Diharapkan bahwa implementasi perencanaan ulang tata letak APAR ini akan memperkuat sistem keamanan pabrik karung plastik dan mengurangi potensi kerugian akibat kebakaran. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang perencanaan tata letak APAR di industri-industri lain yang memiliki risiko kebakaran serupa. Kata kunci: APAR, risiko kebakaran, pabrik karung plastik
PENINGKATAN KAPASITAS MITIGASI BENCANA KEBAKARAN KOMUNITAS MELALUI SOSIALISASI, EDUKASI DAN PELATIHAN PRAKTIS PENGGUNAAN APAR Mades Darul Khairansyah; Wibowo Arninputranto; Moch. Luqman Ashari; Arief Subekti; Imam Mahfudzi; Aulia Nadia Rachmat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38003

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan bencana tinggi, di mana kebakaran hutan, lahan, dan permukiman sering terjadi, diperparah oleh tata letak permukiman yang tidak terencana di banyak wilayah. Kurangnya kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor yang memperbesar dampak kerugian. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan bersama Mahasiswa Program Studi D4 Teknik Keselamatan dan Kesetan Kerja Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunitas dalam mitigasi bencana kebakaran melalui pendekatan holistik yang mencakup sosialisasi, edukasi dan pelatihan praktis yang didukung oleh Pemerintah Desa Mojorejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Fokus utama adalah pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pencegahan kebakaran, serta pembekalan keterampilan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan untuk respons awal yang efektif. Hasil evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada 95% peserta. Selain itu, kegiatan ini dinilai terlaksana dengan sangat baik, di mana 73,3% responden menyatakan sangat setuju dan 26,7% menyatakan setuju terhadap kualitas penyelenggaraan program. Efektivitas program ini membuktikan bahwa sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman serta memiliki ketahanan tinggi terhadap risiko kebakaran.Abstract: Indonesia is a country with high disaster vulnerability, where forest, land, and residential fires frequently occur, exacerbated by unplanned residential layouts in many regions. A lack of community preparedness remains a factor that amplifies the impact of losses. This community service activity, conducted in collaboration with the Student of the Occupational Health and Safety Engineering Study Program at the Shipbuilding Institute of Polytechnic Surabaya, aims to enhance community capacity in fire disaster mitigation. The program employs a holistic approach encompassing socialization, education, and practical training, supported by the Mojorejo Village Government, Gondang District, Mojokerto Regency. The primary focus is on increasing public awareness of fire prevention and providing technical skills in using Fire Extinguishers for effective initial response. Evaluation results using pre-test and post-test instruments indicated a 95% increase in participants' understanding. Furthermore, the program was highly well-received, with 73.3% of respondents strongly agreeing and 26.7% agreeing that the community service activity was well-implemented. The effectiveness of this program underscores that multi-stakeholder synergy is key to creating a safe environment with high resilience against fire risks.