Kesia Endah Setiani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model TGT Berbantu Media Kotak Pancasila Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Sekolah Dasar Sofkhatun Alikhoh Farkhah; Aris Kukuh Prasetyo; Kesia Endah Setiani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2023): :Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v5i2.1106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan menggunakan model Teams Games Tournament (TGT) berbantu media kotak Pancasila kelas II SD Negeri Blotongan 02, Salatiga. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTKK), menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi pada setiap siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas II di SD Negeri Blotongan 02, Salatiga yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Indikator keberhasilan adalah ≥75% dari jumlah peserta didik telah mencapai KKM yang ditentukan yaitu 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT berbantu media kotak Pancasila dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II di SD Negeri Blotongan 02, Salatiga. Saat belum diberikan tindakan, nilai pembelajaran Pendidikan Pancasila belajar peserta didik kelas II di SD Negeri Blotongan 02 hanya 7 (35%) peserta didik yang mencapai KKM. Pada kegiatan tindakan siklus I terjadi peningkatan, yaitu sebanyak 12 (60%) peserta didik yang mencapai KKM. Dan pada siklus II sebanyak 17 (85%) berhasil mencapai nilai ketuntasan. Nilai rata-rata hasil belajar dari siklus I dan siklus II juga mengalami peningkatan yaitu dari 70,3 menjadi 82,45.
Implementasi Model Discovery Learning Berbantu Media Wordwall untuk Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Retno Hapsari; Aris Kukuh Prasetyo; Kesia Endah Setiani
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 10 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v10i2.1425

Abstract

Abstract: This research aims to implement the Discovery Learning Model assisted by Wordwall media to improve students' critical thinking skills in science learning in class IVB at SD Negeri Blotongan 02. The research was carried out in two cycles using four steps: planning, implementation, observation, and reflection. The data collection method uses tests and non-tests, and data is analyzed using quantitative methods. The research is considered successful if the average class evaluation score reaches ? 75. The research results show an increase in the average classical student learning 78,12. Hence, the implementation of the Discovery Learning model assisted by Wordwall Media proved to be a viable solution for enhancing students' critical thinking skills. Keywords: critical thinking; discovery learning; wordwall. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model Discovery Learning berbantu media Wordwall untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelaja-ran IPAS di kelas IVB SD Negeri Blotongan 02 dengan subjek sebanyak 17 peserta didik. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Metode pengumpulan data menggunakan data tes dan non-tes, data dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Penelitian dikatakan berhasil jika rata-rata hasil hasil belajar peserta didik mencapai KKM ? 75. Hasil penelitian menunjuk-kan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar peserta didik secara klasikal yaitu 78,12. Se-hingga implementasi model discovery learning berbantu media wordwall dapat dijadikan se-bagai alternaif solusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.Kata kunci: berpikir kritis; discovery learning; wordwall.