Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM Melalui Pendampingan Legalitas Usaha Di Desa Cikahuripan, Lembang Ranaa Hamidaturrahim; Wilodati; Puspita Wulandari
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Vol.4 No.1, October 2023
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v4i1.371

Abstract

Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan salah satu berkas legalitas usaha yang harus dimiliki oleh para pelaku UMKM. Dengan dimilikinya NIB oleh UMKM ini, maka akan memberikan kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan akses terhadap hal-hal penting lainnya dalam bidang administrasi usaha. Pemerintah akan lebih mudah menjangkau UMKM yang memiliki NIB untuk diberikan bantuan berupa program pelatihan dan pengembangan usaha yang tepat sasaran. Akan tetapi, fakta di lapangannya masih banyak UMKM yang belum mengetahui pentingnya memiliki NIB dan tidak tahu bagaimana cara untuk mendapatkannya. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk memberikan pendampingan legalitas usaha kepada masyarakat RW 07 Desa Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha. Program pemberdayaan UMKM ini dilaksanakan secara luring di Desa Cikahuripan untuk mendaftarkan NIB sesuai dengan prosedur yang berlaku. Program dilaksanakan sebanyak tiga kali karena banyak masyarakat di luar data peserta awal yang ternyata berminat untuk mengikuti program pendampingan pendaftaran NIB ini. Terdapat sejumlah 12 peserta pada hari pertama, bertambah 13 peserta di hari kedua dan 31 peserta di hari ketiga. Maka tercatat total 56 peserta yang mengikuti kegiatan ini dan berhasil mendaftarkan NIB mereka. Terakhir, beberapa dari peserta diantaranya mengharapkan diadakan kembali program serupa agar mereka memiliki berkas legalitas usaha lainnya selain dari NIB.
Regeneration of Speakers Of The Basiacuong Oral Tradition in Alam Panjang Village, Kampar Regency Tiffany Yolanda; Siti Nurbayani; Wilodati
Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v6i1.2569

Abstract

Indonesia is a country rich in oral traditions. Oral traditions currently face serious challenges due to modernization and globalization. One oral tradition that still survives but faces the challenge of regeneration is Basiacuong, which is embodied in the Kampar Malay community. This study aims to analyze the regeneration process of Basiacuong oral tradition speakers in Alam Panjang Village, Kampar Regency. The study used a qualitative case study design. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation studies. Data analysis was carried out through reduction, thematic categorization, narrative presentation, and triangulation of sources and techniques to maintain the validity of the findings. The results show that the regeneration of Basiacuong speakers in Alam Panjang Village is driven by the self-reliance of traditional leaders (niniok mamak) who built halls as routine training centers. The regeneration process takes place dialogically and gradually, with an emphasis on mastering the core structure (batang) before language ornamentation (bunga). This model creates an inclusive and consistent space for cultural reproduction. However, regeneration still tends to be reactive because the motivation to learn often arises after someone obtains a traditional title.