Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP Rika Firma Yenni; Malalina
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 10 No. 2 (2023): MARCH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/mathumbedu.v10i2.4891

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan pada pendekatan problem based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SMP Patra Mandiri 2 Palembang dengan Materi Prisma. Metode yang digunakan eksperimen posttes-only control group design dengan subjek peserta didik kelas VIII SMP Patra Mandiri 2 Palembang dengan dua kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan uji t rumus separated varian. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan problem based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SMP Patra Mandiri Palembang dengan materi Prisma. Kata Kunci : pendekatan, berpikir kreatif, prisma, Problem based learning
Eksplorasi Konsep Matematika dalam Timbangan Upacara Munggah Pernikahan Palembang Wican Asdoni; Malalina; Rika Firma Yenni
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i2.18073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep matematika yang terdapat pada timbangan upacara munggah pernikahan Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap timbangan yang terdapat di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Analisis data menggunakan teknik kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbangan dalam upacara munggah pernikahan Palembang mengandung konsep matematika. Dari segi bentuk, timbangan merepresentasikan konsep geometri berupa segitiga sama kaki. Dari segi proses penimbangan, ditemukan konsep matematika seperti membandingkan, menentukan kesetimbangan, dan melakukan estimasi yang berkaitan dengan konsep perbandingan, kesamaan, dan penaksiran. Konsep tersebut dapat dikaitkan dengan materi pembelajaran matematika di tingkat SMP, yaitu persamaan linear satu variabel, operasi aljabar, dan rasio. Dengan demikian, timbangan dalam upacara munggah pernikahan Palembang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran matematika.
ANALISIS SOAL BERBASIS KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATERI LINGKARAN Malalina; Rika Firma Yenni
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v2i2.221

Abstract

Penggunaan soal yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat penting dalam pendidikan karena dapat meningkatkan pola pikir, pemahaman masalah, serta kemampuan menyelesaikan soal matematika secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis soal kemampuan berpikir tingkat tinggi materi lingkaran. Metode penelitian ini menggunakan deskriftif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah satu soal yang mengandung kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mengandung tiga pertanyaan soal dengan materi lingkaran yaitu menentukan panjang lilitan minimal. Subjek peneitian ini adalah peserta didik SMP Tamansiswa Palembang yang berjumlah 3 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar instrumen soal. Analisis data dilakukan untuk mendapatkan pemahaman peserta didik terhadap soal kemampuan berpikir tingkat tinggi. Hasil penelitian peserta didik telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyelesaikan soal kemampuan berpikir tingkat tinggi Peserta didik teah mampu untuk menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa peserta didik telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyelesaikan soal kemampuan berpikir tingkat tinggi. Meskipun peserta didik mampu menyelesaikan soal tersebut, peserta didik masih memerlukan ketelitian dalam memahami dan menyelesaikan soal.