Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Suhu Pengeringan dan Konsentrasi Penambahan Bubuk Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) terhadap Karakteristik Fisik dan Organoleptik Klepon: Effect of Drying Temperature and Added Concentration of Pandan Wangi Powder (Pandanus amaryllifolius) on the Physical and Organoleptic Characteristics of Klepon Jonathan Arimawan; Agus Santoso
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 2 No. 4 (2023): October
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v2i4.4292

Abstract

Klepon merupakan jajanan tradisional Indonesia yang terbuat dari berbagai bahan seperti tepung ketan, tepung beras, pandan wangi, gula merah, gula pasir, air, garam, dan kelapa parut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan pandan dan konsentrasi penambahan bubuk pandan terhadap karakteristik fisik (warna (L*, a*, b*) serta tekstur (springiness)) dan organoleptik (hedonik mutu dan hedonik) klepon. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Terdapat dua faktor, faktor I adalah suhu pengeringan pandan yang terdiri dari suhu 40℃ (P1), 50℃ (P2), dan 60℃ (P3), faktor II adalah konsentrasi bubuk pandan sebesar 6% (K1), 8% (K2), dan 10% (K3). Analisis data yang digunakan adalah ANOVA dan jika terjadi perbedaan nyata / sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu pengeringan pandan dan konsentrasi penambahan bubuk pandan memberikan pengaruh nyata terhadap warna L*, warna a*, tekstur, hedonik mutu warna, dan hedonik mutu tekstur klepon. Sedangkan tidak berpengaruh nyata terhadap warna b*, hedonik mutu rasa, dan hedonik mutu aroma.
Snack Crips from Bay Leaf Flour (Syzygium Polyanthum) Based on Exstruction Technology for Anemia Prevention: Snack Crips from Bay Leaf Flour (Syzygium Polyanthum) Based on Exstruction Technology for Anemia Prevention Agus Santoso; Mulia Winirsya Apriliyanti; Yani Subaktilah; Putra Wibowo Manshurin; Marisa Nabila; Rintan Setyo Minarti
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i3.3995

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana tubuh tidak memiliki sel darah merah yang cukup. Pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk mengatasi anemia dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. Salah satu makanan yang mengandung zat besi adalah daun salam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh  penambahan tepung daun salam terhadap kadar besi dan penerimaan snack crips. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi tepung daun salam yang ditambahkan maka kandungan zat besi snack crips akan semakin meningkat. Kandungan zat besi tertinggi dimiliki oleh snack crips dengan perbandingan formulasi beras jagung, tepung beras, dan tepung daun salam 1 : 2 : 0,5 dengan kandungan zat besi 10,233%. Hasil uji kesukaan terhadap warna, tekstur, dan rasa tertinggi dimiliki oleh snack crips  dengan formulasi beras jagung : tepung beras : dan tepung  daun salam sebesar 1 : 2 : 0,25. Peningkatan konsentrasi makanan menyebabkan penurunan penerimaan  untuk warna dan peningkatan tekstur. Uji mutu hedonik menunjukkan bahwa penambahan tepung daun salam memberikan pengaruh yang nyata pada warna, aroma, rasa dan tekstur pada snack crips.
Karakteristik Fisik dan Sensoris Meses Berbahan Dasar Mocaf dan Tepung Daun Kelor: Physical and Sensory Characteristics of Meses Made from Mocaf and Moringa Leaf Flour Rhofidatul Fitriyana; Irene Ratri Andia Sasmita; Yani Subaktilah; Mulia Winirsya Apriliyanti; Agus Santoso
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i1.5385

Abstract

Daun kelor adalah merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan zat besi lebih tinggi dibandingkan sayuran lain. Salah satu alternatif pengolahan daun kelor yaitu dengan menjadikan daun kelor sebagai tepung. Ubi kayu atau singkong merupakan sumber karbohidrat yang memiliki kadar protein yang rendah. Bentuk upaya untuk pengembangan singkong yaitu modifikasi dengan proses fermentasi menggunakan mikroba BAL (Bakteri Asam Laktat) menjadi mocaf. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari perbandingan konsentrasi mocaf dan tepung daun kelor terhadap karakteristik fisik dan sensoris meses berbahan dasar mocaf dan tepung daun kelor. Pada penelitian ini juga mencari proporsi penentuan perlakuan terbaik. Menggunakan rancangan penelitian jenis RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan satu faktor yaitu perbandingan konsentrasi mocaf dan tepung daun kelor yang terdiri dari 6 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perbandingan konsentrasi mocaf dan tepung daun kelor berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik yang meliputi parameter kekerasan dan daya patah. Hasil penelitian juga menunjukkan berpengaruh nyata terhadap karakteristik sensoris meliputi parameter warna, aroma, rasa, tekstur, serta aftertaste. Hasil penelitian menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik pada parameter densitas kamba. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo menunjukkan rangking tertinggi pada P1 dengan skor 0.71 dan menunjukkan rangking terendah pada perlakuan P6 dengan skor 0,21