Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Mikroplastik Sebagai Hotspot Biofilm Dan Reservoir Gen Resistensi Antibiotik Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah: Tinjauan Literatur Cicik Sudaryantiningsih; Yonathan Suryo Pambudi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9445

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mikroplastik sebagai hotspot biofilm dan reservoir gen resistensi antibiotik pada instalasi pengolahan air limbah atau IPAL. Fokus kajian diarahkan pada mekanisme pembentukan biofilm, faktor yang memengaruhi kemampuan mikroplastik membawa antibiotic-resistant bacteria, antibiotic resistance genes, patogen, dan mobile genetic elements, serta implikasinya terhadap pengendalian resistensi antibiotik dari perspektif teknik lingkungan. Metode penelitian menggunakan literature review berbasis 37 artikel jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Quartile 1. Data dianalisis melalui sintesis tematik dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tiga fokus utama, yaitu mekanisme plastisphere, faktor material dan lingkungan, serta strategi pengendalian risiko pada IPAL. Unit analisis meliputi jenis mikroplastik, proses biofilm, ARG, ARB, MGE, patogen, unit pengolahan, dan pendekatan mitigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik dapat menjadi substrat aktif bagi pembentukan plastisphere melalui adhesi mikroba, eco-corona, produksi extracellular polymeric substances, dan horizontal gene transfer. Kemampuan mikroplastik sebagai reservoir ARG dipengaruhi oleh jenis polimer, ukuran, bentuk, aging, kekasaran permukaan, hidrofobisitas, antibiotik, logam berat, disinfektan, Chemical Oxygen Demand (COD), TP, salinitas, dan waktu paparan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian IPAL perlu diperluas dari parameter konvensional menuju pemantauan mikroplastik berbiofilm, ARG, ARB, MGE, dan patogen melalui pendekatan multi-barrier.
Menganalisis Relasi Edukasi, Misinformasi, Persepsi Risiko Dan Keterlibatan Publik Dalam Komunikasi Perubahan Iklim Di Media Sosial Melaluitinjauan Literatur Yonathan Suryo Pambudi; Cicik Sudaryantiningsih
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.822

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi antara edukasi, misinformasi, persepsi risiko, dan keterlibatan publik dalam komunikasi perubahan iklim di media sosial. Fokus penelitian diarahkan untuk memahami bagaimana media sosial membentuk pengetahuan publik, bagaimana misinformasi iklim berkembang, serta bagaimana kedua aspek tersebut berhubungan dengan persepsi risiko dan partisipasi publik. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur kualitatif dengan pendekatan sintesis tematik integratif. Data diperoleh dari 35 artikel jurnal bereputasi terindeks Scopus quartile 1 dan 2 yang relevan dengan komunikasi perubahan iklim di media sosial. Artikel dianalisis melalui proses seleksi, ekstraksi data, pengodean tema, dan sintesis berdasarkan tiga rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang edukasi perubahan iklim melalui video, narasi visual, influencer, komentar, meme, tagar, dan konten interaktif. Namun, media sosial juga menjadi ruang penyebaran misinformasi, disinformasi, climate denialism, climate delayism, obstructionism, dan penyangkalan solusi iklim. Temuan juga menunjukkan bahwa persepsi risiko publik dibentuk oleh pengetahuan, nilai, emosi, pengalaman lokal, visualisasi, kredibilitas sumber, dan struktur platform. Keterlibatan publik muncul dalam bentuk komentar, berbagi konten, diskusi, aktivisme, humor, sarkasme, dan polarisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi, misinformasi, persepsi risiko, dan keterlibatan publik saling terkait dalam ekosistem komunikasi digital. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan studi komunikasi lingkungan, komunikasi risiko, komunikasi sains, literasi media, dan studi media digital.
Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Tangan di Bank Sampah Gema Berseri Yogyakarta George Lero Potiwoly Tarawatu; Cicik Sudaryantiningsih
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1108

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan sampah plastik sebagai kerajinan tangan dalam menurunkan volume sampah plastik di Bank Sampah Gema Berseri Kelurahan Suryatmajan Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank sampah telah menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle melalui pemilahan, pencucian, pengeringan, pemotongan, dan pengolahan sampah plastik menjadi tas, dompet, kantong belanja, serta hiasan bunga. Namun, tingkat pemanfaatan sampah plastik masih rendah, yaitu sekitar 1 sampai 5% dari total sampah plastik yang diterima. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan bahan baku dan kapasitas produksi. Hambatan utama meliputi kualitas bahan baku yang tidak stabil, keterbatasan alat produksi, proses kerja manual, rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilahan, serta pemasaran produk yang belum luas. Penelitian ini menegaskan bahwa kerajinan tangan dari sampah plastik memiliki potensi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penguatan fasilitas produksi, edukasi pemilahan, pelatihan pengrajin, inovasi desain produk, dan pemasaran digital diperlukan untuk meningkatkan efektivitas bank sampah berbasis ekonomi sirkular.
Penentuan Lokasi Dan Jumlah Lubang Resapan Biopori Di Alun-Alun Sragen Kusumaningtyas Yuniar Panca Dewi; Cicik Sudaryantiningsih
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12862

Abstract

Alun-alun Sragen merupakan ruang publik yang berfungsi sebagai kawasan sosial dan ekologis, namun memiliki potensi terjadinya genangan air pada musim hujan akibat akumulasi limpasan permukaan di beberapa titik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi yang sesuai serta menentukan jumlah lubang resapan biopori yang direkomendasikan sebagai upaya pengelolaan air hujan dan konservasi air di kawasan Alun-alun Sragen. Metode penelitian meliputi observasi lapangan untuk mengidentifikasi titik-titik genangan, pengumpulan data curah hujan, serta analisis volume limpasan permukaan berdasarkan luas kawasan dan koefisien limpasan. Penentuan kebutuhan lubang resapan biopori dilakukan melalui perbandingan antara volume limpasan air hujan dengan kapasitas infiltrasi yang ditampung dalam satu lubang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penerapan lubang resapan biopori di kawasan Alun-alun Sragen diperkirakan mencapai 205 lubang. Penerapan rekomendasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas infiltrasi kawasan, mengurangi potensi genangan, serta mendukung konservasi air melalui penerapan teknologi resapan yang sederhana dan ramah lingkungan pada ruang terbuka hijau.