Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan pijat endorphin massage terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Desa Wanajaya Musmundiroh Musmundiroh; Rosi Kurnia Sugiharti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36610

Abstract

Abstrak Nyeri punggung pada ibu hamil trimester III merupakan keluhan yang umum terjadi akibat meningkatnya ukuran kandungan yang menimbulkan tekanan lebih besar pada area punggung.  Kondisi ini sering kali mengganggu aktivitas harian ibu hamil dan menimbulkan rasa tidak nyaman selama masa kehamilan, Keluhan nyeri punggung sering dialami oleh ibu hamil, khususnya pada trimester ketiga, dan kondisi ini dapat berdampak pada kualitas hidup serta kenyamanan ibu. Pijat endorfin salah satu metode terapi nonfarmakologis yang berfungsi untuk merangsang pelepasan hormon endorfin, sehingga dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan memberikan efek relaksasi serta rasa nyaman, Pemberian asuhan melalui teknik pijat endorphin bertujuan untuk membantu mengurangi keluhan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Teknik yang diterapkan berupa pijat endorphin yang berfokus pada upaya relaksasi sehingga ibu merasa lebih tenang dan nyaman. Kegiatan Pengabdian ini menggunakan metode observasi. Subjek pengabdian ini ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung dan bersedia mendapatkan asuhan kebidanan melalui pijat endorphin. Kegiatan Pengabdian ini juga bertujuan untuk meningkatkan edukasi mengenai pijat endorphin sebagai terapi komplementer dalam mengurangi nyeri, baik pada masa kehamilan maupun saat persalinan. Berdasarkan hasil kegiatan yang dicapai secara eksplisit dan riil hasil di lapangan selama kegiatan, hasil yg diukur melalui angket pre-post/wawancara/observasi penerapan pijat endorphin terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri punggung secara bertahap. Diharapkan teknik ini dapat diterapkan untuk membantu ibu hamil trimester III mengatasi nyeri punggung. Kata kunci:  pijat; endorphin; nyeri; punggung; ibu hamil. Abstract Back pain in the third trimester of pregnancy is a common complaint due to the increased size of the uterus, which puts greater pressure on the back area. This condition often disrupts the daily activities of pregnant women and causes discomfort during pregnancy. Back pain is frequently experienced by pregnant women, especially in the third trimester, and this condition can affect the quality of life and comfort of the mother. Massage endorphin is one of the non-pharmacological therapy methods that functions to stimulate the release of endorphin hormone, thereby helping to reduce pain and provide relaxation and comfort effects, The provision of care through endorphin massage techniques aims to help reduce back pain complaints in pregnant women in the third trimester. The technique applied is massage endorphin that focuses on relaxation efforts so that mothers feel calmer and more comfortable. This community service activity employed an observational method. The subjects were third-trimester pregnant women experiencing back pain who were willing to receive midwifery care through endorphin massage. This activity also aimed to enhance education about endorphin massage as a complementary therapy for reducing pain, both during pregnancy and childbirth. Based on the explicitly and tangibly achieved results in the field during the activity, outcomes measured via pre-post questionnaires/interviews/observation of the application of endorphin massage proved effective in gradually reducing back pain intensity. It is hoped that this technique can be applied to help third-trimester pregnant women manage back pain. Keywords: massage; endorphins; pain; back; pregnant women.
Efektivitas Pelvic Rocking Terhadap Durasi Kala I Persalinan Di TPMB Bidan Yuyun Tahun 2025 Indah Dwi Apriyani; Rosi Kurnia Sugiharti; Hajar Nur Fathur Rohmah; Rohani Siregar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.310

Abstract

Lama kala I persalinan yang berlebihan dapat menyebabkan komplikasi seperti kelelahan ibu, distress janin, dan meningkatnya kebutuhan intervensi medis. Oleh karena itu, intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh teknik pelvic rocking terhadap durasi kala I persalinan pada ibu bersalin di TPMB Bidan Yuyun Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pra-eksperimen dengan desain static group comparison dan total sampling terhadap 30 ibu bersalin. Variabel independen adalah pelvic rocking, sementara variabel dependen adalah lama kala I persalinan; analisis data dilakukan dengan uji chi-square (α = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa 73,3 % ibu pada kelompok intervensi mengalami durasi kala I normal, dibandingkan 73,3 % pada kelompok kontrol tidak normal, dengan nilai p = 0,011, menunjukkan pengaruh signifikan. Teknik pelvic rocking terbukti efektif, sederhana, dan fisiologis mempercepat pembukaan serviks serta memperpendek kala I persalinan. Meskipun demikian, keterbatasan penelitian ini adalah ukuran sampel yang kecil dan desain pra-eksperimen tanpa randomisasi penuh. Disarankan penelitian lanjutan menggunakan desain quasi-eksperimental dengan ukuran sampel lebih besar dan kontrol yang lebih ketat. Pelvic rocking layak direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam praktik kebidanan.
Hubungan Antara Faktor-Faktor Klinis Dan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb, 2024 Ai Hanifah Nurlatifah; Rosi Kurnia Sugiharti; Yulianti; Ika Kania Fatdo Wardani; Ismah Khaerunisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.315

Abstract

Latar Belakang: Ruptur perineum adalah robekan jalan lahir yang terjadi saat persalinan, baik dengan bantuan alat maupun tidak. Menurut WHO, ada sekitar 2,7 juta kasus ruptur perineum pada ibu bersalin, dan jumlah ini diperkirakan meningkat hingga 6,3 juta pada tahun 2050. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ruptur perineum pada ibu bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua ibu bersalin periode Januari–Desember 2024 sebanyak 86 orang, dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara paritas (p=0,003), jarak kehamilan (p=0,004), dan berat badan bayi lahir (p=0,031) dengan kejadian ruptur perineum. Untuk faktor umur ibu (p=0,063), hasil menunjukkan ada kecenderungan hubungan, meski tidak signifikan. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan ruptur perineum adalah paritas, jarak kehamilan, dan berat badan bayi lahir. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi bidan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang lebih baik guna mengurangi risiko ruptur perineum.
Efektivitas Edukasi Media Dengan Booklet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pernikahan Dini Di SMPN 3 Cibarusah Kabupaten Bekasi Devi Triana; Ika Kania Fatdo Wardani; Rosi Kurnia Sugiharti; Retno Anggraeni Puspita Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.350

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang melibatkan remaja berusia 13–18 tahun yang belum matang secara fisik maupun mental, dan di beberapa budaya Indonesia masih dianggap lumrah. Tingginya angka pernikahan dini di Kecamatan Cibarusah menjadi perhatian karena berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan psikososial remaja. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di SMPN 3 Cibarusah. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 359 siswa, dengan 189 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan memakai kuesioner. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat setelah edukasi, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), menandakan pengaruh yang signifikan. Dengan demikian, media booklet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini dan dapat dimanfaatkan sebagai metode edukasi untuk pencegahan.
Kompres Hangat Menurunkan Dismenore Pada Remaja Putri Noviana Gita Ramandhani; Rosi Kurnia Sugiharti; Herlina Simanjuntak; Ida Widaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.394

Abstract

Dismenore merupakan masalah menstruasi yang umum dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Metode non-farmakologis seperti kompres air hangat dianggap aman, terjangkau, dan efektif dalam mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat terhadap nyeri haid (dismenore) pada siswi kelas X dan XI di SMAIT Nurul Fajri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest, melibatkan 30 siswi yang dipilih secara purposive sampling dan mengalami dismenore. Intervensi dilakukan dengan memberikan kompres air hangat pada perut bagian bawah selama 15–20 menit. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS), dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 15,90 tahun (rentang 15–17 tahun). Skor rata-rata nyeri sebelum intervensi adalah 4,87 (kategori nyeri sedang), dan setelah intervensi menurun menjadi 2,20 (kategori nyeri ringan). Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,000). Kesimpulannya, kompres air hangat efektif dalam menurunkan nyeri haid pada remaja putri dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif non-farmakologis yang aman serta praktis untuk mengatasi dismenore.
Hubungan Faktor-Faktor Dengan Pemberian Susu Formula Pada Bayi Usia 0–6 Bulan Di Desa Taman Mekar Tahun 2025 Yuyun Yuhanah; Rosi Kurnia Sugiharti; Musmundiroh; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.452

Abstract

Pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Meskipun WHO dan Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pemberian ASI eksklusif, kenyataannya masih banyak ibu yang memberikan susu formula karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan di Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 100 orang, dengan sampel 50 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p = 0,018) dan dukungan keluarga (p = 0,030) dengan pemberian susu formula, sedangkan pendidikan ibu (p = 0,612), pekerjaan ibu (p = 0,416), dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,222) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan ibu dan semakin kuat dukungan keluarga, maka semakin besar peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Disarankan agar Puskesmas dan kader kesehatan meningkatkan kegiatan penyuluhan, pendampingan, serta edukasi kepada keluarga untuk memperkuat dukungan terhadap ibu dalam pemberian ASI eksklusif.
Pengaruh Akupresur (P6) Terhadap Keluhan Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester Pertama Sri Nurfadilla Oktaviani; Ika Kania Fatdo Wardani; Rosi Kurnia Sugiharti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.494

Abstract

Mual dan muntah merupakan keluhan fisiologis yang sering dialami ibu hamil pada trimester pertama dengan prevelensi 70-80%. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan asupan nutrisi, dan berdampak negatif pada pertumbuhan janin apabila tidak ditangani. Akupresur pada tiitk Pericardium 6 (P6) merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang aman untuk meredakan keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Akupresur titik P6 terhadap keluhan mual dan muntah pada ibu hamil tirmester pertama. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 38 ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual dan muntah, dipilih dengan teknik total sampling, dilaksanakan di TPMB Bidan Siska, Bekasi pada Mei-Juni 2025. Tingkat mual muntah diukur menggunakan kuesioner PUQE (Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea), sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena distribusi data tidak normal (P <0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami mual muntah sedang (76,3%), dan setelah diberikan akupresur mayoritas bergeser ke kategori ringan (71,1%). Uji Wilcoxon membuktikan adanya perbedaan bermakna tingkat mual muntah sebelum dan sesudah Akupresur (Mean rank=10,0 P=0,000). Kesimpulan : Akupresur titik P6 terbukti efektif menurunkan keluhan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama, sehingga dapat menjadi pilihan intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil.
EDUKASI KELAS IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN 10 T Suhayati; Ika Kania Fatdo Wardani; Rosi Kurnia Sugiharti; Rohani Siregar
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Java Health Office in 2024 recorded 749 cases of maternal deaths, with Bekasi Regency reporting 46 cases. One of the efforts to reduce AKI is to improve the quality of integrated antenatal care (ANC) services through the implementation of the 10T pregnancy examination standard. This study aims to analyze the influence of education in pregnant women's classes on increasing knowledge about the 10T ANC examination. The research uses a quasi-experimental design with a one group pretest–posttest approach. The research sample was 30 pregnant women taken by total sampling technique. The intervention was in the form of health education using video media, while knowledge measurement was carried out through questionnaires. The data collection will be carried out in July 2025 in Mangunjaya Village, Bekasi Regency. Data analysis used frequency distribution and Wilcoxon test. The results showed that as many as 25 respondents (83.3%) experienced an increase in knowledge after being given education, with a mean rank value of 16.38. The Wilcoxon test showed a value of p = 0.000 (p < 0.05), which indicates a significant influence of education on pregnant women's knowledge about the 10T ANC examination. Classroom education for pregnant women has been shown to be effective in increasing knowledge, which is expected to support healthy behaviors during pregnancy, increase awareness of red flags, and reduce the risk of complications. It is necessary to strengthen health education in a sustainable manner by health workers to improve the quality of ANC services
PERAN BIDAN DALAM EDUKASI PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI SAAT MENSTRUASI PERTAMA DI SDN PASIR GOMBONG 06 Rosi Kurnia Sugiharti; Jayanti; Siska Arianti; Sulastri; Tia Idmar Suhita; Wawang Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6910

Abstract

Menstruasi pertama (menarche) merupakan salah satu tahap perkembangan remaja putri yang memerlukan kesiapan fisik dan psikologis, termasuk kemampuan menjaga personal hygiene untuk mencegah gangguan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan diri saat menstruasi dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada organ reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri kelas V tentang personal hygiene saat menstruasi pertama melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di SD Negeri Pasir Gombong 06 Cikarang Utara dengan sasaran 29 siswi kelas V. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, penyuluhan menggunakan media leaflet, poster, dan audio visual, diskusi interaktif, serta post-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan. Materi yang diberikan mencakup pengertian menarche, pentingnya personal hygiene, cara menjaga kebersihan organ genital, penggunaan pembalut yang benar, serta pemilihan pakaian dalam yang sesuai. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh peserta mengalami peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test dengan kenaikan skor berkisar antara 10–30 poin. Tidak terdapat peserta yang mengalami penurunan nilai, bahkan beberapa peserta mencapai skor maksimal 100 pada post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai personal hygiene saat menstruasi pertama. Program edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua untuk mendukung kesehatan reproduksi remaja.
Peningkatan berat badan balita gizi kurang melalui intervensi serbuk taburia di puskesmas Sukatani Musmundiroh Musmundiroh; Herlina Simanjuntak; Rosi Kurnia Sugiharti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39884

Abstract

AbstrakGizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya penanganannya adalah pemberian serbuk Taburia sebagai suplemen zat gizi mikro untuk membantu meningkatkan berat badan balita gizi kurang. Berbagai program telah dilakukan pemerintah, seperti pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan melalui posyandu, serta suplementasi gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui edukasi gizi serta mengoptimalkan pemberian serbuk Taburia sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan berat badan balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Sukatani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada ibu yang memiliki balita sebagai mitra sasaran utama dengan responden 30 orang ibu yang mempunyai balita  secara data yang diperoleh dari 18  balita (60%) gizi kurang sedangkan 12 balita gizi normal sebesar 40%. Metode yang digunakan kegiatan dengan pretes, penyuluhan, edukasi pemberian taburia dan  Post test, Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi balita yang terlihat dari kemampuan peserta dalam memahami manfaat dan pola makan sehat. Sebelum penyuluhan, 60% berpengetahuan kurang dan 40% berpengetahuan baik. Setelah edukasi pengetahuan baik meningkat menjadi 80% dan pengetahuan kurang menjadi 20% di wilayah kerja Puskesmas Sukatani. Selain itu, para ibu menunjukkan antusiasme dan kepatuhan yang baik selama proses pendampingan gizi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah promotif dan preventif yang berkelanjutan dalam penanganan balita gizi kurang di masyarakat. Kata kunci: taburia; balita; gizi kurang AbstractMalnutrition in toddlers remains a public health problem that impacts the growth and development of children. One of the efforts to address it is the provision of Taburia powder as a micronutrient supplement to help increase the weight of malnourished toddlers. Various programs have been carried out by the government, such as providing additional food, nutrition education, growth monitoring through integrated health posts (posyandu), and nutritional supplementation. This community service activity aims to increase maternal knowledge through nutrition education and optimize the provision of Taburia powder as a promotive and preventive effort in increasing the weight of malnourished toddlers in the Sukatani Community Health Center work area. This community service activity is aimed at mothers who have toddlers as the main target partners with respondents of 30 mothers who have toddlers. Data obtained from 18 toddlers (60%) are malnourished while 12 toddlers have normal nutrition amounting to 40%. The method used is a pre-test, counseling, education on providing Taburia and Post-test. The results of the activity show an increase in maternal knowledge about fulfilling toddler nutrition as seen from the ability of participants in understanding the benefits and patterns of healthy eating. Before the counseling, 60% had poor knowledge and 40% had good knowledge. After the education, good knowledge increased to 80% and poor knowledge to 20% in the Sukatani Community Health Center work area. Furthermore, mothers demonstrated enthusiasm and good compliance during the nutrition mentoring process. This activity is expected to become a sustainable promotional and preventive measure in managing malnourished toddlers in the community. Keywords: taburia powder; malnutrioused; toddlers