Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Islamic Social Reporting of Indonesia Sharia Banks: Empirical Findings Ananda Anugrah Nasution; M. Fauzan
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v8i3.20667

Abstract

Finding and analyzing the effects of the Zakat Performance Ratio, Disclosure of Islamic Corporate Governance (Shariah Governance, General Governance), Firms Size, and Islamic Securities on Islamic Social Reporting was the goal of the study. The study employed a casual comparative methodology. Between 2017 and 2021, the population has Sharia banks registered with the Financial Service Authority. 13 samples were collected using the census (saturated) sampling method. Multiple linear regression variables were used to evaluate the data at a significance level of 5%. The study's findings demonstrated that the Zakat Performance Ratio had a favorable, considerable impact on Islamic Social Reporting. Islamic Social Reporting was negatively impacted by Islamic Corporate Governance with the indication of Sharia Governance. Islamic Corporate Governance with the indicator of General Governance had positive and significant influence on Islamic Social Reporting. Firm Size had negative and insignificant influence on Islamic Social Reporting. Islamic Securities had positive and insignificant influence on Islamic Social Reporting.
Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Mahasiswa pada Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (Studi Komparatif Uin Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dan Uin Sunan Kalijaga) Azwar Hamid; M. Fauzan
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v8i4.20695

Abstract

The title of this research is Marketing Strategy in Increasing the Number of Students in Sharia Financial Management Study Programme (Comparative Study of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan and UIN Sunan Kalijaga). The general objectives of this study are to analyse the efforts that have been made in increasing the number of students at the Sharia Financial Management Study Program of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan and UIN Sunan Kalijaga, to provide solutions to the problems faced related to marketing strategies at the Sharia Financial Management Study Program of UIN Sheikh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan and UIN Sunan Kalijaga, and to analyse the level of success in planning, implementing, and implementing promotional strategies at the Sharia Financial Management Study Program of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan and UIN Sunan Kalijaga. This research approach uses a qualitative descriptive method. The subjects of this research are the Dean, Head of Study Programme, Alumni, and Students of the Faculty of Economics and Islamic Business of UIN Sheikh Ali Hasan Ahmad Addary and UIN Sunan Kalijaga. This research data analysis technique uses SWOT analysis (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats). The results of this study are expected to provide input and suggestions to the Sharia Financial Management Study Program, Faculty of Economics and Islamic Business, UIN Sheikh Ali Ahmad Addary Padangsidimpuan related to marketing strategies that have been carried out in the Sharia Financial Management Study Program, Faculty of Economics and Islamic Business, UIN Sunan Kalijaga to be implemented and practiced in the Sharia Financial Management Study Program, Faculty of Economics and Islamic Business, UIN Syekh Ali Ahmad Addary Padangsidimpuan so that there is an increase in the number of students in accordance with the ratio of existing lecturers. Then it will have an impact on increasing the accreditation of the Sharia Financial Management Study Programme, Faculty of Economics and Islamic Business, UIN Sheikh Ali Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Green Banking dalam Islam: Konsep Alquran tentang Investasi yang Bertanggung Jawab M. Fauzan; Asmuni; Tuti Anggraini
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i1.21402

Abstract

Perkembangan investasi perbankan Indonesia telah menunjukkan tren yang meningkat, namun sebagian besar dari investasi ini belum mempertimbangkan dampaknya terhadap aspek sosial dan lingkungan. Penelitian ini menyoroti keselarasan Responsible Investment (RI) dalam green banking dengan prinsip ajaran Islam tentang investasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Green banking menekankan investasi dengan pertimbangan dampak lingkungan dan social (ESG), serta mengedepankan nilai-nilai, pengembalian finansial, dan lingkungan operasional. Tujuan penelitian ini adalah utuk mengetahui konsep Al-Qur’an tentang Responsible Investment dalam green banking. Data yang terkumpul dari studi pustaka dan dokumentasi disusun secara sistematis dengan penggunaan metode analisis interpretatif, yang melibatkan pengklasifikasian dan penafsiran makna teks-teks Alquran yang relevan dan diperoleh dari berbagai referensi. Hasil penelitian menunjukkan konsep Triple Bottom Line dalam keberlanjutan mempengaruhi keputusan investasi dengan menekankan nilai-nilai dan pengembalian finansial jangka panjang. Al-Qur'an (QS Al-A’raf: 31) menegaskan untuk menghindari pemborosan dan membagi harta dengan adil kepada yang membutuhkan (People). Tindakan berlebihan pada sumber daya alam (QS Hud: 85) dapat menciptakan bencana seperti banjir atau kekeringan. Pandangan Islam ini sejalan dengan upaya ESG dalam mengukur dampak lingkungan (Planet) seperti yang disebutkan dalam Surah Ar-Rum (30):41 dan Surah Al-Baqarah (2):267. Profit dalam aktivitas bisnis diizinkan selama sesuai aturan Islam, termasuk larangan terhadap riba dan ketidakjujuran (Surah An-Nisa [4]: 29). Perbankan syariah mengenal bagi hasil (syirkah), mengutamakan kerja sama antara pengusaha dan pemberi modal serta membagi hasil sesuai kesepakatan. Implikasi penelitian ini menunjukkan kesenjangan antara kesadaran terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dan implementasinya. Rekomendasi kebijakan termasuk pengawasan ketat untuk memastikan kesesuaian dan konsistensi implementasi prinsip-prinsip green banking dan ESG Investment, serta perhatian pada integrasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan perbankan berkelanjutan menjadi penting untuk mengurangi kesenjangan antara kesadaran dan praktik implementasi keberlanjutan di sektor perbankan.
Pemetaan Riset Pembayaran Berbasis Quick Response (QR) dalam Perbankan Syariah: Analisis Bibliometrik atas Evolusi dan Isolasi Tematik M. Fauzan; Muhammad Ali Imran Caniago; Rendy Syaid Abdullah; Wanda Khairun Nasirin
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v11i1.30724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap intelektual dan tren penelitian mengenai implementasi sistem pembayaran berbasis Quick Response (QR) dalam konteks perbankan syariah, dengan fokus khusus pada identifikasi pola, struktur, dan celah dalam tubuh literatur yang ada. Studi ini menggunakan metode analisis bibliometrik kuantitatif terhadap 1.000 publikasi ilmiah teratas yang diambil dari database Crossref. Data dianalisis dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk menghasilkan peta jaringan ko-okurensi kata kunci (co-occurrence), overlay (berdasarkan waktu), dan kepadatan (density). Hasil analisis mengungkap tiga temuan kunci. Pertama, struktur pengetahuan terfragmentasi ke dalam kluster-kluster terpisah yang mencerminkan isolasi tematik antara wacana teknologi (qr code, TAM), kinerja keuangan (profitability, ROA), dan nilai syariah. Kedua, evolusi penelitian menunjukkan pergeseran dari fokus pada kinerja keuangan (2021-2022) menuju pengalaman pengguna digital (2023-2024), namun topik mutakhir seperti qr code tetap terkungkung dalam paradigma perilaku. Ketiga, peta kepadatan menunjukkan bahwa isu integratif seperti non halal fund dan islamic work ethic masih menjadi area dengan intensitas penelitian rendah. Studi ini menyimpulkan bahwa bidang penelitian ini dicirikan oleh isolasi tematik yang menghambat perkembangan pengetahuan holistik. Implikasinya, agenda riset masa depan mendesak untuk bergeser ke pendekatan integratif yang secara sengaja menjembatani teknologi, kinerja ekonomi, dan pencapaian maqasid al-shariah, seperti melalui riset desain kebijakan berbasis prinsip dan pengukuran dampak sosial-ekonomi yang terukur. Kajian ini merupakan salah satu yang pertama secara sistematis mengidentifikasi dan mengkonseptualisasikan "isolasi tematik" sebagai karakteristik dan tantangan mendasar dalam literatur pembayaran QR syariah, sekaligus memberikan peta jalan yang jelas untuk penelitian integratif ke depan Kata kunci: Quick Response, Perbankan Syariah, Bibliometrik, Evolusi, Isolasi Tematik
Determinan Keputusan Pembelian Menggunakan Pembayaran LinkAja Syari’ah Pada Mahasiswa FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan Wahyuni Safriani; Darwis Harahap; M. Fauzan
Journal of Economic Studies Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan, kemanfaatan, kepercayaan, dan tingkat kepuasan terhadap keputusan pembelian menggunakan pembayaran LinkAja Syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat pemanfaatan aplikasi LinkAja Syariah di kalangan mahasiswa, meskipun layanan tersebut telah mendapat sertifikasi dari DSN-MUI dan menawarkan fitur transaksi yang sesuai dengan prinsip Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah angkatan 2021-2022, dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden yang dipilih secara acak menggunakan rumus Taro Yamane. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, uji parsial (t), uji simultan (F), dan uji koefisien determinasi menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel kemudahan, kemanfaatan, kepercayaan, dan tingkat kepuasan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian menggunakan LinkAja Syariah. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model yang digunakan mampu menjelaskan proporsi yang cukup besar terhadap variasi keputusan pembelian. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pemasaran dan peningkatan literasi digital syariah, serta menjadi referensi akademik bagi peneliti selanjutnya yang meneliti layanan keuangan berbasis syariah.
Netizen Sentiment And Innovative Attributes In Halal Skincare Markets Wanda Khairun Nasirin; M. Fauzan; Deis Fatma Fauziah; Rizki Mulia Lubis
Journal of Economic Studies Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Netizens can provide valuable insights into consumer responses to innovative attributes in halal skincare product lines, but it is undeniable that emerging sentiments about beauty standards can be detrimental to halal skincare products. This study evaluates netizens' responses to innovative attributes in halal skincare products and examines the moderating effect of beauty standards. The research method used includes sentiment analysis, systematic literature review, and SEM-PLS by collecting data via Twitter and the Orange Data Mining application. The results of the study show that the innovative attributes variable has a positive and significant influence on the behavior of netizens in halal skincare. Netizens show a positive response to innovation in halal skincare products. However, the moderating effect of beauty standards shows that beauty standards have a negative influence on the relationship between innovative attributes and netizen behavior. This indicates that the level of beauty standards held by netizens can influence the way they respond to innovations in halal skincare products. These findings have practical implications for halal skincare companies in designing effective marketing strategies. Companies need to consider the importance of innovation in their products while understanding the influence and expectations of consumer beauty standards. By strengthening innovation by existing beauty standards, companies can build a positive image, increase consumer satisfaction, and maintain a competitive advantage in the halal skincare market.