Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan di Era Revolusi Mental, Intelektualisme dan Spritualisme Mutiara Enda mutiara; Siti Nur Laila; Ismail
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9279

Abstract

Penelitian ini menganalisis integrasi penting antara Revolusi Mental, Intelektualisme, dan Spiritualisme dalam sistem pendidikan nasional Indonesia untuk membentuk individu yang utuh. Pergeseran ini diperlukan akibat perubahan global dan krisis karakter bangsa, menuntut pendidikan untuk melampaui transfer pengetahuan semata menjadi pembangunan karakter komprehensif. Permasalahan penelitian berfokus pada implementasi konsep Revolusi Mental dalam pendidikan, peran guru dalam melahirkan "Generasi Emas," dan pencapaian keseimbangan antara Intelektualisme dan Spiritualisme. Intelektualisme didefinisikan sebagai pengembangan nalar kritis, kreativitas, dan literasi digital untuk memecahkan masalah kompleks. Sebaliknya, Spiritualisme menekankan pada pengembangan kecerdasan spiritual (SQ), nilai moral yang kokoh, dan karakter yang selaras dengan ajaran agama, guna mencegah penyalahgunaan kecerdasan intelektual. Metode yang digunakan adalah analisis filosofis dan konseptual terhadap ketiga elemen ini. Temuan utama adalah bahwa konvergensi ketiga aspek ini merupakan kunci untuk menghasilkan generasi yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur (Insan Kamil). Transformasi ini membutuhkan guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan karakter melalui keteladanan dan pembiasaan.
Nilai-Nilai Sosial Pada Tradisi Kesenian Jaranan Di Desa Bukit Makmur Kecamatan Pinang Raya Kabupaten Bengkulu Utara Gita Arra Hervina; Ismail; Sepri Yunarman
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/uq.v10i1.1965

Abstract

The primary objective of this research is to identify the social values ​​embedded in the Jaranan art tradition in Bukit Makmur Village, Pinang Raya District, North Bengkulu Regency. Accordingly, the research focuses on uncovering and gaining a deeper understanding of the social values ​​within the Jaranan art tradition. The author uses a qualitative research method. The researcher collects information through interviews, observations, and documentation. Based on this study, there are three different but interrelated phases in the Jaranan art heritage in Bukit Makmur Village, namely: pre-performance rituals, the performance itself, and post-performance briefings. Social values ​​such as commitment, kinship, empathy, tolerance, loyalty, and discipline are embedded in this tradition. Meanwhile, humanitarian values ​​include religious principles, as seen in rituals such as prayer and worship, and ethical principles, including kindness, responsibility, and respect for one another. The younger generation, village council, school system, and community all play an active role in preserving Jaranan art in this hamlet. In addition to the role of community culture, the function of education in cultural socialization through schools is also important, and the role of the village government in providing facilities and including jaranan in official events is also significant. However, as a result of modernization, the involvement of young people is still considered low. The involvement of educational institutions, support from local governments, and strong community involvement are the driving forces behind this practice. Therefore, this study recommends the need to strengthen synergy between educational institutions, local governments, and the community in efforts to preserve the Jaranan art tradition, as well as increasing development and socialization programs for the younger generation so that the social values ​​contained therein are maintained and sustainable