Perkembangan dunia usaha dan perdagangan bebas saat ini semakin meningkat, pertumbuhan perusahaan yang pesat memaksa perusahaan untuk menempuh strategi bisnis yang berbeda dalam menghadapi persaingan dan setiap bisnis mencari cara untuk meningkatkan kinerja bisnis agar bisnis tetap hidup saat ini dan di masa depan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi terkuat di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dengan begitu peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dengan menganalisis rasio keuangan grup Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022, akan tetapi pada penelitian ini penulis menggunakan analisis model horizontal karena analisis horizontal adalah analisis persentase kenaikan ataupun penurunan yang terdapat di dalam berbagai akun-akun laporan keuangan yang komparatif, penulis juga memiliki tujuan dan batasan jelas yang ingin dicapai sehingga penulis menggunakan analisis 4 rasio yaitu Current Asset Ratio, Debt to Asset Ratio, Total Asset Turnover Ratio, dan Return On Equity. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknis analisis deskriptif kualitatif dan komparatif. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder sebanyak 20 data. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan grup Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022 berdasarkan rata-rata Current Asset Ratio dikategorikan kurang sehat karna dibawah standar industri, dari perbandingan current asset ratio semua menunjukkan tren menurun, namun terjadi peningkatan yang begitu tajam dari PT. Waskita Karya (Persero) Tbk dari tahun 2020 menuju tahun 2021. Berdasarkan rata-rata Debt to Equity Ratio dikategorikan kurang sehat karena berada diatas standar industri. Berdasarkan rata-rata Total Asset Turnover Ratio menunjukan trend menurun dan dikategorikan kurang sehat karena dibawah standar industri. Berdasarkan rata-rata Return On Equity Ratio dikategorikan kurang sehat karena masih dibawah standar industri, PT. Waskita Karya (Persero) Tbk tahun 2020 menunjukkan Return On Equity terendah.