Agar beras dan dedak baik dari beras pigmented maupun unpigmented dapat memberikan dampak positif pada kulit maka harus dibuat lebih bioaktif. Penelitian ini dilakukan sebagai tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan teknik PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses), dan seluruhnya mengikuti langkah atau prosedur yang benar. Penelitian SLR ini menggunakan pendekatan deskriptif dan termasuk dalam penelitian kualitatif di bidang perpustakaan. Persoalan utama yang telah diidentifikasi dan dijadikan pedoman proses penelitian diamati dalam berbagai literatur. Selanjutnya, kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk melakukan seleksi. Beras dan dedak berpotensi menghambat enzim tirosinase karena mengandung asam fenolik, ?-oryzanol, dan tricin. Senyawa antosianin pada beras dan dedak berpigmen memiliki potensi sifat anti penuaan dan anti inflamasi melalui jalur sinyal MAPK. Senyawa lain berupa momilactone A dan B yang terkandung dalam bekatul berpotensi menjadi anti penuaan dan pencerah kulit. Peningkatan bioaktivitas dapat dilakukan dengan metode fermentasi menggunakan berbagai mikroorganisme, metode protein dedak dengan menggunakan enzim papain atau campuran trypsin dan chymotrypsin untuk memperoleh peptida dalam dedak yang mampu menghambat tirosinase, serta metode padi transgenik yang diperkaya resveratrol untuk menghasilkan efek sinergis antara beras dan resveratrol. Berdasarkan hasil penelusuran artikel, penelitian terkait senyawa antioksidan yang diformulasikan mampu memberikan potensi khasiat pada kulit manusia setelah dilakukan pengujian in vitro dan in viv
Copyrights © 2023