Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA RELIGI NANGKA BEURIT Wida Nurasyiah Jamilah; Qonita Azmiana Somantri; Irma Firnanda; Wega Shopyani; Debby Syachdilla; Herna Mustika; Susanti Susilawati Nurintan; Adinda Kirana; Refa Octavia; Imas Dayanti; Ade Suparman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20206

Abstract

Indonesia adalah negara dengan beragam budaya dan pariwisata. Pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan perubahan. Desa Sagalaherang Kaler memiliki potensi wisata religi yang belum dimanfaatkan secara optimal melalui media sosial. Situs Cagar Budaya Nangka Beurit beserta para pelaku UMKM merupakan salah satu daya tarik utama, tetapi belum memanfaatkan platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan Twitter untuk promosi. Oleh karena itu, ada tiga tahap rencana kegiatan yang mencakup pelatihan pembuatan akun media sosial, seminar digitalisasi pariwisata dan UMKM, serta pengembangan konten Instagram dan Facebook. Ketiga tahap tersebut bertujuan untuk meningkatkan promosi pariwisata religi Nangka Beurit sehingga adanya peningkatan pengunjung. Hasil dari kegiatan ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pengunjung mulai dari bulan Juli sampai September sebesar 38%. Selain itu, dengan meningkatnya pengunjung, para pelaku UMKM juga mengalami peningkatan pendapatan.
Implementasi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di Kabupaten Subang Nuraida Nuraida; Ahmad Sobari; Tony Pathony; Qonita Azmiana Somantri
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i2.2541

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di Kabupaten Subang. Program YESS merupakan program strategis pemerintah yang dirancang untuk mendorong regenerasi petani muda dan pengembangan kewirausahaan di sektor pertanian. Namun, dalam pelaksanaannya program ini belum menunjukkan hasil yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis implementasi program menggunakan model implementasi kebijakan Jones (1996) yang meliputi tiga dimensi utama, yaitu organisasi, pemahaman, dan penerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program YESS di Kabupaten Subang belum optimal. Pada dimensi organisasi, ditemukan permasalahan pada struktur organisasi dan keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tingginya tingkat pengunduran diri fasilitator. Pada dimensi pemahaman, program telah disosialisasikan dengan cukup baik kepada pelaksana dan peserta. Namun, pada dimensi penerapan, tingkat partisipasi peserta masih rendah dan capaian target penerima manfaat belum sesuai dengan perencanaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan organisasi, peningkatan komitmen fasilitator, serta strategi penerapan program yang lebih adaptif agar tujuan regenerasi petani muda dapat tercapai secara optimal. Katakunci:  implementasi kebijakan, program YESS, petani muda, kewirausahaan pertanian, Kabupaten Subang.   Abstract This study aims to analyze the implementation of the Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Program in Subang Regency. The YESS Program is a strategic government initiative designed to encourage the regeneration of young farmers and promote entrepreneurship in the agricultural sector. However, its implementation has not yet achieved optimal results. This study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The analysis is based on Jones’ (1996) policy implementation model, which consists of three dimensions: organization, interpretation, and application. The findings indicate that the implementation of the YESS Program in Subang Regency remains suboptimal. Organizational challenges include inadequate organizational structure and limited human resources, particularly the high resignation rate among facilitators. In terms of interpretation, the program has been sufficiently communicated to both implementers and participants. However, in the application dimension, participant involvement remains low and the achievement of beneficiary targets falls short of expectations. Therefore, strengthening organizational capacity, improving facilitator commitment, and enhancing program application strategies are essential to achieve effective young farmer regeneration. Keywords:  policy implementation, YESS program, young farmers, agricultural entrepreneurship, Subang Regency.