Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Manfaat dan Dampak Ekonomi Sosial Tahun 2023 Terhadap Pembangunan Rumah Susun Negara milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan Jundi Widiantoro; Adityo Arioseno; Evy Rahmawati; Fitriana Januar Arifiana
Jurnal Mirai Management Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v8i2.5683

Abstract

Perumahan merupakan salah satu unsur penting dalam strategi pengembangan wilayah yang menyangkut aspek yang luas di bidang kependudukan dan berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi dan kehidupan sosial dalam rangka pemantapan Ketahanan Nasional, serta merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Dengan semakin bertambahnya penduduk dan lahan yang tersedia semakin terbatas, maka pembangunan rumah dibuat bertingkat atau yang kita kenal dengan rumah susun. Rumah susun atau bangunan apartemen saat ini telah menjadi pilihan tempat tinggal yang populer di daerah perkotaan dan secara finansial, rumah susun juga potensial untuk dijadikan sebagai investasi karena dapat disewakan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun, rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama. Terdapat 4 jenis rumah susun sesuai UU Nomor 20 Tahun 2011 tersebut, yaitu: (1) Rumah susun umum, adalah rumah susun yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah; (2) Rumah susun khusus, adalah rumah susun yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan khusus; (3) Rumah susun negara, rumah susun yang dimiliki negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian, sarana pembinaan keluarga, serta penunjang pelaksanaan tugas pejabat dan/atau pegawai negeri; dan (4) Rumah susun komersial, adalah rumah susun yang diselenggarakan untuk mendapatkan keuntungan. Melalui kajian ini diharapkan dapat mengetahui seberapa besar manfaat/dampak yang ditimbulkan adanya pembangunan rumah susun negara, khususnya rumah susun negara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Proses penghimpunan data dilaksanakan melalui wawancara bersama pengelola rumah susun, perwakilan dari kementerian PUPR dan penjaga rumah susun. Kemudian analisis yang digunakan adalah menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif, metode Input Output dan metode Deskriptif Kualitatif. Beberapa metode tersebut diharapkan memberikan hasil penelitian yang secara jelas menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis Input Output diperoleh hasil bahwa pembangunan rumah susun membawa manfaat besar yang dirasakan untuk ASN khususnya dan Kementerian PUPR pada umumnya selaku penanggung jawab atas pembangunan rumah susun negara. Selanjutnya kiranya perlu di sosialisasikan dan dipedomani untuk Kementerian lain agar dapat mengajukan untuk mengikuti pembangunan rumah susun negara, sehingga kelayakan hunian menjadi terjamin dan bekerja menjadi lebih produktif. Kata Kunci: Dampak Ekonomi, Rumah Susun
Evaluating Knowledge Management And Business Agility: A Research Of Insights Into Smes Innovation Antony Sentoso; Evy Rahmawati; Dhita Hafizha Asri
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 1 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i1.9398

Abstract

This study aims to examine the relationship between Organizational Forgetting (OF), Knowledge Management (KM), Business Agility (BA), and Innovation Performance (IP) in SMEs in Batam's food and beverage sector. In Indonesia, SMEs play an important role in economic growth and community welfare, but SMEs players often face challenges in maintaining innovation amid rapidly changing market dynamics. This study uses a quantitative approach by distributing questionnaires to 270 food and beverage SMEs in Batam City. Data analysis was performed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results of this study indicate that OF and BA have a significant effect on IP, while KM does not have a significant effect on IP. Furthermore, mediation analysis shows that BA also significantly mediates the relationship between OF and IP, while KM does not play a mediating role. This study emphasizes that the ability of SMEs to release outdated knowledge and adapt quickly to dynamic market changes is more effective than simply relying on the storage of knowledge practices. This study also provides theoretical and practical contributions to SMEs to strengthen competitiveness through the management of organizational forgetting and business agility, as well as to support sustainable innovation, while indicating the need for the development of a more practical role for knowledge management in the context of SMEs in the food and beverage sector.