Desi Yudiana
MIN 11 Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Model Pembelajaran Inquiri Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika di Kelas I-A Siswa MIN 11 Medantahun Ajaran 2016/2017 Desi Yudiana
ALACRITY : Journal of Education Volume 1 Issue 2 Juni 2021
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v1i2.181

Abstract

Adapun masalah- masalah yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu: Hasil belajar matematika siswa masih rendah. Banyaknya siswa yang tidak menyukai pelajaran matematika, Pemahaman terhadap konsep matematika masih rendah. Guru belum terampil dalam memilih metode pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah “Untuk mengetahui apakah dengan penggunaan model pembelajaran inquiri pada pelajaran matematika kompetensi dasar Mengenal pola bilangan yang berkaitan dengan kumpulan benda/gambar/gerakan atau lainnya di Kelas I-A MIN 11 Medandapat meningkatkan hasil belajar siswa. Maka untuk mencapai tujuan dari penelitian tersebut, peneliti menggunakan model pembelajaran Inquiri .Model pembelajaran Inquiri sendiri terdiri dari beberapa fase, a)penyajian masalah,b) membuat hipotesis, c) merancang percobaan, d) melakukan percobaan, e) menganalisis data, f) membuat kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di MIN 11 Medan, pada Kelas I-A dengan jumlah siswa 28 orang, dengan jumlah murid perempuan sebanyak 18 dan siswa laki-laki 10 orang. Penelitian ini dilakukan melalui 2 siklus yang terdiri dari 4 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Inquiri dapat meningkatkan hasil belajar Matematika kompetensi dasar Mengenal pola bilangan yang berkaitan dengan kumpulan benda/gambar/gerakan atau lainnya di Kelas I-A MIN 11 MedanTahun Ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada kondisi awal atau sebelum diberi tindakan terdapat 21 siswa (65,62%) yang belum tuntas belajar, 9 orang (34,37%) yang tuntas belajar. Pada siklus I terdapat 9 siswa (31,25%) yang belum tuntas belajar, 19 siswa (68,75%) yang tuntas belajar, dan pada siklus II terjadi peningkatan yaitu : 25 siswa (90,62%) yang tuntas belajar, 3 siswa ( 9,37%) yang belum tuntas belajar. Maka, kesimpulannya adalah model pembelajaran Inquiri merupakan salah satu model pembelajaran yang membuat siswa menjadi aktif dan mampu menemukan solusi dari permasalahan yang diajukan serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Saran bagi guru- guru supaya dapat menggunkan model pembelajaran ini pada kompetensi dasar Mengenal pola bilangan yang berkaitan dengan kumpulan benda/gambar/gerakan atau lainnya agar tercipta pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi siswa.
Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Berpikir Positif Pada Pelajaran PKN di Kelas I A MIN 11 Medan Tahun Pelajaran 2018/2019 Desi Yudiana
ALACRITY : Journal of Education Volume 2 Issue 1 Februari 2022
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v2i1.183

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan berfikir positif dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Leasrning. Metode penelitian ini yaitu PTK dengan 2 siklus. Berdasarkan hasil penelitian terebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan berpikir positif siswa pada pelajaran PKn di kelas I A MIN 11 Medan. Dimana hipotesis tindakannya yaitu “Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan berpikir positif siswa pada pelajaran PKn di kelas I A MIN 11 Medan” dapat diterima kebenarannya.