Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEPUTIHAN PADA SISWI SMA PASUNDAN KECAMATAN MAJALAYA TAHUN 2020 Dhebi Nur Safebriyani; Susi Kusniasih; Kamsatun Kamsatun; Bani Sakti
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v1i1.494

Abstract

This research is motivated by the problem of vaginal discharge in many adolescents found because of ignorance about the handling of vaginal discharge itself. Lack of knowledge due to lack of information they get from health workers and also dirty environment that can cause vaginal discharge becomes an infection. This problem often occurs in one high school in Majalaya sub-district, one of which is Pasundan High School. This study aims to determine the level of knowledge of adolescents about vaginal discharge in high school students Pasundan Majalaya District in 2020. Knowledge is the result of human sensing, or the result of knowing someone about objects through their senses (eyes, nose, ears, etc.) (Notoatmodjo, 2012). The research method used is descriptive method, with validity testing using Person Product Moment using a questionnaire distributed via Google forms and cluster sampling techniques. The results showed that the characteristics of teenagers in Pasundan High School Majalaya District were mostly 15-16 years old (67.3%). Most of the 59 people (55.1%) who have enough knowledge about vaginal discharge. It is recommended for students to be able to add their insights through electronic media, print, or people around them, especially regarding the causes of vaginal discharge, fungi that cause vaginal discharge, vaginal normal pH, and normal causes of vaginal discharge.
Determinan Demografi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Kesiapsiagaan Gempa Bumi Alma Ghina Halimah; Asep Setiawan; Bani Sakti; Waluya, Nandang Ahmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.4245

Abstract

Kesiapsiagaan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Kesiapsiagaan merupakan hal yang penting untuk disiapkan oleh setiap individu dan rumah tangga. Kesiapsiagaan seseorang merupakan bentuk perilaku dalam menghadapi bencana, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor karakteristik demografi yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan menghadapi bencana di Desa Mekarwangi Kecamatan Lembang. Peneliti menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di RW 06 Desa Mekarwangi. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dan simple random sampling, dengan jumlah sampel 208 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober-November 2024. Alat ukur yang digunakan menggunakan Kuesioner dengan reliabilitas alpha cronbach 0,916. Analisa data menggunakan metode chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan faktor yang mempengaruhi pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi adalah pendidikan (p 0,003) dan pengalaman bencana (p 0,000). Faktor pengalaman bencana lebih berpengaruh (OR 5,098 ) dibandingkan dengan pendidikan (OR 3,598). Faktor yang tidak mempengaruhi pengetahuan kesiapsiagaan bencana adalah usia (p 0,565), jenis kelamin (p 1,00), penghasilan (p 0,585), dan pengalaman pelatihan (p 0,143). Faktor yang mempengaruhi sikap kesiapsiagaan bencana gempa bumi adalah pengalaman pelatihan (p 0,000). Faktor yang tidak mempengaruhinya adalah usia (p 0,672), jenis kelamin (p 0,391), pendidikan (p 0,308), penghasilan (p 0,524), dan pengalaman bencana (p 0,332). Dari enam faktor yang diteliti disimpulkan terdapat dua faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan satu faktor yang mempengaruhi sikap kesiapsiagaan bencana. Perlunya diadakan pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada masyarakat.