Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI PENYAKIT DAUN KENTANG MENGGUNAKAN FITUR GLCM DAN ALGORITMA MULTI-SVM Muhamad, Hasan
CONTEN : Computer and Network Technology Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/conten.v4i1.3465

Abstract

Deteksi dini dengan cara pengklisifikasian daun pada tanaman kentang menjadi salah satu langkah yang menjanjikan menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan pada bidang pertanian. Penyakit-penyakit yang menyebabkan kehilangan hasil yang substansial dalam kentang adalah Phytophthora infestans (late blight) dan Alternaria solani (early blight). Penyakit tersebut dapat mempengaruhi hasil pada tanaman kentang sehingga mengakibatkan gagal panen. Penyakit ini harus diklasifikasikan berdasarkan jenisnya agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Penyakit ini dapat dikenali secara visual karena memiliki ciri warna dan tekstur yang unik. Tetapi pengamatan secara langsung memiliki beberapa kekurangan seperti subjektifitas serta kurang akurat. Melalui sebuah citra dapat dipelajari informasi mengenai penyakit tanaman tersebut seperti tekstur dan warna. Pengolahan citra adalah salah satu teknik yang paling banyak digunakan untuk mendeteksi dan mengklasifikasi penyakit daun pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi dini terhadap penyakit tanaman pada daun kentang yang lebih efektif dan bebas dari kesalahan. Dalam peneliatian ini, diusulkan metode identifikasi penyakit pada daun tanaman kentang berdasarkan fitur tekstur Gray Level Co-occurrence Matrix. Ekstraksi fitur tekstur dengan menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix. Algoritma Multi-SVM dilakukan untuk memproses kalsifikasi dari 3 kategori daun. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa identifikasi penyakit daun pada tanaman kentang dapat dilakukan menggunakan pengolahan citra digital. Hasil akurasi rata-rata yang diperoleh mencapai 86,67 % dari tiga kategori daun.
COMMUNITY PARTICIPATION AND SOCIAL RECONSTRUCTION POST NATURAL DISASTERS BASED ON LOCAL WISDOM IN SIGI DISTRICT CENTRAL SULAWESI PROVINCE Muhamad, Hasan; Abdulah, Dewi Cahyawati; Ariani, Nora; Afdal, Afdal
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9, Nomor 2, June 2025
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v9i2.37009

Abstract

This study investigates two key objectives: (1) the role of community participation and social reconstruction following the earthquake and liquefaction disaster in Sigi Regency and (2) the strategic utilization of local wisdom as a foundational element for long-term recovery and resilience. Employing a qualitative research design, the study collected both primary and secondary data through observations, in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGDs), and documentation, supported by the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach to ensure community engagement and contextual depth. Findings reveal that post-disaster community participation was notably high, with active involvement in reconstruction efforts, leading to widespread support for rehabilitation programs initiated by both governmental and traditional institutions. Furthermore, the revival and application of the molibu tradition, a local wisdom-based reconciliation and decision-making practice, emerged as a powerful cultural mechanism that significantly enhanced social reconstruction. The study found that, before incorporating this tradition, there was limited participation from key community actors, particularly traditional leaders. This research presents a culturally grounded model of disaster recovery, emphasizing the integration of Indigenous knowledge systems, such as Molibu, into formal post-disaster management strategies. It contributes to both academic discourse and practical policy by producing a Sinta-indexed journal article, a localized disaster management textbook, and recommendations for regional policymaking. The study also advocates for the institutionalization of local wisdom at the village level, ensuring its transmission across generations and its sustainability as a tool for resilience in disaster-prone communities.