Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

A qualitative study on adolescents’ perceptions of the Bepupur Ritual among the Tidung Tribe in Malinau Village Supardiansyah Supardiansyah; Moh Bahzar; Alim Salamah; Endang Herliah
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.41553

Abstract

This study explores adolescents’ perceptions of the bepupur ritual, a pre-marital purification ceremony practiced by the Tidung people in Malinau Kota Village. Amid the forces of modernization, preserving local culture poses a considerable challenge, particularly in engaging the younger generation. The research employs a qualitative approach, with data collected through direct observation and in-depth interviews involving eight informants—six adolescents and two traditional leaders. Data validity was ensured through source and technique triangulation, and analysis was conducted using the Miles and Huberman model. The findings indicate that most adolescents hold positive perceptions of the ritual, viewing it as a sacred symbol of cultural identity. These results highlight the vital role of the younger generation in sustaining this tradition. The novelty of this research lies in its focus on adolescents as active agents in cultural preservation, contributing to the broader discourse on local identity within the context of social transformation.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi remaja terhadap ritual bepupur, yaitu prosesi penyucian diri menjelang pernikahan dalam tradisi adat Suku Tidung di Desa Malinau Kota. Di tengah arus modernisasi, pelestarian budaya lokal menjadi tantangan yang signifikan, terutama dalam melibatkan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap delapan informan yang terdiri atas enam remaja dan dua tokoh adat. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sementara analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki persepsi positif terhadap ritual tersebut dan memandangnya sebagai simbol kesakralan serta identitas budaya. Temuan ini menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap generasi muda sebagai agen aktif pelestarian budaya, serta kontribusinya terhadap kajian identitas lokal dalam konteks perubahan sosial.
IMPLEMENTATION OF HUMAN RIGHTS IN EDUCATION: REFLECTIONS ON 80 YEARS OF INDONESIAN INDEPENDENCE AT MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 SAMARINDA Reza Alfiannur; Wingkolatin; Moh Bahzar; Endang Herliah
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6890

Abstract

Education is one of the fundamental human rights for all people. With education, a person's life can change. This will be realised if everyone has the same opportunity to obtain an education. In the 80 years since Indonesia's independence, the country has implemented various education policies aimed at promoting human rights and social justice. This study focuses on analysing and reflecting on the implementation of human rights in education at Madrasah Aliyah Negeri 1 Samarinda. The aim is to contribute to the development of a fair and equitable society in the city of Samarinda. The research method used is qualitative, namely observation, interviews and documentation. The results of the study show that Madrasah Aliyah Negeri 1 Samarinda has ensured that students have equal opportunities to obtain their human rights in education, even though the school also has shortcomings.
The Role of Social Support in Achieving Work-Life Balance: A Study of Students Working in The Food and Beverage Industry della indriyani; Endang Herliah; Wingkolatin Wingkolatin; Nur Fitri Handayani
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 14 No. 02 (2025)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v14i02.22169

Abstract

Working students face challenges in balancing academic demands with the jobs they do to meet financial needs or gain practical experience. This study aims to explore the role of social support in helping students who work in the food and beverage industry in Samarinda City achieve a balance between work and academic life. This study employs a qualitative research design with a descriptive approach to explore the role of social support in achieving work-life balance among students working in the food and beverage (F&B) industry in Samarinda City. A qualitative approach was chosen because it allows for an in-depth understanding of participants' life experiences, perceptions, and social interactions within their educational and work environments. The research subjects consist of three informants, all of whom are students working part-time in the food and beverage industry. Two informants work as baristas, while one informant works as kitchen staff in local cafes and restaurants in Samarinda City. The informants were selected using purposive sampling, a sampling technique commonly used in qualitative research to select individuals who have relevant experience and can provide rich and in-depth information related to the research problem selection.subjects was based on several considerations. First, students working in the F&B sector often face irregular working hours, customer service demands, and performance pressures, making them prone to experiencing conflicts between work and study. The results of the study show that working students apply careful time management strategies to maintain a balance between their studies and work. Social support, whether from family, friends, or self-support, proved to play an important role in reducing stress and improving their well-being. Although challenges such as difficulty in managing time and heavy academic workloads remain, the emotional and practical support provided by the surrounding environment is very helpful in achieving this. This research provides insights into the importance of social support in managing the work-life balance of working students, as well as its contribution to their well-being and academic success.Keywords: Students working, social support, work-life balance, time management 
Politik Hukum dalam Legislasi Nasional: Studi Kritis terhadap Proses dan Arah Pembentukan Undang-Undang di Indonesia Ali Gilang Pratama; Alma Elvira Saputri; Ana Rahayu; Titin Pujianti; Ratiani Puspitasari; Suryaningsi Suryaningsi; Endang Herliah
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v5i2.3123

Abstract

Artikel ini mengkaji politik hukum dalam proses legislasi nasional di Indonesia dengan menyoroti dinamika hubungan antara pemerintah, DPR, panitia kerja (panja), kelompok kepentingan, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyoroti bagaimana inisiatif legislasi sering kali didominasi oleh pemerintah dan elite politik, sementara partisipasi masyarakat bersifat terbatas. Melalui pendekatan yuridis normatif dan analisis grafis alur legislasi, hasil penelitian ini mengungkapkan ketidakseimbangan dalam proses pembentukan undang-undang yang memengaruhi kualitas dan legitimasi produk hukum. bahwa praktik prosedural yang tidak demokratis, marginalisasi partisipasi publik, dan dominasi kekuasaan elit politik kerap kali mengwarnai pembentukan undang-undang. Politik hukum digunakan untuk mempertahankan atau memperluas kekuasaan daripada mewujudkan keadilan hukum dan kepentingan rakyat. Hasil ini menekankan pentingnya masyarakat sipil dan lembaga pengawasan dalam menjaga integritas proses legislasi, dan pentingnya rekonstruksi politik hukum nasional yang lebih bertanggung jawab, terlibat, dan berorientasi pada keadilan substantif. Model ideal politik hukum menjadi rekomendasi yang disesuaikan dengan transformasi sosial sambil tetap berbasis pada prinsip-prinsip Pancasila dan Konstitusi.
Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Keluarga: Perspektif Gender dan Studi Kasus UPTD-PPA Putri Sri Wahyuni; Suryaningsi Suryaningsi; Wingkolatin Wingkolatin; Aloysius Hardoko; Marwiah Marwiah; Endang Herliah
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v5i2.3154

Abstract

Sanitasi lingkungan dan akses air bersih merupakan hak dasar yang dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Masyarakat di wilayah padat seperti Kelurahan Kalibaru, Jakarta Utara belum sepenuhnya menikmati hak tersebut secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi jaminan hukum atas sanitasi dan air bersih serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan menggabungkan studi hukum dan pengumpulan data lapangan melalui wawancara serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak atas sanitasi bersifat formalistik. Akses terhadap air bersih masih terbatas, kondisi lingkungan tidak sehat, dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan masih rendah. Perubahan regulasi yang berlangsung cepat menyebabkan kesulitan dalam proses sosialisasi serta menghambat pelaksanaan kebijakan di tingkat daerah. Program lingkungan seperti TPS 3R dan bank sampah dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara menunjukkan adanya inisiatif pemerintah untuk membangun kesadaran kolektif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan peran pemerintah daerah, stabilisasi kebijakan, serta perluasan pendekatan sanitasi berbasis komunitas secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Tinjauan Hukum terhadap Peran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik menurut Persepsi Mahasiswa Rio Agung Kurniawan; Suryaningsi Suryaningsi; Nur Fitri Handayani; Jawatir Pardosi; Endang Herliah
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v5i2.3156

Abstract

Penyebaran hoaks di era digital merupakan ancaman serius bagi integritas pendidikan tinggi, termasuk di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Mulawarman terhadap peran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam mencegah penyebaran hoaks di lingkungan pendidikan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memahami pentingnya Undang-Undang tersebut sebagai instrumen hukum dalam mengatur ruang digital. Namun, implementasinya dinilai belum optimal akibat rendahnya literasi digital dan pemahaman terhadap aspek hukum di kalangan mahasiswa. Temuan ini menegaskan urgensi penguatan pendidikan hukum dan pelatihan literasi digital secara berkelanjutan sebagai strategi untuk meningkatkan kesadaran hukum dan memaksimalkan efektivitas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam memerangi penyebaran informasi palsu di lingkungan kampus.
Peran Pendekatan Deep Learning dalam Mengaktualisasikan Nilai Sila Ke-3 Pancasila di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Samarinda Theresia Yesilyana; Nur Fitri Handayani; Marwiah Marwiah; Endang Herliah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.116531

Abstract

Penanaman nilai Persatuan Indonesia di kalangan siswa SMA menghadapi tantangan karena rendahnya keterlibatan aktif dan pemaknaan nilai dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan deep learning serta dampaknya terhadap pengaktualisasian nilai sila ke-3 Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama guru Pendidikan Pancasila pada siswa kelas X di SMA Negeri 8 Samarinda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning melalui integrasi mindful, meaningful, dan joyful learning mampu meningkatkan partisipasi aktif, interaksi dialogis, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa. Nilai Persatuan Indonesia teraktualisasi dengan sangat baik dalam sikap kerja sama, toleransi, dan penyelesaian konflik secara dialogis. Dengan demikian, pendekatan deep learning berpotensi menjadi strategi transformatif dalam menginternalisasikan nilai persatuan secara kontekstual.