Yesa Adila
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Kata Uff dalam al-Qur’an dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Mental Yesa Adila; Khairunnas Jamal
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : At-Tajdid : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v1i1.15145

Abstract

Artikel ini membahas mengenai makna uff dalam Al-Qur’an dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Dalam berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain harus menjaga tutur kata yang baik agar tidak menyinggung perasaan seseorang yang dapat mengakibatkan hatinya sakit. Salah satunya dengan cara menjaga perkataan yang baik dan tidak berkata kasar yang disebut dengan istilah uff. Kata uff ini dilarang digunakan oleh seorang anak terhadap kedua orang tuanya. Walaupun kata uff dilarang diucapkan seorang anak akan tetapi kata uff ini juga digunakan oleh Nabi Ibrahim A.s kepada kaumnya. Orang yang sehat mentalnya adalah orang yang dalam rohani atau dalam hatinya selalu merasa senang, aman dan tentram. Sedangkan orang yang tidak merasa tenang, aman serta tentram dalam hatinya adalah orang yang sakit rohaninya atau mentalnya. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana makna kata uff menurut para mufassir, serta memaparkan bagaimana pengaruhnya kata uff terhadap kesehatan mental. Penelitian ini bersifat penelitian kepustakaan (library research) dengan metode tematik. Adapun makna kata uff yang ditafsirkan oleh Imam Asy-Syaukani, Ahmad Mustafa Al-Maragi, Buya Hamka dan Wahbah Az-Zuhaili yaitu para mufassir hampir sama dalam memaknai uff dalam ketiga surah ini dengan kata-kata yang buruk, busuk, ataupun tercela. Kata uff dalam surah al-Isra’ ayat 23 dan al-Ahqaf ayat 17 berpengaruh kesehatan mentalnya terhadap orang yang mengucapkan dan mendengarkan, sedangkan kata uff dalam surah al-Anbiya’ ayat 67 tidak berpengaruh kesehatan mentalnya bagi orang yang melontarkan dan mendengarkan.