Umy Zahroh
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Maifalinda Fatra; Muhamad Anang Jatmiko; Adison Adrianus Sihombing; Umy Zahroh
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.373 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4909

Abstract

Cita-cita utama pemerintah menggunakan kurikulum K-13 adalah menciptakan generasi yang cerdas berpengatahuan, kompeten dan trampil. Studi ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa madrasah tsanawiyah dalam pembelajaran matematika setelah diberlakukannya kurikulum K-13. Studi ini difokuskan pada TIMSS Assessment framework yang terdiri atas empat materi matematik yaitu bilangan, aljabar, geometri, data dan peluang. Dimensi kognitif yang diukur meliputi kemampuan penerapan dan penalaran. Data penelitian ini berasal dari studi literatur tentang penerapan kurikulum K-13 dan survey yang melibatkan sebanyak 1.317 siswa madrasah tsanawiyah dari tujuh kota di pulau Jawa. Sampel tersebut berasal dari 439 Madrasah Tsanawiyah DKI Jakarta, Bandung, Serang, Semarang, Yogyakarta, Malang dan Surabaya. Analisis inferensial untuk menguji perbedaan antar kelompok data menggunakan uji ANAVA satu jalur. Data dari survey dan studi literatur dianalisis melalui tahapan restatemen, deskripsi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat keterampilan HOTS matematis siswa madrasah tsanawiyah. Hal ini mengacu pada hasil uji empiris menggunakan ANAVA satu jalur yang menunjukan nilai signifikansi perbedaan kemampuan HOTS matematis sebesar 0,048 < 0,05. Nilai rata-rata tertinggi untuk aspek penerapan diperoleh siswa madrasah Tsanawiyah Yogyakarta. Sedangkan untuk aspek penalaran nilai rata-rata tertinggi siswa dari Surabaya. Dua kemampuan HOTS tersebut masih tergolong rendah.  Tulisan ini menyarankan perlunya penelitian lanjutan untuk melihat secara khusus penerapan kurikulum K-13 di madrasah untuk dimungkinkannya suatu analisis komparatif.
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA MENYELESAIKAN SOAL INTEGRAL DI ERA PANDEMI COVID-19 Umy Zahroh; Syaiful Hadi; Maifalinda Fatra; Ahsanul In’am
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.038 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5161

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesulitan-kesulitan apa yang dialami mahasiswa tadris matematika di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal integral. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian kepada 38 mahasiswa jurusan tadris matematika semester 3, dengan pengambilan subjek didasarkan pada 3 mahasiswa yang melakukan kesalahan semua soal, 5 mahasiswa yang salah dua soal dan 2 mahasiswa yang benar semua soal. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara pada mahasiswa. Tes yang diberikan berbentuk tes uraian dengan materi integral. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif naratif dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30% mahasiswa melakukan kesalahan prinsip, dan 23% melakukan kesalahan operasional. Faktor penyebab terjadi kesalahan mahasiswa adalah tidak memahami konsep, prinsip integral tak tentu dan integral tentu secara baik, serta kurangnya memahami konsep materi prasyarat seperti konsep turunan, operasi aljabar dan kurang teliti dalam melakukan operasi penyelesaian soal. Temuan ini menunjukkan perlunya pengajar menekankan materi konsep integral dan memberikan inovasi serta strategi pembelajaran yang tepat. Kata kunci: Integral; Kesulitan mahasiswa; Pandemi covid-19. AbstractThis study aims to describe the difficulties experienced by mathematics education students at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung and to find out what factors cause students' difficulties in solving integral problems. The type of research conducted is qualitative research with a case study approach. Research on 38 students majoring in mathematics tadris 3rd semester, with subject selection was based on 3 students who made mistakes in all the questions, 5 students who got two questions wrong and 2 students corrected all the questions. Data was collected by using the method of tests and interviews with students. The test given is in the form of a description test with indeterminate integral material. The data analysis technique used is a descriptive narrative using the Miles and Huberman model. The results showed that 30% of students made mistakes in principle, and 23% made operational errors. The factors that cause student errors are not understanding the concept, the principle of indeterminate integral and definite integral well, and the lack of understanding of prerequisite material concepts such as derivative concepts, algebraic operations, and lack of thoroughness in problem solving operations. This finding shows the need for teachers to emphasize integral concept material and provide innovations and appropriate learning strategies.Keywords: Integral; Student difficulty; Covid-19 pandemic