Serepina Yoshika Hasibuan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Teologis Frasa ‘Allah Menyesal’ Dalam Kitab Yunus Dan Implikasinya Bagi Orang Kristen Masa Kini Daniel Ello; Serepina Yoshika Hasibuan
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v6i2.60

Abstract

Salah satu frasa yang sulit dipahami dalam Perjanjian Lama adalah bagaimana memahami makna Allah menyesal. Apakah makna penyesalan dalam diri Allah sama seperti perasaan menyesal dalam diri manusia? Apakah melalui frasa ini dapat disimpulkan bahwa Allah tidak konsisten dengan perkataan-Nya? Apakah penyesalan Allah berimplikasi pada ketidakmampuan Allah mengetahui masa depan sehingga bergantung pada respons penduduk Niniwe? Artikel ini bertujuan untuk menggali makna teologis dari frasa ‘Allah menyesal’ melalui studi naratif. Menurut perspektif peneliti, narasi kitab Yunus yang terdapat frasa ‘Allah menyesal’ di dalamnya akan dipahami secara lebih mendalam melalui studi narasi. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif berdasarkan pendekatan studi naratif, peneliti menggali makna frasa “Allah Menyesal” baik dari sudut pandang penulis kitab Yunus maupun pembaca masa kini. Hasil penelitian mengenai makna teologis frasa ‘Allah menyesal’ adalah Allah menunjukan ekpresi belas kasihan-Nya terhadap bangsa Niniwe karena Allah begitu mengasihi bangsa Niniwe. Dasar inilah yang menjadi pengharapan bagi umat Kristen masa kini. Allah menginginkan pertobatan dan Ia selalu berbelas kasihan.  
Apakah Allah Pilih Kasih? Memahami Frasa “Aku mengasihi Engkau Yakub tetapi Membenci Esau” dalam Maleakhi 1:2-3 Serepina Yoshika Hasibuan; Ardi Irwanto Nuban; Seprianus Tuka
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i2.142

Abstract

Pemaknaan tentang “namun Aku mengasihi Yakub tetapi membenci Esau” dalam Maleakhi 1:2-3 acapkali disalahartikan oleh beberapa orang dengan anggapan bahwa Allah pilih kasih. Artikel ini bertujuan untuk menjawab isu tersebut dengan pertanyaan retorik apakah benar Allah pilih kasih? Ulasan frasa tersebut akan diteliti mulai dari kisah langsungnya tentang Esau dan Yakub hingga konteks Maleakhi. Dengan melakukan penelitian kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka, peneliti menelusuri buku-buku dan artikel jurnal dan secara spesifik menggunakan analisis konteks sejarah dan sastra untuk menjawab isu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genre kitab Maleakhi adalah nubuat dan konteks ucapan Maleakhi perlu dipahami dengan baik berdasarkan pesan nubuatannya sehingga frasa tersebut adalah bagian dari nubuatan terhadap Edom yang telah berbuat jahat dan melanggar perintah Tuhan bukan menyudutkan Esau secara personal. Pemakaian kata “Yakub” dan “Esau” merupakan gaya sastra majas pars pro toto yang menyebutkan sebagian untuk menunjukkan keseluruhan objeknya. Selain itu kata ‘benci’ dipahami dalam konteks kekejian Tuhan terhadap dosa bukan terhadap pribadi (bdk.Mal. 2:16).