Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Arsitektur Hibrida CNN–LSTM Berbasis Retinex untuk Deteksi Lesi Periapikal pada Radiograf CBCT–Panoramik Safar Dwi Kurniawan; Tri Haryo Nugroho; David Bani Adam
Applied Information Technology and Computer Science (AICOMS) Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/vc18dh25

Abstract

Periapical lesion detection plays a crucial role in endodontic diagnosis; however, manual interpretation of Cone-Beam Computed Tomography (CBCT) and panoramic radiographs remains time-consuming, highly dependent on the clinician's expertise, and susceptible to diagnostic variability. This study proposes a hybrid deep learning framework that integrates a Convolutional Neural Network (CNN) and Long Short-Term Memory (LSTM) architecture, combined with Retinex-based image enhancement, for the automatic detection and classification of periapical lesions. Retinex enhancement is employed as a preprocessing step to normalize illumination and improve lesion contrast. The hybrid CNN-LSTM model captures both spatial and contextual dependencies through sequential patch-based processing of panoramic and CBCT images. Using a dataset of 1,500 annotated images collected from clinical radiographic datasets and publicly available sources, the proposed model achieved an accuracy of 97.8%, precision of 96.4%, recall of 95.9%, and an F1-score of 0.96, significantly outperforming conventional CNN and U-Net models. These findings demonstrate that the integration of image enhancement and hybrid deep learning improves sensitivity to small lesions while reducing false-negative detections, offering a clinically viable AI-assisted approach for endodontic diagnosis.
Bilingual STEM Workshop Assisted by PhET Simulations to Improve Hooke’s Law Understanding and 21st-Century Skills among High School Students in a Border Region Tri Haryo Nugroho; Lisa Binti Harun; Novianti Arif; Rezky Putra Supardi; Canda Putri Anggini; Lusy Rahmawati
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3548

Abstract

Sekolah di wilayah perbatasan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan literasi sains, keterampilan abad ke-21 (4C), dan kemampuan bahasa Inggris secara bersamaan. Lebih lanjut, pembelajaran fisika masih didominasi oleh hafalan rumus sehingga siswa cenderung memandang konsep sains sebagai sesuatu yang abstrak dan jauh dari kehidupan nyata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Workshop Bilingual STEM yang mengintegrasikan simulasi virtual PhET dan aktivitas eksperimen dalam meningkatkan pemahaman konsep Hukum Hooke serta mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa. Program ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain explanatory sequential, melibatkan 15 siswa kelas X SMAIT Ibnu Sina Boarding School Nunukan. Workshop dilaksanakan dengan menggunakan prinsip Content and Language Integrated Learning (CLIL), dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar selama kegiatan pembelajaran. Data kuantitatif diperoleh melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan rumus Normalized Gain (N-Gain). Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui observasi Direct Performance Assessment yang berfokus pada 4 aspek utama, yaitu kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep siswa. Hal ini ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 42,6 (pre-test) menjadi 81,3 (post-test) serta nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,68 yang termasuk kategori sedang menuju tinggi. Hasil observasi juga menunjukkan perkembangan positif pada keterampilan abad ke-21 siswa. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi pembelajaran bilingual dengan STEM berbantuan simulasi PhET merupakan strategi potensial untuk meningkatkan pembelajaran fisika dan keterampilan abad ke-21 dalam konteks pendidikan di wilayah perbatasan. Selain itu, pembelajaran bilingual berbasis simulasi dapat menjadi model pembelajaran yang praktis dan mudah diterapkan di sekolah dengan keterbatasan fasilitas laboratorium.