Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Problematika Hukum Atas Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Aktif Pada Kementerian Atau Lembaga Di Indonesia Bukhari Yasin; Teguh Wibowo; Irma Mangar
JURNAL HUKUM PELITA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Hukum Pelita Mei 2025
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian (DPPM) Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jhp.v6i1.5829

Abstract

Kontroversi muncul terkait keterlibatan anggota TNI Aktif dalam posisi pemerintahan, Undang-Undang TNI Nomor 34 tahun 2004 menegaskan bahwa prajurit hanya boleh menjabat di bidang sipil setelah pensiun atau mengundurkan diri dari dinas aktif keprajuritan. Meski ada pengecualian untuk jabatan tertentu yang berkaitan dengan bidang politik dan keamanan nasional, namun penunjukan prajurit TNI Aktif di luar kriteria tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap aturan yang mengikat kegiatan TNI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa keabsahan serta pengecualian ketentuan yang memberi celah dalam penempatan Anggota TNI Aktif dalam menduduki jabatan sipil. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan masalah yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) dan pendekatan kasus (Case Approach). Bahwa kedudukan TNI adalah sebuah lembaga negara yang dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militernya berada dibawah presiden, dan berada dibawah koordinasi Departemen Pertahanan dalam hal kebijakan strategi, dukungan pertahanan, dan dukungan administrasi sehingga dalam setiap pengambilan tindakannya melalui intruksi Panglima TNI harus berdasarkan perintah Presiden yang telah dipertimbangkan dan disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
Penguatan kapasitas pemuda sebagai agen moderasi dan sinergitas keagamaan Teguh Wibowo; Irma Mangar; Nurul Qomariyah; Moh. Sukoco
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39612

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama yang sangat tinggi sehingga diperlukan upaya untuk menjaga keharmonisan dan persatuan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan moderasi beragama, khususnya kepada generasi muda sebagai agen perubahan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemuda mengenai pentingnya moderasi beragama serta memperkuat peran pemuda dalam membangun sinergitas antarumat beragama guna menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, penyampaian materi, dan diskusi interaktif kepada peserta. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya moderasi beragama, penguatan literasi digital, toleransi, serta peran pemuda dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya sikap toleransi, saling menghormati, dan kerja sama lintas agama dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini juga memberikan kesadaran kepada pemuda untuk memanfaatkan media sosial secara positif dan menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, penguatan kapasitas pemuda sebagai agen moderasi beragama diharapkan mampu mendukung terciptanya kehidupan sosial yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Kata Kunci: moderasi beragama; pemuda; toleransi; keharmonisan sosial. Abstract  Indonesia is a country that has a very high diversity of ethnicities, cultures, and religions, so efforts are needed to maintain harmony and unity of society. One of the efforts that can be made is through strengthening religious moderation, especially to the younger generation as agents of social change. This community service activity aims to increase youth understanding of the importance of religious moderation and strengthen the role of youth in building synergy between religious communities to create a harmonious social life. The methods used in this activity are socialization, delivery of materials, and interactive discussions to participants. The material presented included the importance of religious moderation, strengthening digital literacy, tolerance, and the role of youth in maintaining national unity in the midst of diversity. The results of the activity showed that the participants had high enthusiasm and gained a better understanding of the importance of tolerance, mutual respect, and interfaith cooperation in community life. This activity also provides awareness to youth to use social media positively and become agents of peace in their respective environments. Thus, strengthening the capacity of youth as agents of religious moderation is expected to be able to support the creation of a peaceful, harmonious, and fraternal social life in the midst of a pluralistic Indonesian society. Keywords: religious moderation; youth; tolerance; social harmony.
Penguatan Nilai-Nilai Kebudayaan melalui Pendidikan dan Generasi Muda dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi: Strengthening Cultural Values through Education and Young Generation to Face the Challenges of Globalization Teguh Wibowo; Vira K Destia; Cindy Swastika Rahmania; Selviana A Nur
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8947

Abstract

Globalisasi membawa perubahan signifikan dalam pola kehidupan, pemikiran, dan perkembangan budaya masyarakat, terutama pada generasi muda yang menjadi kelompok paling rentan terhadap pengaruh budaya global. Tantangan yang muncul berupa melemahnya identitas budaya, hilangnya nilai-nilai lokal, serta meningkatnya homogenisasi budaya akibat perkembangan teknologi dan media digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebudayaan melalui pendidikan dan sosialisasi yang diberikan kepada generasi muda agar memiliki kesadaran budaya yang kuat dalam menghadapi dinamika globalisasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab dengan peserta dari kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) GAMA Kedungadem kabupaten Bojonegoro dengan jumlah peserta sebanyak 115 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai urgensi pelestarian kebudayaan serta tantangan globalisasi terhadap eksistensi budaya lokal. Selain itu, peserta menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi dan mampu mengidentifikasi strategi pelestarian budaya, seperti digitalisasi karya budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, dan penguatan komunitas budaya sekolah. Kesimpulannya, kegiatan ini mampu membangun kesadaran kritis peserta terhadap pentingnya mempertahankan identitas budaya serta mempersiapkan generasi muda menjadi agen pelestarian budaya di era globalisasi.
Krisis Integritas Dan Lemahnya Supremasi Hukum Menjadi Ancaman Korupsi Terhadap Masa Depan Bangsa Indonesia Teguh Wibowo; Irma Mangar
Jurnal Hukum Sasana Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Hukum Sasana: June 2026
Publisher : Faculty of Law, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/sasana.v12i1.4703

Abstract

Abstract: Law enforcement is a prerequisite for realizing legal protection in Indonesia. Law enforcement in Indonesia is a complex and ongoing issue, involving various structural, cultural, and political factors. Although Indonesia has a clear legal framework, the implementation of law enforcement often does not reflect the principles of justice and transparency. This research is a normative research. Normative legal research has a tendency to portray law as a prescriptive discipline where it only looks at law from the perspective of its norms which are of course descriptive. This research was conducted in real conditions with the aim of being able to find existing facts to be used as data filler in this research so that later the problem will be found. Implementation of the Supremacy of Law in Indonesia: Fact or Illusion that in the realization of law enforcement there are several obstacles, especially obstacles from the legal system itself. It is hoped that students are able to overcome and improve by channeling their aspirations in solving these obstacles. Students as academics must implement their actions to advance this country and represent the aspirations of the community because basically students uphold the interests of the community.