Nurlindawati Nurlindawati
Department Of Linguistics, Faculty Of Humanities, Andalas University West Sumatera, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Voluntary Counsaling and Testing Pada Lelaki Seks Lelaki di Kota Padang Nurlindawati Nurlindawati; Hardisman Hardisman; Amel Yanis
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1048

Abstract

Layanan VCT (Voluntary Counsaling and Testing), atau dikenal dengan pelayanan konseling dan testing HIV adalah upaya menegakkan diagnosis HIV/AIDS untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penularan atau peningkatan HIV/AIDS. Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menjadi penyumbang terbesar dalam penularan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan VCT pada LSL di Kota Padang. Penelitian ini merupakan cross sectional study. Sampel adalah bagian dari populasi yang dinilai atau karakteristiknya diukur dan nantinya akan dipakai untuk menduga karakteristik dari populasi. Besar sampel enam puluh satu (61) responden yang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan Chi Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu lama menjadi seorang LSL diatas 10 tahun (45,9%), waktu terakhir melakukan kunjungan VCT > Tahun 2019 (59,0%), tempat terakhir melakukan kunjungan VCT di Puskesmas (52,5%), responden melakukan kunjungan VCT minimal tiga bulan terakhir sejak penelitian ini dilakukan (59,0%), uji Chi Square menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kunjungan VCT adalah keyakinan mengenai VCT (p=0,005), dorongan orang lain (p=0,001). praktik organisasi (p=0,001), nilai mengenai manfaat VCT tidak mempunyai hubungan signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dorongan dari orang lain tentang VCT merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling signifikan dibanding variabel lainnya.
Ideology in Noun Phrases: Quran expert says nonmarital sex is allowed in Islam Bushamidi; Sawirman; Lindawati
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.626 KB) | DOI: 10.55637/jr.8.2.5018.160-172

Abstract

This research is analysis of noun phrases (NPs) to find the deepest meaning, namely ideological reference that indicates speaker’s interest and purposes. In addition to being based on an integrated approach between analysis of form and function, the study departs from the insights that the statements about language is never only about language, and also it is never merely about statements. The research was conducted as a qualitative descriptive study. Therefore, the substance aspect of data is written language, namely a news report entitled “Quran expert says nonmarital sex is allowed in Islam”. The source of data was downloaded from www.thejakartapost.com. The term of population and sampel adheres to the information rich paradigm, so that the population is the entire clauses and the complement of preposition, while the samples are all NPs. The data collection was carried out by observational method, while the data collection technique was handled by reading and taking note. Method and technique of data analysis were operated through a layered model of NP structure that is proposed by Rijkhoff. In addition, NP classification related to ideological reference borrowed the Key Lingual Symbols (KLS) and ideology concepts that are extracted by Sawirman. Based on the analyzing of all data, this research found five key NPs that contain the spirit of discourse and represent the overall message that is conveyed by the author. Moreover, that five key NPs indicate the ideology reference, namely; the institutionalization ideology, the conflictual ideology, the praxis ideology, and the secondary ideology.
PENGARUH PENAMBAHAN ROSELLA UNGU (Hibisxus sabdariffa) DAN PATI KENTANG MERAH TERHADAP KARAKTERISTIK YOGURT SINBIOTIK Linda Wati; Novelina; Ratni Kumala Sari
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/hd4zep55

Abstract

Yogurt sinbiotik merupakan salah satu pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan. Inovasi dalam penelitian ini adalah pengembangan yogurt bertekstur padat yang dapat digunakan sebagai selai melalui  penambahan kelopak bunga rosella ungu dan tepung kentang merah. Kelopak bunga rosella diketahui kaya akan senyawa  antioksidan sehingga berpotensi meningkatkan nilai fungsional yogurt, sedangkan tepung kentang merah berfungsi sebagai  prebiotik sekaligus penambah kekentalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak rosella  ungu dan tepung kentang merah terhadap kualitas yogurt ditinjau dari total bakteri asam laktat, pH, total asam tertitrasi (TAT),  aktivitas antioksidan, viskositas, dan sifat organoleptik. Bahan utama yang digunakan adalah susu sapi segar, ekstrak rosella  ungu, tepung kentang merah, dan starter yogurt. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial  dengan 12 kombinasi perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak rosella ungu (0; 1,5; dan 3%),  sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi tepung kentang merah (0; 2; 4; dan 6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penambahan ekstrak rosella ungu dan tepung kentang merah tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai pH, TAT,  viskositas, dan atribut organoleptik (rasa, aroma, tekstur). Perlakuan dengan penambahan 6% tepung kentang merah dan  3% ekstrak rosella ungu menghasilkan aktivitas antioksidan yang signifikan (P<0,05). Kombinasi perlakuan yang mengandung  6% tepung kentang merah juga menghasilkan jumlah bakteri asam laktat yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa  penambahan tepung kentang merah.