Luvi Dian Afriani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Disminorhea pada Remaja Perempuan Usia Sekolah Melania Rosaria Moniz; Risma Audina; Luvi Dian Afriani; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea causes about 50% of all women in the world suffer. The incidence of primary dysmenorrhea in Indonesia in 2008 reached 54.89%, while the rest were secondary tips sufferers, which caused them to be unable to carry out any activities and this would reduce the quality of life for each individual. Dysmenorrhea can be caused by excessive production of prostaglandin F2 alpha from endometrial cells. One way that can be done to treat dysmenorrhea is Acupressure (Acupressure). Cupressure is known as one of the traditional Chinese therapeutic methods for healing dysmenorrhea by using massage techniques on the meridian points of certain body parts (Yuniati, Rohmayanti, & Mareta, 2019). Acupressure is a massage method based on the science of acupuncture or it can also be called acupuncture without needles (Ridwan, 2015). The purpose of community service in Thekelan Village is to increase knowledge and insight in school-age girls in order to reduce menstrual pain (dysmenorrhea) non-pharmacologically by means of acupressure massage. This community service is carried out in 5 steps, namely the first step is the search for respondents, the second stage is counseling about acupressure massage training, the third stage is acupressure massage training assistance, the fourth stage is the implementation of acupressure massage, the fifth stage is evaluation by filling out a post-test questionnaire. After being given health education about dysmenorrhoea, young women can understand the benefits of acupressure massage to reduce menstrual pain (Dysmenorrhoea). There was an increase in knowledge in young women after being given health education about dysmenorrhoea with 81.81% of adolescents being well-informed and 18.18% being knowledgeable enough and no one being knowledgeable was lacking. The implementation of community service activities carried out in Thekelan Hamlet showed that young women increased their knowledge after being given counseling and acupressure practicum to reduce dysmenorrhoea pain. The results of satisfaction with the provision of material and practicum are stated to be very satisfying. Theories that explain acupressure at certain points such as the Sanyinjiao Point (SP6) are very effective in reducing menstrual pain in women, inexpensive (no cost) and can be done independently (independently). Although several other acupressure techniques are also able to reduce the level of menstrual pain, for example, Sacral Points (B27-B34) and Taichong/Daichong Points (LR3/LV3). In addition, both pharmacological and non-pharmacological methods such as herbal medicine, relaxation, etc. also have effectiveness in reducing menstrual pain. AbstrakDismenore menyebabkan sekitar 50% dari seluruh wanita di dunia menderita. Kejadian dismenore primer di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 54,89%, sedangkan sisanya adalah penderita tips sekunder, yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun dan ini akan menurunkan kualitas hidup pada individu masing-masing. Dismenore dapat disebabkan oleh produksi prostaglandin F2 alfa dari sel endometrium yang berlebihan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menangani Dismenore adalah Akupresur (Akupresure). kupresur dikenal sebagai salah satu metode terapi tradisional china untuk penyembuhan dismenore dengan menggunakan teknik memijat pada titik meridian bagian tubuh tertentu (Yuniati, Rohmayanti, & Mareta, 2019).Akupresur adalah cara pijat berdasarkan ilmu akupunktur atau dapat juga disebut akupunktur tanpa jarum (Ridwan, 2015). Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat di Desa Thekelan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pada remaja perempuan usia sekolah agar dapat mengurangi nyeri haid ( Dismenorea) secara non-farmakologi yaitu dengan cara pijat akupresur. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 5 langkah yakni Langkah pertama tahap mencari responden, tahap kedua penyuluhan tentang pelatihan pijat akupresur, tahap ketiga pendampingan pelatihan pijat akupresur, tahap keempat pelaksanaan pijat akupresur, tahap kelima evaluasi dengan pengisian kuesioner post-test. Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang dismenorea, remaja putri dapat memahami manfaat pijat akupresur untuk mengurangi nyeri haid (Dismenorea). Terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja putri setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang dismenorea dengan sebesar 81,81% remaja berpengetahuan baik dan 18,18% berpengetahuan cukup dan tidak ada yang berpengetahuan kurang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Dusun Thekelan bahwa remaja putri meningkat pengetahuannya setelah diberikan penyuluhan dan praktikum akupresur untuk mengurangi nyeri dismenorea. Hasil kepuasan terhadap pemberian materi dan praktikum dinyatakan sangat memuaskan. Teori-teori yang menjelaskan akupresur pada titik tertentu misalnya Titik Sanyinjiao (SP6) sangat efektif dalam mengurangi nyeri haid pada perempuan, murah (tanpa biaya) dan dapat dilakukan sendiri (secara mandiri). Walaupun beberapa teknik akupresur lain juga mampu mengurangi tingkat nyeri haid misalnya Titik Sacral Points (B27-B34) dan Titik Taichong/Daichong (LR3/LV3). Selain itu metode-metode baik itu farmakologi maupun nonfarmakologi lainnya misalnya jamu, relaksasi, dll juga memiliki efektifitas dalam mengurangi nyeri haid.
Studi Kasus : Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ibu Hamil dengan Letak Sungsang Melalui Penerapan Metode Knee-Chest Retno Fatmawati; Luvi Dian Afriani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) midwifery care is an important effort in reducing the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) through continuous monitoring of maternal and infant health. Breech presentation is one of the risk factors for labor complications, with an incidence rate of around 2.5-3% of all singleton deliveries in Indonesia, and carries a high risk of perinatal mortality. The purpose of this report is to implement comprehensive midwifery care for Mrs. H with a breech presentation. The objective is to implement and evaluate comprehensive midwifery care for Mrs. H, 28 years old, G3P2A0, with a breech presentation at 33 weeks of gestation. At the initial visit, Mrs. H was diagnosed as G3P2A0 with a breech presentation at 33 weeks of gestation. Interventions provided included Counselling, Information, and Education (CIE) and the recommendation to perform the knee-chest position to help correct the fetal position. This effort was successful, and by 35 weeks of gestation, the fetal position had changed to a cephalic presentation (head-down). Mrs. H subsequently delivered spontaneously (per vaginam) at 39 weeks of gestation. The baby was born weighing 2945 grams and in healthy condition. The application of Comprehensive Midwifery Care (Continuity of Care) proved effective in monitoring, detecting, and providing non-pharmacological interventions for high-risk cases such as breech presentation, which in Mrs. H's case was successfully resolved without complications, ensuring that the pregnancy, labor, postpartum period, and newborn (BBL) care proceeded well and in accordance with service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan Continuity of Care (CoC) merupakan upaya penting dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui pemantauan kesehatan ibu dan bayi yang berkesinambungan. Letak sungsang merupakan salah satu faktor risiko komplikasi persalinan dengan angka kejadian sekitar 2,5-3% dari seluruh persalinan tunggal di Indonesia dan memiliki risiko kematian perinatal yang tinggi. Tujuan dari laporan ini adalah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H dengan letak sungsang. Untuk menerapkan dan mengevaluasi asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H, 28 tahun, G3P2A0, dengan letak sungsang pada usia kehamilan 33 minggu. Pada awal kunjungan, Ny. H didiagnosis G3P2A0 dengan letak sungsang pada usia kehamilan 33 minggu. Intervensi yang diberikan berupa Konseling, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta anjuran untuk melakukan posisi knee-chest untuk membantu koreksi posisi janin. Upaya tersebut berhasil, dan pada usia kehamilan 35 minggu, posisi janin telah berubah menjadi presentasi kepala. Ny. H kemudian melahirkan secara spontan (per vaginam) pada usia kehamilan 39 minggu. Bayi lahir dengan berat 2945 gram dan kondisi sehat. Penerapan Asuhan Kebidanan Komprehensif (Continuity of Care) terbukti efektif dalam memantau, mendeteksi, dan memberikan intervensi non-farmakologis pada kasus risiko tinggi seperti letak sungsang, yang pada kasus Ny. H berhasil diselesaikan tanpa komplikasi, sehingga proses kehamilan, persalinan, nifas, dan BBL dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar pelayanan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.S Umur 41 Tahun G3P2A0 dengan Suspek Bayi Besar Sasminaryati; Luvi Dian Afriani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, postpartum, postpartum, neonate is a physiological condition that can threaten the life of the mother, baby and can even cause death. One effort that can be done is to apply a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high maternal neonatal risk. The purpose of Comprehensive Midwifery Care (KPK) for Mrs. S is to provide midwifery care to pregnant women, postpartum, postpartum, BBL and KB in Mrs. S G3P2A0. The method used is a case study research, namely comprehensive care for pregnant women, postpartum, newborns and postpartum is a descriptive research method. The type of descriptive research used is a case study. The sample in this study was a second trimester pregnant woman with a gestational age of 29 weeks 4 days, G3P2A0. The research time was July - October 2025 in the Kalngan Pabelan area, the research instrument used the SOAP documentation method with a varney management mindset. The collection technique used primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The care outcomes received by Mrs. S G3P2A0 were for a pregnant woman with a suspected large baby. During comprehensive care, Mrs. S received a complaint during her second ANC visit regarding the midwife's examination results, which revealed a fetal weight of >4000 grams. At her third KN visit, Mrs. S reported sleep disturbances and sore nipples. The researcher addressed the mother's complaints by providing counseling on balanced nutrition for pregnant women, massage to improve the baby's sleep patterns, and teaching proper breastfeeding techniques to address sore nipples. The postpartum period was normal, with no bleeding, good uterine contractions, and lochia rubra. The newborn's anthropometric results were normal, the SHK was negative, and the OEA was passed. Mrs. S and her husband decided to use family planning and had a contraceptive implant inserted.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan Asuhan Kebidanan Komprehensif (COC) pada Ny.S yaitu untuk Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersain, nifas, BBL dan KB pada Ny.S G3P2A0. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus yaitu asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas ini adalah metode penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study) Sampel pada penelitian ini adalah seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 29 minggu 4 hari, G3P2A0. Waktu penelitian Juli – Oktober 2025 di wilayah Kalngan Pabelan, Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. S G3P2A0 dengan kehamilan Suspek Bayi Besar. Dalam pemberian asuhan komprehensif pada Ny.S didapatkan keluhan saat kunjungan ANC 2 tentang hasil pemeriksaan bidan berat badan janin >4000 gram, pada kunjungan KN 3 tentang gagguan tidur pada bayi dan putting lecet pada kunjungan KF 3, hal yang dilakukan peneliti terkait keluhan ibu yaitu memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang pada ibu hamil, pijat atau massage untuk memperbaiki pola tidur bayi dan juga mengajarkan teknik cara menyusui yang benar untuk mengatasi keluhan putting lecet. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan OEA lulus. Ny. S dan suami memutuskan untuk KB dan telah dilakukan pemasangan KB Implant pada Ny. S.