Siti Nurhaliza Fardani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM DEMOKRASI DALAM PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA Mukhlis; Asni Zahara; Khalisa Aisyah Signora; Dyva Patricia Siahaan; Della Dwi Syahpira; Siti Nurhaliza Fardani; Azzahra Al Adawiyah; Supangge Tiara; Vina Noura; Puteriyani Khairunnisa; Fifia El Zuhra
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v2i1.193

Abstract

Pemilihan umum (pemilu) merupakan suatu mekanisme yang termuat dalam sistem demokrasi untuk memilih wakil rakyat yang akan menempati kelembagaan perwakilan rakyat dan sebagai salah satu bentuk pemenuhan hak asasi warga negara dalam bidang politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui demokrasi dan pemilu, sistem demokrasi secara langsung di Indonesia, dan pemilihan umum di Indonesia setelah kemerdekaan hingga sekarang. Penelitian ini menggunakan desain study literature/literature review atau disebut dengan kajian pustaka. Demokrasi telah menjadi arus utama dalam negara modern. Salah satu syarat negara yang berdemokrasi ialah menyelenggarakan pemilu. Pemilu dilakukan dengan tujuan agar terwujudnya kedaulatan rakyat serta untuk mewujudkan tujuan demokrasi yaitu pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Rakyat tidak mungkin memerintah secara langsung. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk memilih wakil rakyat dalam memerintah suatu negara selama jangka waktu tertentu. Dalam pemilihan umum, demokrasi juga memiliki peran yang dapat mempengaruhi kualitas dari suatu pemilihan. Hasil dari suatu pemilihan dapat berkualitas atau tidak bergantung dari para penyelenggara pemilihan itu sendiri bersamaan dengan kesadaran masyarakat yang memilih para calon wakil rakyat dan asas pemilu yang digunakan. Di Indonesia asas yang digunakan dalam pemilu yaitu asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Pemanfaatan Pohon Kelapa dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Mekar Laras Salsabila Salsabila; Wasiyem Wasiyem; Siti Nurhaliza Fardani; Vira Zul Fahny; Putri Aulia Rahma
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i3.3197

Abstract

Economic development in the village of Mekar Laras today not only focuses on the modern sector and industrialization but also emphasizes the importance of utilizing sustainable local potentials, one of which is the local wisdom in managing coconut tree resources. This study aims to describe the utilization of coconut trees as local wisdom that plays a role in improving the economy of the Mekar Laras community. The research method used is qualitative with a descriptive approach, involving five informants consisting of community leaders, coconut entrepreneurs, and the general public. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews and documentation, which were then analyzed using a thematic approach. The results of the study show that almost all parts of the coconut tree can be optimally utilized, including the fruit, leaves, trunk, and husk. The coconut fruit is processed into coconut milk, oil, jelly, and nata de coco, while the husk and coconut shells are used as fuel, crafts, and eco-friendly briquettes. These processed products are not only used for household needs and traditional ceremonies but also marketed outside the region and exported to neighboring countries. This indicates that coconut plays a strategic role in supporting the community's economy and preserving local culture. The challenges faced include limited technology, aging coconut trees, and minimal government support. Therefore, strategies for developing coconut-based businesses through technological innovation, digital marketing, and strengthening farmer group institutions are essential.