Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Pembinaan Kepribadian Dalam Perubahan Perilaku Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang Maulana Arief Farhan; Moh. Amin Tohari
Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik Vol. 1 No. 2 (2024): April : Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/demokrasi.v1i2.94

Abstract

The purpose of this research is to determine the coaching pattern of the Special Development Institute for Class I Children in Tangerang, to find out the factors that influence changes in children's behavior in dealing with the law, to find out changes in children's behavior in dealing with the law at the Special Development Institute for Class I Children in Tangerang. Children in conflict with the law are children who are in conflict with the law, children who are victims of the law and children who are witnesses to criminal acts. This research uses a qualitative approach with a descriptive approach. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. The number of informants was ten people, including five supervisors of the Class I Special Development Institute for Children in Tangerang and five informants from correctional students. Determining informants using purposive sampling and testing the validity of the data using data triangulation. From the results of this research, it was found that the factors that cause children to encounter the law include social factors, lack of parental supervision, and economic factors. The coaching pattern includes personality coaching. The results of this research include personality development which has a positive impact on changing the behavior of correctional students in institutions in the form of increasing religious skills and increasing knowledge in formal education.
RESILIENSI DIRI PADA ANAK PASCA KEHILANGAN SEORANG AYAH AKIBAT COVID-19 (STUDI KASUS DI KELURAHAN CEMPAKA PUTIH KECAMATAN CIPUTAT TIMUR KOTA TANGERANG SELATAN) Faradibba Maiwa Radika Nur Ramadhan; Moh. Amin Tohari; Ati Kusmawati
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan bencana non alam yang berdampak pada kematian orang-orang yang dicintai, termasuk orang tua. Kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam kehidupan untuk selama-lamanya berdampak besar terhadap kelangsungan hidup orang yang ditinggalkan. Terlebih pada seorang anak yang harus kehilangan sosok ayah dalam kehidupannya akibat Covid-19. Kondisi ini akan menyebabkan anak menjadi stres, sedih, berduka, terkejut hingga emosional yang tidak terkendali. Hal ini mengharuskan anak untuk dapat bangkit yang disebut sebagai resiliensi. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui resiliensi diri pada anak pasca kehilangan seorang ayah akibat Covid-19. Grand Theory yang digunakan yaitu Teori Resiliensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Infroman penelitian ini terdiri dari 8 orang yang terbagi menjadi informan kunci (4 orang) dan informan pendukung (4 orang), dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan analisis data menggunakan triangulasi sumber. Didapatkan hasil penelitian bahwa kondisi anak pasca kehilangan seorang ayah akibat Covid-19 mengalami sedih, berduka, terkejut, bingung, mudah marah, emosional tidak terkontrol dan mengalami penurunan prestasi di sekolah. Dengan terjadinya hal ini, resiliensi yang terbangun pada anak melalui tujuh komponen resiliensi, yaitu Regulasi Emosi (mampu untuk bersikap tenang dan fokus pada pemecahan masalah), Pengendalian Impuls (mampu mengendalikan sikap emosional dengan berbagai cara), Optimisme (memiliki keyakinan untuk dapat bangkit), Empati (mendapatkan berbagai dukungan yang didapatkan dari orang lain), Analisis Kausal (mampu memahami penyebab masalah terjadi), Efikasi Diri (memiliki komitmen bangkit dari masalah melalui berbagai cara yang diyakininya), dan Reaching Out (mampu mengambil sisi positif dari masalah yang terjadi). Dari ketujuh komponen tersebut tergambar bahwa komponen yang memiliki keterikatan yang besar terhadap proses resiliensi anak, yaitu pada komponen regulasi emosi, analisis kausal, efikasi diri dan reaching out.   Kata kunci: Resiliensi Diri, Anak, Covid-19