KHIDMAT SOSIAL
Vol 3, No 1 (2022)

RESILIENSI DIRI PADA ANAK PASCA KEHILANGAN SEORANG AYAH AKIBAT COVID-19 (STUDI KASUS DI KELURAHAN CEMPAKA PUTIH KECAMATAN CIPUTAT TIMUR KOTA TANGERANG SELATAN)

Faradibba Maiwa Radika Nur Ramadhan (Universitas Muhammadiyah Jakarta)
Moh. Amin Tohari (Universitas Muhammadiyah Jakarta)
Ati Kusmawati (Universitas Muhammadiyah Jakarta)



Article Info

Publish Date
16 Nov 2022

Abstract

Covid-19 merupakan bencana non alam yang berdampak pada kematian orang-orang yang dicintai, termasuk orang tua. Kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam kehidupan untuk selama-lamanya berdampak besar terhadap kelangsungan hidup orang yang ditinggalkan. Terlebih pada seorang anak yang harus kehilangan sosok ayah dalam kehidupannya akibat Covid-19. Kondisi ini akan menyebabkan anak menjadi stres, sedih, berduka, terkejut hingga emosional yang tidak terkendali. Hal ini mengharuskan anak untuk dapat bangkit yang disebut sebagai resiliensi. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui resiliensi diri pada anak pasca kehilangan seorang ayah akibat Covid-19. Grand Theory yang digunakan yaitu Teori Resiliensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Infroman penelitian ini terdiri dari 8 orang yang terbagi menjadi informan kunci (4 orang) dan informan pendukung (4 orang), dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan analisis data menggunakan triangulasi sumber. Didapatkan hasil penelitian bahwa kondisi anak pasca kehilangan seorang ayah akibat Covid-19 mengalami sedih, berduka, terkejut, bingung, mudah marah, emosional tidak terkontrol dan mengalami penurunan prestasi di sekolah. Dengan terjadinya hal ini, resiliensi yang terbangun pada anak melalui tujuh komponen resiliensi, yaitu Regulasi Emosi (mampu untuk bersikap tenang dan fokus pada pemecahan masalah), Pengendalian Impuls (mampu mengendalikan sikap emosional dengan berbagai cara), Optimisme (memiliki keyakinan untuk dapat bangkit), Empati (mendapatkan berbagai dukungan yang didapatkan dari orang lain), Analisis Kausal (mampu memahami penyebab masalah terjadi), Efikasi Diri (memiliki komitmen bangkit dari masalah melalui berbagai cara yang diyakininya), dan Reaching Out (mampu mengambil sisi positif dari masalah yang terjadi). Dari ketujuh komponen tersebut tergambar bahwa komponen yang memiliki keterikatan yang besar terhadap proses resiliensi anak, yaitu pada komponen regulasi emosi, analisis kausal, efikasi diri dan reaching out.   Kata kunci: Resiliensi Diri, Anak, Covid-19

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

khidmatsosial

Publisher

Subject

Humanities Education Environmental Science Social Sciences

Description

Khidmat Sosial: Journal of Social Work and Social Service carries original and full-length articles that reflect the latest research and developments in both theoretical and practical aspects of social work in various countiers in Asian. The journal is published in online versions. The online ...