p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ABDIMAS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PENDIDIKAN KESEHATAN METODE STORYTELLING TERHADAP PERSONAL HYGIENE ANAK BALITA SUKU ANAK DALAM listautin; Asmeriyani; Rosdawati
ABDIMAS Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v1i1.13

Abstract

Kesenjangan kondisi kesehatan masyarakat di daerah terpencil menarik perhatian Negara maupun publik dengan terbitnya banyak laporan mengenai anak-anak yang tumbuh kembangnya terhambat dan menderita gizi buruk. Beberapa kajian bahwa masih rendahnya capaian indikator perilaku bersih dan sehat (PHBS). Tujuan pengabdian masyarakat adalah melihat keefektifan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan metode storytelling terhadap personal hygiene. Metode yang digunakan dalam Pendidikan Kesehatan ini berbasis audiovisual (video) dan animasi kartun. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan pre test dan post test. Pendidikan kesehatan dilakukan di Desa Jelutih Sungai Terap Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Peserta Pendidikan Kesehatan sebanyak 28 anak balita Suku Anak Dalam. Analisis Kuesioner di olah dalam bentuk Tabulating, disusun dan disajikan dalam diagram atau grafik. Penilaian personal hygiene dengan memberi skor Baik = 1, tidak baik = 0. Hasil pre test dari 28 anak balita, seluruhnya (100%) anak balita Suku Anak Dalam memiliki personal hygiene kulit, tangan dan kuku, mencuci tangan kategori tidak baik. Sedangkan post test personal hygiene kulit kategori baik 9 balita (32,1%). personal hygiene tangan dan kuku kategori baik sebanyak 16 balita (57,1%). personal hygiene rambut kategori baik 19 balita (67,9%), dan personal hygiene mencuci tangan dengan benar sebanyak 20 balita (71,4%). Di sarankan pengabdian masyarakat lanjutan dalam waktu dan interval yang cukup sehingga dapat mewujudkan personal hygiene dengan baik dan secara berkesinambungan. Bagi instansi terkait seperti puskesmas, diharapkan dapat memberikan pendidikan dan pemantauan secara berkala tentang aplikasi personal hygiene karena sangat perlukan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat mencegah penyakit atau keluhan kesehatan yang berhubungan dengan personal hygiene.
EDUKASI PENANGANAN KEGAWATDARURATAN KEJANG DEMAM PADA ANAK DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA KUMPEH Suryati; Asmeriyani
ABDIMAS Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v1i2.18

Abstract

Kejang demam merupakan kejang yang terjadi karena rangsangan demam,tanpa proses infeksi intrakranial. Angka kejadian kejang demam di Indonesia pada tahun 2018 adalah 22.2%. Sekitar 25-50% anak kejang demam mengalami bangkitan kejang demam berulang. Kejang demam merupakan kejadian kegawatdaruratan. Keadaan kegawatdaruratan adalah suatu keadaan dimana korban akan mengalami kecacatan atau bahkan kematian, bila tidak mendapatkan pertolongan dengan segera. Pengetahuan masyarakat tentang penanganan kegawatdaruratan penyakit sangat diperlukan agar masyarakat sehingga dapat menimbulkan perilaku yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi. Kompliksi yang dapat terjadi berupa menurunnya IQ, epilepsi dan kematian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada anak. Metode kegiatan berbentuk penyuluhan kesehatan dengan sasaran ibu-ibu bayi dan balita yang datang ke Posyandu Sakean wilayah kerja Puseksmas Muara Kumpeh. Kegiatan dilaksanakan pada hari senin 21 Agustus 2023. Berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan kuesioner diperoleh rata-rata scor pengetahuan sebelum penyuluhan adalah 63 dan setelah pemberian penyuluhan menjadi 86. Perlunya meningkatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan kegawatdaruratan penyakit yang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat untuk menghindari terjadinya komplikasi yang tidak diharapkan