p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ABDIMAS ARUMAS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PENDIDIKAN KESEHATAN METODE STORYTELLING TERHADAP PERSONAL HYGIENE ANAK BALITA SUKU ANAK DALAM listautin; Asmeriyani; Rosdawati
ABDIMAS Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v1i1.13

Abstract

Kesenjangan kondisi kesehatan masyarakat di daerah terpencil menarik perhatian Negara maupun publik dengan terbitnya banyak laporan mengenai anak-anak yang tumbuh kembangnya terhambat dan menderita gizi buruk. Beberapa kajian bahwa masih rendahnya capaian indikator perilaku bersih dan sehat (PHBS). Tujuan pengabdian masyarakat adalah melihat keefektifan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan metode storytelling terhadap personal hygiene. Metode yang digunakan dalam Pendidikan Kesehatan ini berbasis audiovisual (video) dan animasi kartun. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan pre test dan post test. Pendidikan kesehatan dilakukan di Desa Jelutih Sungai Terap Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Peserta Pendidikan Kesehatan sebanyak 28 anak balita Suku Anak Dalam. Analisis Kuesioner di olah dalam bentuk Tabulating, disusun dan disajikan dalam diagram atau grafik. Penilaian personal hygiene dengan memberi skor Baik = 1, tidak baik = 0. Hasil pre test dari 28 anak balita, seluruhnya (100%) anak balita Suku Anak Dalam memiliki personal hygiene kulit, tangan dan kuku, mencuci tangan kategori tidak baik. Sedangkan post test personal hygiene kulit kategori baik 9 balita (32,1%). personal hygiene tangan dan kuku kategori baik sebanyak 16 balita (57,1%). personal hygiene rambut kategori baik 19 balita (67,9%), dan personal hygiene mencuci tangan dengan benar sebanyak 20 balita (71,4%). Di sarankan pengabdian masyarakat lanjutan dalam waktu dan interval yang cukup sehingga dapat mewujudkan personal hygiene dengan baik dan secara berkesinambungan. Bagi instansi terkait seperti puskesmas, diharapkan dapat memberikan pendidikan dan pemantauan secara berkala tentang aplikasi personal hygiene karena sangat perlukan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat mencegah penyakit atau keluhan kesehatan yang berhubungan dengan personal hygiene.
Analisis Implementasi Mekanisme Pengendalian Mutu dan Pencegahan Fraud dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia (Periode 2020-2025) : Tinjauan Literatur Taufik, Anvika; Rosdawati; alhamda, syukra
ARUMAS Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Administrasi Rumah Sakit
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/ars.v3i1.128

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan telah menjadikan Indonesia sebagai sorotan dunia karena cakupannya yang sangat luas. Selama periode 2020-2025, program ini menghadapi masalah yang berat yaitu menjaga agar layanan kesehatan tetap berkualitas di tengah dana yang terbatas, sekaligus mencegah kebocoran dana akibat kecurangan (fraud). Tujuan;Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan tinjauan literatur yang komprehensif terhadap studi empiris, analisis kebijakan, dan laporan evaluasi yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan literatur, yaitu dengan melakukan kajian dan studi terhadap artikel jurnal ilmiah berdasarkan penelusuran dari mensintesis data dari basis data Google Scholar, dan Portal Garuda dalam kurun waktu 2020 hingga 2025. Penelusuran artikel jurnal ilmiah menggunakan kata kunci “JKN ”, “BPJS kesehatan”, “Kendali mutu”, dan ”fraud layanan kesehatan” Hasil:Setelah melewati penelurusan dan melalui kriteria inklusi dan eksklusi, ditemukan 11 artikel jurnal ilmiah. Hasilnya menunjukkan bahwa Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) serta panduan klinis (Clinical pathway), belum kuat karena kurangnya wewenang dan akses data. Di sisi lain, para pelaku kecurangan makin canggih dengan modus digital seperti upcoding dan phantom billing. Temuan lain adalah upaya pencegahan fraud justru sering menahan pembayaran klaim (pending claim). Akibatnya, arus kas rumah sakit terganggu dan pelayanan pasien jadi korbannya. Studi ini menyarankan agar sistem kendali mutu dan anti-fraud tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan disatukan dalam sistem digital yang canggih. Kesimpulan: Kepatuhan dokter pada standar layanan (Clinical pathway) masih rendah dikarenakanTim Anti-Fraud di RS seringkali tidak kuat karena konflik kepentingan.Pencegahan fraud yang kaku malah menciptakan masalah baru (pending claim) yang merugikan pasien. Kata kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, BPJS Kesehatan, Kendali Mutu, Fraud