Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Alopesia Androgenetik: Mengenali Manifestasi Klinis Hingga Tatalaksana Asvini Darmaningrat; Surya Ari; Suci Lousiana; Nurhidayati Nurhidayati
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 2 (2022): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alopesia androgenetik (AAG) merupakan kondisi kerontokan rambut progesif yang menjadi penyebab umum pasien datang berkonsultasi terkait masalah rambut. AAG ditandai dengan miniaturisasi rambut dan distribusi kerontokan rambut yang khas. Predisposisi genetik dan hormon androgen disebutkan sebagai etiologi yang mendasari AAG. AAG mempengaruhi hampir 50% populasi pria maupun wanita. Meskipun AAG merupakan kondisi yang umum terjadi, namun pilihan terapi yang direkomendasikan masih terbatas. Terapi farmakologi dengan finasteride dan minoxidil hingga saat ini masih menjadi pilihan. Terapi non farmakologi AAG berupa terapi sinar dan transplantasi rambut. Kondisi AAG dapat menimbulkan tekanan psikologis dan rasa tidak percaya diri pada penderitanya.
Giant Cell Tumor: Pathogenesis and Clinical Manifestation Adinda Ilsa Maulida; Ali Ramzi; Amrullah Muliawan H; Baiq Ghassani Kayla; Clara Nadila; Dinda Salsabila; Febbi Anggy; Herodya Lajunee Fesmia; Jihan Alifa Rahma; Trisna Ayu Kurnia Putri; Wina Aryslia Fakar; Zulfa Hasyimiyyah Ihtisyam; Nurhidayati Nurhidayati
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i4b.5831

Abstract

A giant cell tumor of bone (GCTB) as known as a benign bone tumor (neoplasm) is aggressive locally and frequently recurs, and it is characterized by the growth of mononuclear stromal cells and datia cells that resemble osteoclasts. GCTB has varying incidence rates and has been shown to have high mortality. GCTB patients have several treatment options, but the majority of patients still experience recurrence and even metastasis to other organs. This literature review aims to explain more deeply about Giant Cell Tumor (GCT) starting from the definition, etiology, epidemiology, pathogenesis, clinical manifestations and treatment options so that patients get a better prognosis. This literature review was conducted using the keywords "Giant Cell Tumor AND pathogenesis AND clinical manifestation" from PubMed dan Google Scholar. The results of the literature review carried out are that the molecular and biological pathogenesis of GCTB consists of 4 processes, namely tumorigenesis of neoplastic mononuclear stromal cells, generation of reactive multinucleated giant cells, bone resorption/migration, and bone matrix remodeling for angiogenesis, invasiveness, and metastasis. Besides, the histological picture of GCTB contains "reactive" osteoclasts such as multinucleated giant cells (Giant Cells/GC), round cells such as macrophages and spindle stromal cells such as "neoplastic" fibroblasts (mononuclear stromal cells/SC) which are important findings in establishing the diagnosis. In conclusion, staging and management are very important to produce a better prognosis and reduce recurrence rates in GCTB patients.
Faktor Resiko Ibu terhadap Kelahiran Anak dengan Labiopalatognatoschizis (Cacat Sumbing): Literature Review Muhammad Ali Adriyansyah; Nurhidayati Nurhidayati
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.120

Abstract

Labiopalatognatoschizis atau cacat sumbing merupakan kelanan bawaan yang paling umum terjadi di area orofasial. Berbagai faktor risiko dapat menjadi pemicu terjadinya cacat sumbing khususnya genetik dan lingkungan yang berkaitan dengan ibu hamil. Artikel ini bertujuan untuk meninjau kembali faktor resiko yang dapat mempengaruhi kondisi sumbing pada janin terutama dari faktor resikor ibu untuk mencegah terjadinya kelahiran dengan cacat sumbing. Pencarian literatur dengan kata kunci yang sesuai dilakukan pada database PubMed. Sebanyak empat artikel memenuhi kriteria eligibilitas yang akan dilanjutkan peninjauan lebih lanjut. Tinjauan terhadap empat artikel ini menunjukan bahwa faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cacat sumbing adalah, konsumsi multivitamin yang berlebihan pada awal kehamilan, Ibu yang merokok aktif atau pasif, serta ibu yang memiliki riwayat masalah metabolism seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi pada masa kehamilan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan anak dengan cacat sumbing. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk meninjau lebih luas lagi terkait faktor resiko terjadinya cacat sumbing pada janin.
Augmented Reality dan Inkuiri: Solusi Baru untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Alfina Alfina; Hesty Febrian Widyana; A. Farmozi Zain; Edy Herianto; Nurhidayati Nurhidayati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.3687

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan esensial dalam pendidikan abad ke-21 yang harus dikembangkan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran inkuiri yang dipadukan dengan media flash card berbasis augmented reality (AR) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain pretest-posttest control group, melibatkan dua kelas IV di SDN Galang Bulan. Satu kelas sebagai kelompok eksperimen menggunakan model inkuiri dan media flash card AR, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan ANOVA dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan model inkuiri berbantuan AR terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa (p = 0,008 < 0,05). Temuan ini merekomendasikan integrasi teknologi berbasis AR dengan pendekatan pembelajaran aktif sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang mendalam, interaktif, dan relevan.
PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN GOOGLE SITES TERHADAP KEMAMPUAN KOLABORASI DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA Nurhidayati Nurhidayati; Syafruddin Syafruddin; Lalu Sumardi
Daiwi Widya Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v13i1.2896

Abstract

Rendahnya kemampuan kolaborasi dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa sekolah dasar menjadi permasalahan mendesak di era pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Google Sites terhadap kemampuan kolaborasi dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V SDIT Anak Sholeh 2 Mataram. Desain penelitian menggunakan quasi-experiment dengan pola pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 58 siswa yang terbagi atas kelas eksperimen (n=29) dan kelas kontrol (n=29). Data kemampuan kolaborasi dikumpulkan melalui lembar observasi berbasis indikator Johnson & Johnson (2009), sedangkan hasil belajar diukur menggunakan tes pilihan ganda berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) level C4–C6. Analisis data menggunakan ANCOVA dan MANCOVA berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Model Problem Based Learning berbantuan Google Sites berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kolaborasi, dengan selisih rerata posttest kelas eksperimen (86,63) dan kontrol (64,64) sebesar 22,00 poin; (2) Model Problem Based Learning berbantuan Google Sites berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila, dengan selisih rerata posttest kelas eksperimen (82,03) dan kontrol (71,72) sebesar 10,31 poin; dan (3) terdapat pengaruh yang sangat signifikan secara simultan terhadap kedua variabel tersebut. Integrasi PBL dengan media berbasis web terbukti efektif meningkatkan kompetensi afektif dan kognitif siswa sekolah dasar secara holistik.
Dinamika Epidemiologi Demam Berdarah Dengue dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat: Tren Satu Dekade dan Variabilitas Iklim di Nusa Tenggara Barat Eva Hikmatul Damayanti; Nurhidayati Nurhidayati; Deasy Irawati; Marisa Syavitri
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25916

Abstract

ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever remains a pressing public health concern in tropical regions, although the influence of climatic factors varies across local settings. This study aims to describe the epidemiological patterns of dengue over a ten-year period in West Nusa Tenggara (NTB), Indonesia, and to examine its association with climate variability. Secondary annual data from 2015 to 2024 were analyzed, including dengue incidence, mortality, and case fatality rate (CFR), along with meteorological indicators such as average and maximum temperature, relative humidity, rainfall, number of rainy days, and duration of sunshine. Descriptive statistics were performed, followed by simple linear regression to explore potential relationships. Time series modeling was applied to assess predictive capacity. Dengue incidence ranged from 10.7 to 88.9 per 100,000 population (mean 51.7/100,000), with CFR consistently below 2%. Annual variations coincided with major disruptive events, including the 2018 earthquake and the COVID-19 pandemic. Linear regression analysis demonstrated consistent patterns: relative humidity showed a positive association with incidence (B ≈ +9.8, R² up to 0.45, p = 0.071 when pandemic years were excluded), whereas average temperature and sunshine duration exhibited inverse relationships. Rainfall and number of rainy days showed weak and inconsistent associations. Time series analysis using Holt’s exponential smoothing captured short-term variability (stationary R² = 0.82) but produced relatively high prediction error (MAPE 44%). In NTB, dengue incidence fluctuates annually and is influenced by climatic variability as well as extraordinary events such as earthquakes and the COVID-19 pandemic. Relative humidity appears to be the most consistent climatic determinant. Time series modeling reflects short-term trends but lacks precision, underscoring the importance of strengthening local surveillance systems. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Climate Variability, Epidemiology, Humidity, West Nusa Tenggara.  ABSTRAK Demam berdarah dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mendesak di wilayah tropis, namun pengaruh iklim bervariasi antar konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan epidemiologi demam berdarah dengue selama satu dekade di Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia, dan mengkaji hubungannya dengan variabilitas iklim. Data tahunan sekunder dari tahun 2015–2024 dianalisis, meliputi insiden demam berdarah, mortalitas, dan tingkat fatalitas kasus (CFR) beserta indikator meteorologi (suhu rata-rata dan maksimum, kelembapan relatif, curah hujan, hari hujan, dan durasi sinar matahari). Statistik deskriptif dilakukan, dilanjutkan dengan regresi linier sederhana untuk mengeksplorasi hubungan. Pemodelan deret waktu diterapkan untuk menilai potensi prediktif. Insiden dengue berkisar antara 10,7 dan 88,9 per 100.000 penduduk (rata-rata 51,7/100.000), dengan CFR secara konsisten di bawah 2%. Fluktuasi tahunan bertepatan dengan peristiwa anomali seperti gempa bumi tahun 2018 dan pandemi COVID-19. Regresi linier menunjukkan tren yang konsisten: kelembapan relatif berkorelasi positif dengan insiden (B ≈ +9,8, R² hingga 0,45, p = 0,071 ketika tahun pandemi tidak termasuk), sementara suhu rata-rata dan durasi sinar matahari berkorelasi terbalik. Curah hujan dan hari hujan memberikan kontribusi asosiasi yang lemah dan tidak konsisten. Analisis deret waktu (pemulusan eksponensial Holt) menangkap variabilitas jangka pendek (R² stasioner = 0,82) tetapi menunjukkan kesalahan prediksi yang tinggi (MAPE 44%). Di NTB, insiden demam berdarah berfluktuasi setiap tahun, dipengaruhi oleh variasi iklim serta kejadian luar biasa seperti gempa bumi dan wabah COVID-19. Kelembapan menunjukkan hubungan paling konsisten dengan insiden. Pemodelan deret waktu mencerminkan pola jangka pendek tetapi kurang presisi, sehingga menyoroti pentingnya sistem pengawasan lokal. Kata Kunci: Demam Berdarah, Perubahan Iklim, Epidemiologi, Kelembaban, Nusa Barat Tenggara.