Wardatul Karomah
Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Nelayan Berbasis Interpreneurship ; Pendampingan Masyarakat Buruh Nelayan Avif Alfiyah; Wardatul Karomah
PARTISIPATORY Vol 1 No 2 (2022): PARTICIPATORY: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI TABAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/paritcipatory.v1i2.1833

Abstract

Nelayan merupakan pekerjaan yang penuh dengan tantangan dan risiko yang sangat tinggi, sehingga modal sosial diperlukan untuk memperkuat hubungan antar nelayan agar selalu bekerja sama dalam setiap aktivitas pelayanan. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau yang bertautan dan terhubung dengan potensi melimpah dalam sumber daya laut dan kaya akan keragaman budaya. Oleh karena itu, aspek modal sosial dibutuhkan untuk memperkuat rasa persatuan komunitas karena modal sosial merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan masyarakat, terutama komunitas nelayan. Di dalam komunitas nelayan, Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, memiliki modal sosial yang mampu memberikan harmoni bagi kehidupan komunitas nelayan. Modal sosial ini menjadi media bagi komunitas nelayan untuk memperkuat persatuan komunitas nelayan di Desa Kranji dalam menghadapi kehidupan, terutama yang terkait dengan layanan perikanan. Dengan modal potensi kelautan yang kita miliki, tidak salah jika itu digunakan sebagai dasar pengembangan ekonomi. Namun, masyarakat pesisir belum mampu mengelola sumber daya laut dengan baik disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat pesisir yang memiliki keterampilan terbatas pada penduduk pesisir. Oleh karena itu diperlukan pelatihan dan pendidikan, pengolahan lingkungan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan masyarakat pesisir. Masyarakat ini mampu mengelola perairan laut selain dari keterampilan dan pelatihan masyarakat pesisir juga akan meliputi pengelolaan perikanan, pengolahan hasil tangkapan dan teknologi kelautan serta pelestarian laut pesisir yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat itu sendiri.
Islamic Education Institutions and Sustainable Inclusive Education: Challenges and Prospects Wardatul Karomah; Rahmat Hariyadi
Global Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 3 (2025): Global Journal of Islamic Education (GAJIE)
Publisher : Magister Programme Of Islamic Education Departement at Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/gajie.v1i03.3880

Abstract

This study aimed to analyze the future of Islamic Religious Education (IRE) institutions in realizing sustainable, inclusive, and Islamic value-based education. The focus was directed to how IRE institutions responded to global dynamics, social challenges, and the need for curriculum and educational management transformation in the modern era. Specifically, the study explored the strategic role of IRE in twenty-first-century education, while also identifying institutional obstacles, opportunities, and directions for reform. The method employed was library research with a descriptive qualitative approach, using scientific literature, reputable journals, academic books, and educational policy documents, which were analyzed through content analysis. The findings indicated that the future of IRE institutions largely depended on their ability to integrate principles of sustainable education, Islamic inclusivity, and adaptive governance. The novelty of this research lay in formulating an integrative and contextual conceptual framework for PAI institutions, making it relevant to twenty-first-century challenges. The results emphasized the urgency of institutional reform so that IRE could support equitable, participatory education rooted in the values of rahmatan lil ‘alamin.
Pendidikan Pranatal Dalam Islam dan Penerapannya Pada Tradisi Budaya Procotan di Pantura Lamongan Jawa Timur Ratih Kusuma Ningtias; Wardatul Karomah; Mukh. Nursikin; Iftitahun Nabilah
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v4i2.4407

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan pranatal dalam Islam dan bagaimana tradisi procotan di Pantura Lamongan berinteraksi dengan ajaran Islam dalam. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan dan mengontraskan pendekatan pendidikan pranatal dalam Islam dan tradisi procotan di Pantura Lamongan. Selain itu, artikel ini akan memberikan rekomendasi bagi keluarga muslim di Pantura dan bisa daerah manapun untuk mengintegrasikan pendidikan pranatal dalam Islam dengan praktik budaya lokal. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan pranatal dalam Islam dan memberikan kontribusi pada studi interdisipliner tentang hubungan antara agama, budaya, dan Pendidikan. Tipe penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data dari wawancara, dokumentasi dan obesrvasi relevan mengenai teori Pendidikan prenatal dan fenomena ritual praktik budaya procotan di Pantura Lamongan dalam kehamilan, persepsi masyarakat terhadap pendidikan pranatal, serta pengaruh media sosial dan teknologi terhadap pendidikan prenatal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan pranatal dalam Islam memiliki relevansi yang kuat dengan tradisi procotan, dengan menciptakan sinergi antara nilai-nilai agama dan praktik budaya lokal. Temuan utama ini menegaskan bahwa pendidikan pranatal tidak hanya berfungsi sebagai transfer informasi, tetapi juga sebagai cara untuk membangun kesadaran komunitas tentang kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menemukan bahwa banyak masyarakat yang mengadopsi elemen-elemen dari ajaran Islam dalam praktik-praktik budaya sehingga menciptakan pendekatan yang lebih holistik terhadap pendidikan pranatal.