Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

A Political Communication Analysis of Prabowo Subianto's First Official Speech Ageng Soeharno; Mohammad Thamrin; Edhi Siswanto
POLITICO Vol. 25 No. 2 (2025): JURNAL POLITICO FISIPOL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/politico.v25i2.4134

Abstract

Political communication is a method used by political figures to convey messages to the public about power, government, and public policy in order to influence their beliefs, behavior, and attitudes toward politics in order to achieve specific political goals. Likewise, for a large country like Indonesia, the political communication of an elected and newly inaugurated president is a highly significant topic of discussion. As a country undergoing a presidential transition, the new president's welcome is likely to be crucial for the continuity of the nation and state within the Unitary State of the Republic of Indonesia. The words spoken by a president at his inauguration are invaluable for his future work plans after his inauguration. Some words carry profound meaning that deserve further study as lessons for all of us, so that the world knows that these words have significance as a president's work plan and work patterns in leading this great nation. Thus, the continuity of national life can be seen in President Prabowo Subianto's inaugural speech. Essentially, if we examine the speech closely, we will find many ambiguous sentences that require further study. In this article, all these ambiguous sentences will be studied and examined further so that their meaning is clear.
Easily English Sentences Understanding by the Syntax Method in Class XI A of SMA Muhammadiyah 3 Jember Ageng Soeharno; Mohammad Thamrin; Edhi Siswanto; Achmad Syahfrudin Zulkarnnaeni
Journal Of Humanities Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Humanities Community Empowerment
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jhce.v3i4.4681

Abstract

In this training, students are guided to understand sentences using the syntax method. Syntax is a framework of rules that describes how all well-structured sentences in a language can be generated from basic components (morphemes, words, and parts of speech). The depiction of the sentence construction framework here uses the Backus-Naur Form technique. Backus–Naur Form (BNF) is a formal metalanguage used to structure the syntax and rules of programming languages. Created in the late 1950s by American computer scientist John Backus, BNF serves as a regular notation that helps developers ensure that the code they write follows a specific set of rules, similar to grammar guidelines for everyday languages. This notation utilizes various symbols, such as square brackets, to indicate defined categories and terms, thus clearly describing the structure of the language. This training was attended by 17 male and female students of SMA Muhammadiyah 3 Jember, involving 4 resource persons. The training took place solemnly, emphasizing a sense of camaraderie to foster positive communication among participants. Evaluation results showed satisfactory results, with students improving their comprehension, spelling, and translation skills.
ANALISIS PENGGUNAAN MARKETPLACE LAZADA DALAM PEMASARAN DIGITAL PRODUK PELANGSING TUBUH DI DEANISYA OFFICIAL STORE INDONESIA Marcellina Deanisya; Ageng Soeharno
Interelasi Humaniora Vol. 1 No. 5 (2025): INTERELASI - Desember
Publisher : BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24716/fp052342

Abstract

Dalam era digital ini, persaingan bisnis semakin sulit dan kompleks, sehingga perusahaan harus memiliki strategi pemasaran yang efektif untuk membedakan diri dari kompetitor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan marketplace Lazada dalam mendukung pemasaran digital produk pelangsing tubuh yang dijual melalui Deanisya Official Store Indonesia. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi strategi pemasaran yang diterapkan agar target penjualan dapat tercapai atau bahkan terlampaui, serta mengidentifikasi strategi bisnis yang efektif dalam menghadapi persaingan di ranah e-commerce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas pemasaran digital di platform Lazada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan fitur promosi, ulasan pelanggan, optimasi konten visual, dan kolaborasi dengan influencer memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan penjualan. Selain itu, strategi bisnis yang adaptif terhadap tren pasar dan perubahan algoritma marketplace menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran yang terintegrasi dengan fitur digital Lazada serta pendekatan bisnis yang responsif terhadap kebutuhan konsumen dapat secara efektif meningkatkan performa penjualan Deanisya Official Store.
Analisis Semiotika dalam Film Bumi Manusia: Representasi Kolonialisme dan Perjuangan Kelas Salsabila Adha Rofifah; Ageng Soeharno
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 3 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v2i3.4756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kolonialisme dan perjuangan kelas dalam film Bumi Manusia (2019) karya Hanung Bramantyo dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer dan mengangkat realitas sosial pada masa penjajahan Hindia-Belanda melalui tokoh utama Minke dan Nyai Ontosoroh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif, serta menyoroti makna tanda-tanda dalam film pada tiga tingkatan: denotatif, konotatif, dan mitologi. Selain itu, teori konflik Ralf Dahrendorf digunakan untuk memperkuat analisis dalam memahami dinamika kekuasaan dan ketimpangan sosial yang muncul dalam narasi film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Bumi Manusia menggambarkan kolonialisme sebagai lebih dari penjajahan fisik. Hal ini juga mencakup dominasi hukum, bahasa, pendidikan, dan budaya yang menindas, terutama terhadap perempuan. Nyai Ontosoroh menjadi simbol perlawanan terhadap patriarki dan kolonialisme. Minke menunjukkan kesadaran kelas dan perjuangan untuk hak-hak dasar. Film ini mengkritik narasi kolonial dan berfungsi sebagai media kritik sosial dan ideologi terhadap struktur kekuasaan kolonial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi visual, studi budaya, serta wacana kritis dalam representasi sejarah melalui media film.
THE INFLUENCE OF LOCAL INDONESIAN CULTURE ON METAPHORICAL EXPRESSIONS ON THE REMARK OF THE MINISTER OF FOREIGN AFFAIRS OF THE REPUBLIC OF INDONESIA ON THE CELEBRATION OF THE 55TH ASEAN ANNIVERSARY JAKARTA 8 AUGUST 2022 Ageng Soeharno; Edhi Siswanto
MEDIAKOM Vol. 6 No. 01 (2022): Mediakom, September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mdk.v6i01.563

Abstract

Indonesia is the biggest archipelago country in the world. As the largest archipelagic country in the world, Indonesia has a variety of regional languages, all of which are regional languages ​​that must be developed for its sustainability. In addition to building the preservation of regional languages, the task of preserving not only the Government but also all components of the nation must work hand in hand in preserving it, along with the incessant influx of foreign cultures coming from abroad. because of the world's free trade, especially in ASEAN. The writing of this research theme is considered important because of the importance of language culture in the world of communication, especially in expressing a political statement delivered by a Minister of Foreign Affairs at the level of Minister of Foreign Affairs in the field of state politics. As a country that has influence in its culture and language, Indonesian is also able to influence English, even though the percentage is small, but it is felt necessary that one day Indonesian will become a serious competitor to English in the world, so the author feels the need to review the influence of Indonesian. towards the English language, especially in relation to its metaphorical culture. This study uses a qualitative method. The data used comes from or is obtained through interviews, field notes, personal notes and other official documents.   Keywords: Culture, idiomatic expression, metaphor.
Peran Humas Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan Paralayang Gunung Menyan, Kalibaru Ailya Asy Syaroofa; Ageng Soeharno
MEDIAKOM Vol. 8 No. 01 (2024): Mediakom, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mdk.v8i01.3585

Abstract

Peran humas dalam meningkatkan daya tarik wisatawan Paralayang Gunung Menyan, Kalibaru. Kemajuan teknologi promosi humas dituntut untuk bisa menggunakan beragam cara baik secara konvensional maupun media digital. Penggunaan media promosi ini membuat pengunjung memiliki gambaran tempat wisata yang akan dikunjungi, semakin menarik makin banyak pula pengunjung yang mendatangi wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti mendeskripsikan atau mengambarkan secara rinci peran humas paralayang gunung menyan kalibaru dalam mengelola promosi wisata supaya lebih dikenal publik. Penyajian informasi dalam penelitian ini berasal dari sumber data yaitu informan yakni pengelola dan humas gunung menyan kalibaru. Penelitian deskriptif memberikan gambaran dan fakta-fakta yang ditemukan saat melakukan penelitian. Hasil dari penelitian ini yaitu Humas wisata Paralayang Gunung Menyan dalam melakukan promosi menggunakan beberapa strategi yaitu: 1). Menggunakan media sosial serta media konvensional dalam mengenalkan wisata Paralayang Gunung Menyan. 2). Melibatkan masyarakat baik atlet maupun komunitas di sekitar daerah wisata. 3). Mengadakan dan terlibat dalam event yang relevan. Strategi yang dilakukan oleh Humas wisata Paralayang efektif dalam memperkenalkan wisata yang terbilang masih baru dan belum memiliki banyak peminat. Mengkolaborasikan Dua metode promosi mampu mengefektifkan kegiatan promosi. Semakin tersebarnya informasi, makin banyak pula peluang masyarakat yang ingin berkunjung. Tidak hanya penggunaan media promosi, Humas wisata Paralayang juga melibatkan masyarakat sekitar mulai dari atlet, aparat desa, dan pengelola wisata. Disamping pengoptimalan promosi dan memanfaatkan sumber daya manusia, Humas juga turut aktif dalam kegiatan atau event-event yang di selenggarakan oleh wisata Paralayang maupun pihak luar. Dengan begitu, publik mampu melihat keaktifan aktivis Paralayang Gunung Menyan.
ANALISIS WACANA KRITIS SIFAT KONSUMERISME DI BULAN RAMADAN PADA IKLAN MARJAN BUDOIN 2025 “CALON ARANG” Fitra Rahmayufa Muhammad; Ageng Soeharno
MEDIAKOM Vol. 9 No. 02 (2026): Mediakom, Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of the commodification of religious and cultural values in Ramadan advertisements, particularly in the Marjan Budoin 2025 advertisement "Calon Arang," indicates a shift in the spiritual meaning of Ramadan toward excessive consumption practices. The advertisement not only presents products as a complement to the celebration, but also normalizes the consumption of branded products as a central part of celebrating the holy month. This study aims to analyze the image of consumption constructed in the Marjan Budoin 2025 advertisement and identify changes in the meaning of Ramadan worship that are shaped into a consumptive lifestyle through visual and narrative elements. This study uses a qualitative approach with Norman Fairclough's critical discourse analysis model. Data were collected through observation and documentation, validated through interviews with experts, and then analyzed based on three dimensions: text structure, discourse production practices, and socio-cultural practices. The results show that the advertisement frames consumption as a symbol of family happiness and emotional recovery, positions Marjan products as an image of spiritual well-being, and reinforces the norm of purchasing products during Ramadan celebrations. This condition indirectly places the value of simplicity as an aspect that is increasingly marginalized in popular culture.