Tri Ulva Chandra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Penulisan Rasm: Telaah I'jaz Rasm Al-Qur'an Perspektif M. Syamlul Almas, Ummy; Tri Ulva Chandra; Wandi Abdul Rojak
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v4i2.248

Abstract

Dalam diskursus dunia akademik kajian tentang Rasm al-Qur’an merupakan kajian yang selalu diperdebatkan baik dalam pola penulisan ataupun bacaannya. Beberapa ulama ada yang berpendapat bahwa tulisan rasm menggunakan pola tauqifi dan ada yang berpendapat menggunakan pola taufiqi. Terlepas dari hal itu, tidak banyak orang yang membahas tentang kemukjizatan dibalik perbedaan penulisan rasm, seperti yang ada dalam kaidah-kaidah rasm berupa al-hazf, al-ziyadah, al-hamzah, al-ibdal, al-fashal wa al-washal, dan Fima Fihi Qira’ataini Fakutiba ‘ala Ihdahuma. Salah satu ulama’ yang membahas tentang I’jaz rasm ini adalah Muhammad Syamlul dalam kitabnya yang berjudul I’jaz rasm al-Qur’an wa I’jaz al-Tilawah. Berangkat dari kegelisahan diatas penulis akan meneliti tentang bagaimana legitimasi I’jaz rasm al-Qur’an menurut syamlul dalam kitab I’jaz rasm al-Qur’an wa I’jaz al-Tilawah dan bagaimana contoh-contohnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan (library research) dengan jenis penelitian kualitatif. Tulisan ini bertujuan mengkaji tentang kaidah-kaidah rasm dan I’jaz dibalik perbedaan penulisan rasm dalam kitab Syamlul. Adapun Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan atau pengurangan penulisan suatu lafadz tidaklah semena-mena ataupun kesalahan dari para penulis, melainkan menunjukkan adanya penambahan makna atau ada rahasia dibaliknya. Seperti penulisan pada lafadz الزكوة, pada lafadz الزكوة alif diganti dengan bentuk wawu, sebagaimana kata الصلوة, hal ini bermaksud untuk pengagungan zakat dan infaq di jalan Allah SWT, karena agungnya zakat ini membuat Abu Bakr al-Sidiq pernah memerangi orang yang tidak mau berzakat.
UNSUR PRIMORDIALISME DALAM KISAH NABI MUSA AS DAN DUA LAKI-LAKI YANG BERKELAHI (TELAAH QS. AL-QASAS AYAT 15 ANALISIS INTERPRETASI JORGE J.E. GRACIA) Tri Ulva Chandra; Aldo Marezka Putra
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of writing this article is to review the primordialism that occurs in the story of Musa As' meeting with two people who were fighting and made Musa As accidentally kill someone. This story is summarized in the QS. al-Qasas/28:15. The methodology used in this research is a qualitative method in the nature of a literature review using Jorge J.E. Gracia's hermeneutic interpretation analysis which examines broad aspects of the verse, both from the historical, meaning and implications, thus producing an interpretive function, namely the historical function. , meaning function, and implicative function. The results of this research are first, this verse was revealed as an effort to strengthen the Muslims who were oppressed by the polytheists like Pharaoh who oppressed Moses and his people and also in line with the general condition of Mecca society at that time which still upheld the values of fanaticism. ethnicity and class. Second, through the function of the meaning of the story of Moses in this verse, it is alleged that there is an attitude of primordialism which encouraged Moses to help a man from his people who was fighting, where the man was someone who often caused chaos. Third, the implication function of this story is relevant to multicultural Indonesian society. Apart from having a positive attitude in strengthening solidarity, primordialism is also often the cause of conflict between groups, especially in Indonesia.