Huzaifah
UIN Sunan Kalijaga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontekstualisasi Modern Slavery (Analisis Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman) Huzaifah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 02 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i02.393

Abstract

Modern Slavery (Perbudakan Modern) tersembunyi di depan mata dan sangat terkait dengan kehidupan di setiap sudut dunia. Setiap hari, orang ditipu, dipaksa untuk masuk ke dalam situasi eksploitatif yang tidak dapat mereka tolak atau tinggalkan. Modern slavery memiliki banyak bentuk dan dikenal dengan berbagai nama. Dalam segala bentuknya, praktik tersebut secara sistematis menghilangkan kebebasan seseorang untuk keuntungan personal dan komersial. Praktik modern slavery ini sangat bertentangan dengan nilai Qur’ani. Al-Qur’an mengedepankan kebebasan manusia, dan menghendaki perubahan sosial secara universal dengan memuat ayat-ayat tentang perbudakan. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (library research) dengan metode deskriptif-analitis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontekstualisasi modern slavery kini merupakan lebih berbahaya terhadap humanisme, yakni perbudakan pemikiran, perbudakan ekonomi, kekuasaan, bahkan kemerdekaan suatu negara. Ideal Moral (Pesan moral ) dalam teori double movement Fazlur Rahman dalam memerdekakan budak yaitu memberikan kesetaraan kepada orang lain, membebaskan dari penindasan, dan tidak mengganggu hak asasi manusia dalam bentuk apa pun itu.
Makna Jihad Habib Ja???far sebagai Kontra Narasi Ekstremisme Keagamaan (Analisis Podcast ???Login??? Close the Door) Huzaifah
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 4 No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v4i02.374

Abstract

Narratives of extremism on the digital stage are increasingly massive, these extremist groups utilize various internet platforms and social media to propagate their ideology more widely. For example, the discourse on jihad, which is interpreted as a verse of war, has become one of the causes that trigger acts of violence, intolerance and dehumanization. To counter the narrative of extremism in society, especially the younger generation (who are very familiar with the digital world), a counter-narrative concept is needed to reduce the extremist narrative with creative conveyances that can reach the younger generation. Habib Ja'far with his more inclusive and multicultural preaching on social media, thoroughly brings religious narratives in moderation, tolerance and countering extremist Islamic narratives. The results of this study indicate that the counter-narrative constructed by Habib Ja'far in the meaning of jihad, first, has an inclusive understanding, second, prioritizes tolerance and moderation in religion, and third is anti-fanaticism.