Konstantina Kreuta
Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Gadget Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia Remaja di Jemaat GKI Mahanaim Burere Kreuta, Konstantina; Hutapea , Melina
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2023): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v1i2.85

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak gadget terhadap perkembangan moral anak usia remaja. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode Kualitatif Deskriptif, untuk mendiskripsikan atau menjelaskan peristiwa dan kejadian yang memberikan gambaran yang konkrit. Adapun hasil penelitian yang dicapai yaitu aktivitas guru sekolah minggu pada sudah cukup baik, namun terlihat masih kurang maksimal dalam memberikan motivasi pada anak, dan akan diperbaiki pada aktivitas anak usia 8 – 12 tahun diketahui anak-anak masih ragu dan malu menyampaikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran yang dipelajari sehingga perlu diberikan motivasi dan penguatan sebelum proses pembelajaran agar anak kreatif., Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungannya, orangtuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang masih dalam masa mencari identitas. Kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja. Dalam surat kabar sering kali kita membaca berita tentang perkelahian pelajar, penyebaran narkotika, pemakaian obat bius, minuman keras, penjambret yang dilakukan oleh anak yang berusia belasan tahun, meningkatnya kehamilan di kalangan remaja putri dan lain sebagainya. Hal tersebut adalah merupakan suatu masalah yang dihadapi masyarakat yang kini semakin marak, Oleh karena itu masalah kenakalan remaja seyogyanya mendapatkan perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif, yang titik beratnya untuk terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kenakalan di kalangan remaja.
Kristologi Papua Analisis Kontekstual Yesus Kristus dalam Kebudayaan Lokal Kreuta, Konstantina
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i2.206

Abstract

Kristologi Papua menawarkan perspektif yang kaya dalam memahami Yesus Kristus, dengan pendekatan kontekstual yang relevan bagi masyarakat di Papua. Tujuan dari penulisan ini adalah menganalisis secara mendalam terkait kristologi Papua, kajian kontekstual Yesus Kristus dalam kebudayaan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Proses penelitian melibatkan pemilihan teolog-teolog tertentu dan studi kepustakaan yang difokuskan pada hermeneutik dan kajian teologis. Hasil kajian menunjukkan pentingnya Kristologi kontekstual di Papua dalam meningkatkan kehidupan spiritual dan budaya orang Kristen Papua, membuat iman mereka lebih otentik dan berakar dalam warisan mereka. Kesimpulannya adalah simbolisme lokal memainkan peran penting dalam melestarikan identitas budaya dan memberikan nilai-nilai melalui berbagai bentuk ekspresi, membantu menghubungkan ajaran Yesus Kristus dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Papua dan memperkuat penerimaan serta pemahaman mereka terhadap pesan Injil.
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Contextual Teaching Earning Terhadap Peningkatan Kreativitas Anak Usia 8 – 12 Tahun Persekutuan Anak Dan Remaja Di Jemaat Gki Ebenhaezer Yoka” Kreuta, Konstantina; Gobay, Mika
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v1i4.110

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran berbasis Contextual Teaching Learning dengan melibatkan anak-anak sekolah minggu usia 8 – 12 tahun secara aktif dalam proses penjelajaran ini sehingga anak-anak dapat berkreasi, berkarya, meningkatkan kreativitas mereka. Oleh sebab itu guru sekolah minggu diharapkan dapat membangun sebuah sekolah minggu yang maju dan berkembang, baik dalam segi kualitas maupun kuantitas. Mengajar anak-anak memang tidak mudah, guru harus mengenal gaya belajar anak agar dapat menemukan apa yang menjadi masalah anak di dalam belajar. Apabila guru tidak kreatif dalam mengajar, maka yang terjadiadalah anak akan merasa bosan, malas, jenuh, dan tidak suka mendengarkan firman Tuhan. Apalagi anak-anak sekarang semakin sibuk dengan sekolah, kursus-kursus, dan berbagai kesibukan lainnya, sehingga kegiatan mereka padat sekali. Bisa dibayangkan, jika acara sekolah minggu tidak menarik, mereka mungkin bisa saja merasa “rugi” untuk hadir di sekolah minggu. Jika ini yang terjadi, apa yang bakal terjadi kepada mereka, sementara anak-anak adalah harapan dan generasi masa depan gereja. Dengan melihat fakta yang terjadi di dalam pelayanan sekolah minggu Jemaat GKI Ebenhaezer Yoka, guru kurang memperhatikan kondisi yang terjadi dengan anak-anak sekolah minggu. Ada begitu banyak kendala yang terjadi, baik karena waktu anak lebih banyak untuk kegiatan ekstra kurikuler, waktu yang begitu singkat, pengajaran firman Tuhan tidak terlalu ditekankan, kurangnya bahan ajar, kurangnya kesadaran orang tua untuk mengajak anak ke Sekolah Minggu.
Penginjilan Kontekstual: Membangun Jembatan antara Injil dan Budaya Lokal dalam Pelayanan Gereja di Papua Kreuta, Konstantina
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 2 (2025): Didasko: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Oktober 2025 (Still in Progress
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v5i2.127

Abstract

Contextualised evangelism in Papua aims to build bridges between the gospel and local culture, integrating spiritual values with environmental concerns. This research uses a qualitative approach to explore the challenges and opportunities in adaptive evangelism, as well as its impact on church ministry. The results show that the church can respond to modern challenges by prioritising environmental conservation as part of the evangelistic mission. By incorporating local cultural values and eco-friendly practices, the church is not only a place of worship, but also an agent of social change. The findings confirm that nature conservation is seen as a spiritual responsibility, encouraging congregations to play an active role in environmental programmes. The use of local symbols and traditions in delivering the gospel message creates deep resonance and enhances the relevance of the Christian faith in Papuan society. The conclusions of this study affirm that contextual evangelism in Papua is an innovative model that strengthens the relationship between faith, culture, and social responsibility, so churches can create positive and sustainable impact in local communities.AbstrakPenginjilan kontekstual di Papua bertujuan membangun jembatan antara Injil dan budaya lokal, mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam penginjilan yang adaptif, serta dampaknya terhadap pelayanan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja mampu merespons tantangan modern dengan mengedepankan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari misi penginjilan. Dengan menggabungkan nilai budaya lokal dan praktik eco-friendly, gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga agen perubahan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian alam dipandang sebagai tanggung jawab spiritual, mendorong jemaat untuk berperan aktif dalam program lingkungan. Penggunaan simbol dan tradisi lokal dalam penyampaian pesan Injil menciptakan resonansi yang mendalam dan meningkatkan relevansi iman Kristen di masyarakat Papua. Konklusi dari penelitian ini menegaskan bahwa penginjilan kontekstual di Papua merupakan model inovatif yang memperkuat hubungan antara iman, budaya, dan tanggung jawab sosial, sehingga gereja dapat menciptakan dampak positif dan berkelanjutan dalam komunitas lokal.