Sugar Mill Roll merupakan komponen yang digunakan untuk menggiling tebu untuk diambil saripatinya. Produk ini dibuat dengan spesifikasi material FC 250 dengan pembuatan cetakan menggunakan metode Furan Process sedangkan untuk peleburannya menggunakan tanur kupola yang menggunakan kokas sebagai bahan utamanya. Meletusnya krisis Rusia-Ukraina menyebabkan kenaikan harga komoditas seperti minyak, gas, dan pangan, termasuk juga harga kokas yang diimpor dari Rusia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan kokas impor (variabel 1) dan kokas campuran (variabel 2) terhadap komposisi kimia, metalografi dan kekerasan pada produk sugar mill roll. Perbandingan dari 2 variabel kokas yang digunakan dilakukan dengan 2 kali peleburan tanur kupola yang berbeda. Variabel 1 yaitu peleburan tanur kupola menggunakan 100% kokas impor, variabel 2 yaitu peleburan tanur kupola dengan menggunakan 25% kokas impor dan 75% kokas lokal. Hasil peleburan kemudian diambil sampelnya untuk dilakukan pengujian komposisi, pengujian kekerasan dan pengujian metalografi. Nilai rata-rata kekerasan sampel uji dengan kokas variabel 1 adalah 207 HB sedangkan kokas variabel 2 yaitu 193 HB. Berdasarkan standar JIS G5501, FC 250 memiliki range nilai kekerasan 180-240 HB, yang berarti nilai rata-rata kekerasan kedua variabel kokas masuk ke dalam spesifikasi. Grafit dominan pada sampel benda uji dengan kokas variabel 2 dominan pada grafit pendek dengan persentase 69,62% sedangkan pada sampel benda dari kokas variabel 1 memiliki grafit pendek sebesar 42,85%. Fasa dominan yang terbentuk adalah fasa perlit, dengan persentasi perlit 88% untuk kokas variabel 1 dan 82,75% untuk kokas variabel 2.