Imron Rosyadi
Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REGULASI DIRI SANTRI PENGHAFAL AL-QUR’AN DI PESANTREN AN-NUQTHAH, TANGERANG Badrus Samsul Fata; Imron Rosyadi; Istianah Istianah
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 1 (2024): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i1.630

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan dinamika regulasi diri yang dimiliki santri penghafal al-Qur'an di Pesantren An-Nuqthah, Tangerang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model studi kasus yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nuqthah, Tangerang. Adapun yang menjadi sumber primer penelitian ini adalah informan sebanyak tujuh orang santri penghafal al-Qur'an di Pesantren An-Nuqthah, Tangerang, serta melibatkan para asatidz, orang tua dan santri secara umum di pesantren tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Regulasi diri dalam hafalan al-Qur'an dilakukan dengan strategi perencanaan yang strategis. Motivasi menjadi bagian kunci keberhasilan dalam menghafal. Aspek moral dan etika serta kemampuan menyeleksi dan memanfaatkan lingkungan menjadi krusial dalam proses regulasi diri santri penghafal al-Qur'an di Pesantren An-Nuqthah, Tangerang. 2) Faktor-faktor regulasi diri yang diaplikasikan oleh para santri An-Nuqthah sangat memengaruhi kesejahteraan emosional mereka. Aspek perilaku yang meliputi pengamatan diri (self-observation) berimplikasi terhadap aspek moral, etika, dan penilaian sosial, serta proses penilaian terhadap kemampuan bersosialisasi. Di sisi lain, lingkungan juga memainkan peran penting dengan dukungan yang diberikan oleh orang terdekat santri dalam kehidupan sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa regulasi diri dan kesejahteraan emosional santri penghafal al-Qur'an menjadi krusial dalam proses menghafal al-Qur’an. Sehingga perolehan hafalannya menjadi tercapai secara kualitas, walaupun belum didapatkan maksimal secara kuantitas.
KOMPETENSI TIK BAGI GURU MODEL ICT-CFT UNESCO VERSI 3.0 TAHUN 2018 DAN PROPOSAL BARU PAI DI INDONESIA Imron Rosyadi; Novrizal Novrizal
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.515

Abstract

Artikel ini tentang apa dan bagaimana implementasi ICT-CFT atau Kerangka Kompetensi TIK untuk Guru Versi 3.0 UNESCO tahun 2018 dan juga kendala dan tantangannya sehingga dengan temuan dari penelitian ini dapat dijadikan dasar konsep pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Adapun hasil temuan dari kajian pustaka yaitu proposal PAI di Indoneia; 1) Pendidikan dibangun atas prinsip; kerjasama, koloborasi, dan solidaritas sosial sesama umat manusia. 2.Pembelajaran dengan media berbasis TIK atas kompetensi ICT-CFT UNESCO versi. 3.0. bagi guru.
KESEJAHTERAAN EMOSIONAL SANTRI PENGHAFAL AL-QUR’AN DI PESANTREN AN-NUQTHAH, TANGERANG Badrus Samsul Fata; Imron Rosyadi
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i2.675

Abstract

Artikel ini mengkaji kesejahteraan emosional santri penghafal al-Qur'an di Pesantren An-Nuqthah Tangerang dan dampaknya dalam proses menghafal al-Qur'an. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, riset ini melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap tujuh santri berusia 12-15 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan proses pengkoden dan kategorisasi untuk mengidentifikasi pola-pola utama. Hasil riset menunjukkan bahwa kesejahteraan emosional santri tercermin dalam kemampuan mereka mengenali dan mengelola emosi, memotivasi diri, berempati, dan menjalin hubungan sosial. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan emosional meliputi keseimbangan afek positif dan negatif, strategi koping, dan dukungan sosial. Kesejahteraan emosional yang baik berdampak positif pada efektivitas menghafal al-Qur'an, meningkatkan konsentrasi, ketahanan terhadap stres, dan kualitas hafalan. Riset ini menyimpulkan, kesejahteraan emosional menjadi fondasi kuat bagi santri dalam menghadapi tantangan proses menghafal al-Qur'an, mempengaruhi cara mereka belajar, dan merespons permasalahan yang muncul.