Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berkelanjutan Berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Kejulasi, Agam, Sumatera Barat Virtuous Setyaka; Apriwan Apriwan; Rifki Dermawan; Reisya Amalia Murfi; Thoriq Giffan Aditya; Andrezal Andrezal
Warta Pengabdian Andalas Vol 30 No 4 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.30.4.668-676.2023

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) as business units in the community's economic activities must survive in the global economy. The demand in the dynamics of the global economy is the presence of sustainable products following the Sustainable Development Goals (SDGs) as a circular economy. It is necessary to strengthen the capacity of MSMEs to produce sustainable products to survive, especially in the global market with a circular economy that is economically and environmentally beneficial. This study and community service was conducted at one of the MSMEs in Agam, West Sumatra, named Kejulasi. Using the literature study method, field observation, and direct dialogue with the business owner, concluded that Kejulasi is still in the process of producing sustainable products. Beyond investment and technology, Kejulasi requires intervention from the government and academia despite the structural barriers arising from international agreements on trade liberalization. In conclusion, a more extensive initiative from the producer and social groups is needed, especially in forming cooperatives, digitalizing cooperatives, and cooperative-based dairy industry ecosystems that enable them to produce sustainable products and survive in the dynamics of the global economy.
Potensi Karbon Biru Indonesia dalam Diplomasi Iklim: Studi Komparatif Kosta Rika, Seychelles, dan Australia Apriwan Apriwan; Thoriq Giffan Aditya; Sylvana Annisa; Irmanita Safitri
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70836/vwykvx81

Abstract

Indonesia memiliki cadangan karbon biru terbesar di dunia, tetapi potensi ekologis ini belum dioptimalkan sebagai instrumen diplomasi iklim dan masih terbatas pada agenda mitigasi serta perdagangan karbon. Faktor ekonomi memang tidak bisa dihindari secara penuh, tetapi faktor daya ungkit reputasi (reputational leverage) dan kemampuan untuk berdaya di atas ekosistem pesisir sendiri semestinya diletakkan lebih utama bagi Indonesia.  Artikel ini bertujuan mengubah cara pandang Indonesia terhadap potensi karbon birunya sendiri, sekaligus menggeser perspektif internasional terhadap diplomasi iklim negara ini. Pada akhirnya, karbon biru diposisikan sebagai alat diplomasi yang otentik dan berdaya di forum internasional. Menggunakan kerangka environmental diplomacy dan niche diplomacy, kajian ini menerapkan metode studi komparatif terhadap tiga negara yang berhasil mengonversi potensi karbon biru menjadi alat diplomatik, yaitu Kosta Rika, Seychelles, dan Australia.  Hasil kajian menunjukkan bahwa karbon biru belum sepenuhnya berhasil dijadikan leverage diplomatik oleh Indonesia, karena kebijakan yang ada masih berorientasi pada mitigasi domestik dan kepentingan ekonomi, serta belum dikonsolidasikan menjadi identitas diplomasi lingkungan yang koheren. Penelitian ini merekomendasikan Indonesia untuk membangun diplomasi iklim dengan cara membentuk badan jaringan epistemic community berbasis karbon biru, platform digital diplomatik, diversifikasi keterlibatan multilateral sesuai karakter forum, serta identifikasi partner dalam penyediaan pembiayaan dan teknologi.