Abd Azis
STIT Al Ibrohimy Bangkalan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUMANISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM: KONSEPSI PENDIDIKAN RAMAH ANAK Abd. Azis
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.773 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2017.5.1.94-115

Abstract

Bahasa Indonesia:Tulisan ini mendeskripsikan humanisme dalam pendidikan Islam melalui model pembelajaran ramah anak. Melalui kajian literatur diperoleh hasil bahwa konsep pembelajaran ramah anak menjadi penting seiring masih maraknya kekerasan terhadap anak baik di dalam ataupun di luar institusi pendidikan. Dalam model pendidikan ini, pendidikan Islam menjadi katalis untuk mewujudkan humanisasi dalam pendidikan. Konsep ramah anak berupaya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan membuat siswa merasa betah dan nyaman di sekolah. Hal tersebut dapat dilihat dari sikap guru yang ramah terhadap siswa, proses pembelajaran efektif, pengelolaan kelas efektif dan lingkungan belajar kondusif, serta motivasi belajar siswa. Dalam hal internalisasi nilai-nilai keislaman, guru menanamkan sikap sabar dan mampu menjadi teladan bagi siswa, menggunakan metode yang bervariatif, menerapkan pengelolaan kelas yang menyenangkan dan didukung lingkungan belajar yang kondusif. English:This paper describes humanism in Islamic education through child-friendly education model. Literary study results in the importance of such education model along with the increase of violence towards children either in educational institutions or in outside the area. In the child-friendly education, Islamic education is a catalyst to achieve humanism in education.  The education model focuses on creating fun interaction and makes students feeling at home and safe at school. This can be seen from friendly teachers’ attitudes, effective learning processes, effective classroom management, conducive learning environment, and students’ motivation. In terms of Islamic values internalization, teacher cultivates patient attitudes and becomes model for students, implementing variety of learing methods, implementing positive classroom management within conducive learning environment.
INTERNALISASI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI BAGI ANAK USIA DINI DI TK AL AMIN KLAMPIS BANGKALAN Abd Aziz; Nia Indah Purnamasari; Zaini Tamin AR
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 3 No 1 (2021): Inovasi Pembelajaran & Pendidikan Anak
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.252 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v3i1.1273

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam menangani korupsi. Namun, korupsi masih menjadi salah satu problem krusial di negeri ini. Maka, ide menginternalisasikan nilai dan sikap antikorupsi dalam pendidikan adalah langkah responsif. Transformasi sekaligus internalisasi nilai-nilai moralitas, sensibilitas sosial dan tata nilai lainya akan efektif melalui dunia pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis internalisasi pendidikan antikorupsi di TK Al Amin Klampis Bangkalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi sangat berpengaruh terhadap perilaku siswa di TK Al Amin Klampis Bangkalan. Adanya kurikulum pendidikan antikorupsi ini sangat berperan dalam membentuk moral siswa, karena pendidikan antikorupsi menjadikan siswa berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari. Penulis berargumen, bahwa pendidikan antikorupsi dapat dikatakan sebagai pendidikan koreksi budaya yang bertujuan untuk mengenalkan cara berfikir dan nilai-nilai moral kepada peserta didik sejak usia dini.
GENEALOGI CAROK DI MADURA; PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL Abd Azis; Zaini Tamin AR; Muksin
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kaca mata hukum, carok adalah kriminalitas yang harus didera pidana. Dalam perspektif nilai-nilai etika, “tradisi” ini jelas adalah sesuatu yang tercela. Namun, bagi sebagian orang Madura, carok adalah penegakan harga diri dan penyelamatan kehormatan. Penelitian ini berupaya menganalisis genealogi carok pada masyarakat Madura. Dengan metode kualitatif dan kerangka baca fenomenologis dan psikologi sosial, penelitian ini mengungkapkan temuan bahwa: Pertama, bagi masyarakat Madura, carok adalah wujud tanggung jawab individu dan keluarga Madura dalam mengembalikan pranata sosial ke keadaaan semula, setelah dirusak oleh orang lain lewat perbuatan melecehkan dan mempermalukan. Kedua, pelaku mengalami tekanan baik dari dalam diri, lingkungan keluarga maupun lingkungan sosialnya. Hal ini disebabkan karena kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi. Dorongan id yang besar dan tuntutan super ego yang belum terselesaikan, menyebabkan pelaku berada dalam ketidakberdayaan, mengalami keletihan emosi dan kecenderungan pada pribadi yang depresif. Akhirnya, carok menjadi alternatif penyelesaian. Penulis memberikan rekomendasi, antara lain: 1) Perlu upaya revitalisasi untuk menegakkan kembali otoritas dan kewibawaan Negara, terutama dalam mengontrol sumber kekerasaan; 2) Perlu upaya penyadaran pada masyarakat Madura tentang pelaku carok, agar lebih mengedepankan pengekspresian hasrat lewat budi bahasa ketika sedang menghadapi setiap bentuk konflik, terutama yang berpangkal pada pelecehan harga diri.
Psychologicall Well Being pada Anak Usia Dini Pasca Perceraian Orang Tuanya Abd Azis; Luluk Alfiya
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6620

Abstract

Parents have an important role in supporting the success and success of a child, harmonious relationships in the family can influence the growth and development of children, because the family is the only place or natural environment that can educate children well and correctly, the education in question is education physical and spiritual education and can foster a sense of love and affection in their own souls, creating a peaceful family. Parents can give birth to children who have a bright future so they can be successful in the field they want. Parental divorce will have an impact on early childhood development, because they generally still need full love and attention from both parents. A broken family atmosphere can have a negative influence on mental development, because children's personalities generally occur through childhood experiences. This type of research uses observation, interviews, documentation methods and then the data can be attached and described in detail. The general results of this research are that the psychological well-being of young children after their parents' divorce is low in the dimensions of good relationships with other people and the dimension of feeling in the environment.