Josua Jonny Hardianto Banjar Nahor
Mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Islam Sumatera utara Jl. SM. Raja Teladan, Medan (20217)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLIKASI DAN PENGELOLAAN LIMBAH ELEKTRONIK Josua Jonny Hardianto Banjar Nahor
Buletin Utama Teknik Vol 14, No 2 (2019): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap  hari  teknologi  mengalami  perkembangan  yang  sangat  pesat.  Hal  ini  tentunya membuat manusia semakin mengidamankan temuan-temuan baru dari para ahli pengembang teknologi. Manusia ingin segala pekerjaan yang mereka hadapi semakin mudah dalam setiap penyelesaiannya. Barang-barang elektronik menjadi salah satu kemajuan teknologi yang paling berkembang, setiap jamnya para ahli berusaha untuk mengubah dan meng-up grade barang-barang elektronik menuju arah yang lebih sederhana namun memiliki kemampuan yang canggih. Semakin berkembangnya barang elektronik membuat manusia selalu ingin menukar barang elektronik yang sebelumnya sudah dimiliki dengan barang elektronik baru yang lebih canggih dan sederhana. Hal tersebut menyebabkan penumpukan sampah yang biasa disebut dengan Limbah Elektronik (Electronic Waste). Limbah tersebut sangat berbahaya bagi lingkungan manusia dan manusia itu sendiri. Nyatanya limbah elektronik mengandung bahan-bahan berbahaya, yaitui: logam berat (seperti Timbal, Kadmium, Merkuri,  Barium,  Arsenik,  Berilium,  Chromium,  Selenium),  logam  mulia  (seperti  Emas, Perak, Platinum), logam (seperti Tembaga, Aluminium), oksida tahan api (seperti SiO2, Al2O3) dan senyawa Halogenasi (Retardan Api Brominasi seperti Polimer Diphenyl Eter (PBDEs) dan Brom Brominated Biphenyls (PBBs), senyawa terklorinasi seperti Poly Vinyl Chloride (PVC) atau plastik yang mengandung Poli Klorida Biphenyl (PCB) dan Poly Chlorinated Diphenyl Ether (PCDEs). Zat atau kandungan tersebut langsung atau tidak langsung mampu merusak kesehatan manusia dan lingungan sekitar manusia. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk yang disebabkan oleh limbah elektronik, misalnya penanam pohon hingga mengelola limbah elektronik dengan cara tertentu.  Namun  dibutuhkan  dukungan  dari  pihak  terkait  untuk  melancarkan  kegiatan tersebut.