W H Nugrahaningsih
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GUIDED INQUIRY LEARNING BERBANTUAN LEMBAR KERJA PRAKTIKUM SISWA (LKPS) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA PEMBELAJARAN SISTEM GERAK MANUSIA M Oktavianti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa yang menerapkan model Guided Inquiry Learning berbantuan LKPD pada pembelajaran Sistem Gerak Manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi-Experimental menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi yang digunakan adalah siswa SMA Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Grabag dengan sampel penelitian yaitu kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 4. Penelitian dilaksanakan secara daring dengan kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen menggunakan model Guided Inquiry Learning berbantuan LKPS dan kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol dengan metode ceramah interaktif.. Data penelitian diperoleh dari nilai pretest-posttest, praktikum, wawancara, dan angket tanggapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kelas eksperimen dengan N-Gain 0,52 serta 77,14% lulus KKM, sedangkan kelas kontrol dengan N-Gain 0,22 serta 47,22% lulus KKM. Pemahaman konsep siswa berdasarkan nilai posttest pada kelas eksperimen 75,16% dan kelas kontrol 65,21%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Guided Inquiry Learning pada materi Sistem Gerak Manusia dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa SMA N 1 Grabag. Media pembelajaran LKPD yang telah dibuat dapat digunakan kembali dan dikembangkan sesuai dengan materi yang akan dipelajari
STUDI IN SILICO POTENSI SENYAWA BIOAKTIF GEMBILI (Dioscorea esculenta) SEBAGAI LIGAN PADA RESEPTOR G6PD DAN PTPN1 A Malikhana; A Yuniastuti; R Susanti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman gembili (Dioscorea esculenta) memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi dalam pencegahan hingga pengobatan penyakit degeneratif, salah satunya ialah diabetes mellitus. Diabetes mellitus ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikemia) disebabkan oleh kombinasi dua faktor yakni sekresi abnormal insulin dan ketidakmampuan jaringan sensitif insulin untuk merespon insulin dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif tanaman gembili yang berpotensi pada jalur persinyalan antidiabetes melalui studi in silico. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif eksploratif menggunakan database online seperti ChEBI, PubChem, PASS (Prediction of Activity Spectra for Subtances) online, SEA (Similarity Ensemble Approach), SwissTragetPrediction, dan STRING. Gembili memiliki 9 senyawa bioaktif yang berpotensi dalam pengobatan diabetes mellitus yaitu diosgenin, phenol, stigmastanol, furostanol, spirostanol, ergostanol, cholestanol, pregnanol dan 1-feruloyl-sn-glycerol. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara senyawa bioaktif gembili dan protein target melalui KEGG pathways memiliki interaksi yang dekat pada jalur Metabolic pathway dan Insulin resistance. Jalur Metabolic pathway terdapat protein target Glucose-6-phosphate 1-dehydrogenase (G6PD), serta pada jalur Insulin resistance terdapat protein target Tyrosine-protein phosphatase non-receptor type 1 (PTPN1). Senyawa bioaktif yang berperan yakni diosgenin, furostanol, dan 1-feruloyl-sn-glycerol. Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif gembili memiliki aktivitas penghambatan terhadap DPT (Direct Protein Target) pada jalur Metabolic pathway dan Insulin resistance.
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF Moringa oleifera Lam. SEBAGAI ANTIOKSIDAN MELALUI LIGAN PADA MAMMALIAN TARGET OF RAPAMYCIN (mTOR) PATHWAY UNTUK PREDIKSI PENCEGAHAN STUNTING SECARA IN SILICO C Ruriasri; A Yuniastuti; R Susanti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu kondisi malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi, sehingga hal ini dikategorikan sebagai permasalahan gizi yang bersifat kronis. Tanaman Moringa oleifera Lam. memiliki berbagai macam manfaat, kandungan antioksidan pada daunnya merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan. Kelor pada bagian daunnya memiliki nilai gizi yang tinggi kaya akan mineral, vitamin dan fitokimia esensial lainnya. Ekstrak dari daun kelor dapat mengobati kekurangan gizi, dan menambah ASI pada ibu menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif Moringa oleifera sebagai antioksidan melalui ligan pada mammalian target of rapamycin (mTOR) pathway untuk prediksi pencegahan stunting secara in silico. Metode penelitian ini yakni deskriptif eksploratif dengan menggunakan database online Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, PubChem, Prediction of Activity Spectra for Substances Online (PASS), Similarity Ensemble Approach (SEA), SwissTargetPrediction, dan STRING. Tanaman kelor memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu caffeid-acid, kaempferol, quercetin dan tocopherol. Hasil skrining diperoleh jalur pensinyalan antioksidan melalui KEGG pathway mammalian target of rapamycin (mTOR), terdapat 2 protein target yang berperan dalam jalur pensinyalan tersebut yaitu Serine/threonine-protein kinase AKT (AKT1) dan Insulin-like growth factor 1 receptor (IGF1R).
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF Moringa oleifera SEBAGAI ANTIINFLAMASI MELALUI LIGAN PADA TOLL-LIKE RECEPTOR SIGNALING PATHWAY UNTUK PREDIKSI PENCEGAHAN STUNTING SECARA IN SILICO F Kurniawati; A Yuniastuti; R Susanti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi malnutrisi kronis pada balita. Dalam patofisiologi stunting, inflamasi berperan penting dengan menginduksi resistensi growth hormone (GH), meningkatkan kebutuhan nutrisi tubuh dan anemia. Tanaman kelor (Moringa oleifera) bermanfaat menyembuhkan 24 penyakit metabolik kronis diantaranya adalah stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif Moringa oleifera sebagai antiinflamasi melalui ligan pada Toll-like receptor signalling pathway untuk prediksi pencegahan stunting secara in silico. Metode penelitian ini yaitu deskriptif eksploratif dengan menggunakan database online Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, PubChem, PASS Online, SEA, SwissTargetPrediction, dan STRING. Hasil penelitian menunjukkan tanaman kelor mempunyai 6 senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antiinflamasi, yaitu ascorbic-acid, beta-carotene, caffeic-acid, kaempferol, quercetin, tocopherol. Skrining konstruksi network protein target diperoleh jalur pensinyalan antiinflamasi melalui KEGG pathway Toll-like receptor signaling pathway serta terdapat 9 protein target yang berperan dalam jalur pensinyalan tersebut yakni NF-kappa-B essential modulator (IKBKG), Phosphatidylinositol 3-kinase regulatory subunit alpha (PIK3R1), Phosphatidylinositol 4,5-bisphosphate 3-kinase catalytic subunit alpha isoform (PIK3CA), Phosphatidylinositol 4,5-bisphosphate 3-kinase catalytic subunit beta isoform (PIK3CB), Toll-like receptor 4 (TLR4), Mitogen-activated protein kinase 1 (MAPK1), Nuclear factor NF-kappa-B p105 subunit (NFKB1), RAC-alpha serine/threonine-protein kinase (AKT1), Caspase-8 (CASP8). Adapun terdapat 4 senyawa bioaktif kelor yang memiliki interaksi dengan protein tersebut yaitu caffeic-acid, kaempferol, quercetin, dan tocopherol.
STUDI IN SILICO POTENSI SENYAWA BIOAKTIF PADA KAPULAGA JAWA (Amomum compactum) SEBAGAI ANTIINFLAMASI R D Kusumawati; A Yuniastuti; R Susanti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kapulaga jawa (Amomum compactum) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat digunakan dalam pengembangan obat, salah satunya sebagai antiinflamasi. Inflamasi merupakan respon biologis sistem imunitas tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan berupa pecahnya sel mast diikuti dengan pelepasan mediator inflamasi seperti interleukin-6 (IL-6) dan faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif pada kapulaga jawa (Amomum compactum) yang berpotensi sebagai antiinflamasi secara in silico. Metode penelitian dilakukan menggunakan database Dr. Duke’s Phytochemical (untuk mengoleksi senyawa bioaktif pada kapulaga jawa), PubChem (untuk mengunduh struktur ligan senyawa bioaktif) dan PASS (Prediction of Activity Specta for Substance) Online (untuk skrining nilai aktivitas antiinflamasi senyawa bioaktif). Hasil yang diperoleh terdapat 17 senyawa bioaktif yang ditemukan pada tanaman kapulaga jawa (Amomum compactum) tetapi hanya tujuh senyawa yang berpotensi sebagai antiinflamasi dengan nilai potential activity (Pa) lebih dari 0,7 yaitu borneol (Pa 0,869), caryophyllene (Pa 0,745) , camphor (Pa 0,743), D-borneol (Pa 0,869), D-camphor (Pa 0,743), humulene (Pa 0,741) dan humulene epoxide II (Pa 0,823). Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif pada tanaman kapulaga jawa dimungkinkan memiliki potensi sebagai antiinflamasi yang dapat menghambat protein proinflamasi seperti IL- 6 dan TNF-α melalui jalur persinyalan JAK/STAT dan NF-κB.