A Yuniastuti
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KADAR TRIGLISERIDA TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA SETELAH PEMBERIAN PATI UMBI GEMBILI (Dioscorea esculenta L.) C Rahma; A Yuniastuti; W Christijanti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia ditandai dengan kadar kolesterol tinggi yang kemudian dapat memicu terjadinya peningkatan trigliserida. Hal ini disebabkan adanya lemak visceral yang menumpuk dan aktivitas enzim lipoprotein lipase yang menurun akibat dari radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pati umbi gembili terhadap kadar trigliserida pada tikus hiperkolesterolemia. Penelitian ini menggunakan metode acak sederhana yang dibagi menjadi 2 kelompok kontrol (kontrol negatif yang tidak diberi perlakuan dan kontrol positif yang di induksi kolesterol 2% selama 15 hari) serta 3 kelompok perlakuan (kelompok induksi kolesterol 2% dan pati gembili dengan dosis yang berbeda yaitu 100, 150, dan 200 mg/kgBB selama 15 hari). Data dianalisis menggunakan uji one way Anova dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dosis 150 dan 200 mg/kgBB terhadap semua kelompok perlakuan dengan signifikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu 200mg/kgBB pati umbi gembili merupakan dosis terbaik dalam menurunkan kadar trigliserida selama 15 hari.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI PATI UMBI GEMBILI (Dioscorea Esculenta L.) PADA TIKUS HIPERKOLESTROLEMIA D Oktaviani; A Yuniastuti; W Christijanti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan pati umbi gembili pada tikus hiperkolestrolemia. Dalam penelitian ini menggumakan sampel tikus sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok C- (kelompok tikus normal), kelompok C+ (kolesterol 2%), kelompok perlakuan yang diberi kolesterol 2% dan pati umbi gembili dengan dosis yaitu kelompok P1 (dosis 100 mg/kg BB), kelompok P2 (dosis 150 mg/kg BB), kelompok P3 (dosis 200 mg/kg BB). Tikus di induksi kolesterol 2% selama 15 hari, kemudian diberi perlakuan dengan menginjeksikan larutan pati umbi gembili secara oral selama 15 hari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji one way Anova dan uji lanjut LSD. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pati umbi gembili yang optimal dalam meningkatkan aktvitas antioksidan pada dosis 150 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB.
EFEKTIFITAS PATI GEMBILI ( Dioscorea esculenta) TERHADAP KADAR ALT (Alanine Aminotransferase) DAN AST (Aspartate Aminotransferase) PADA TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA I Esther; R Susanti; A Yuniastuti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterol adalah kondisi kadar kolesterol melebihi normal. Hiperkolesterolemia diketahui juga dapat menyebabkan kerusakan sel hati. Efek sitotoksik ini akan menyebabkan nekrosis sentrilobular dengan peningkatan enzim plasma hati aktivitas seperti enzim ALT (Alanine Aminotransferase) dan AST (Aspartate Aminotransferase). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian pati gembili terhadap kadar ALT dan AST pada tikus hiperkolesterolemia. Penelitan ini menggunakan tikus jantan berumur 2-3 bulan dengan berat badan 150 – 180 gr. Tikus di bagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (tidak diberi perlakuan), kontrol positif dan perlakuan diinduksi kolesterol 2% selama 15 hari, kemudian kelompok perlakuan diinduksi pati gembili dosis 100,150 dan 200mg/kgBB selama 40 hari dibagi menjadi 3 periode waktu (time series). Pengukuran absorbsi terhadap aktifitas enzim ALT dan AST dilakukan pada hari ke 12, 26, dan 40 setelah pemberian pati dengan mengukur aktifitas enzim ALT dan AST pada plasma darah. Data dianalisis statistik ANOVA (p<0.05), hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dari setiap kelompok terhadap kontrol negatif, dilanjutkan uji LSD (Least Significantly Different). Kesimpulan penelitian ini adalah senyawa bioaktif dalam pati gembili terbukti memiliki efekivitas menurunkan kadar AST ALT dan dosis yang efektif yaitu dosis 200 mg/kgBB dengan pemberian pati gembili selama 40 hari.
PENGARUH PEMBERIAN PATI UMBI GEMBILI (Dioscorea esculenta) TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL DAN HDL TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA L N Sari; A Yuniastuti; W Christijanti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ateroklerosis disebabkan oleh hiperkolesterolemia, yaitu penyakit gangguan metabolisme kolesterol yang ditandai dengan kadar kolesterol dalam tubuh melebihi batas normal. Keadaan hiperkolesterolemia pada tikus dinyatakan saat kadar kolesterol total dalam darah melebihi 54 mg/dL. Kenaikan kadar kolesterol disertai dengan kenaikan kadar Low Density Lipoprotein, LDL dapat mempersempit pembuluh darah dengan membentuk plak aterosklerosis. Sedangkan HDL (High density lipoprotein) merupakan lemak yang berperan untuk melarutkan kandungan LDL dalam tubuh. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pati umbi gembili terhadap kadar LDL dan HDL pada tikus putih jantan. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 25 ekor tikus jantan berumur 2-3 bulan dengan berat badan antara 150 – 180 gram. Tikus dibagi secara acak menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diberi pakan, kelompok kontrol positif dan 3 kelompok perlakuan induksi pati gembili. Kelompok kontrol positif dan kelompok perlakuan diinduksi kolesterol 2% sebanyak 1 ml selama 15 hari, kemudian 3 kelompok perlakuan masing-masing diinduksi larutan pati gembili dengan kadar yang berbeda yaitu 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB selama 15 hari. Kadar LDL dan HDL diukur pada hari ke-15 dan ke-30 dengan metode indirek/presipitasi. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kadar LDL dan kenaikan kadar HDL yang bermakna pada kelompok perlakuan induksi pati gembili 100 mg/kbBB, 150 mg/kbBB, dan 200 mg/kbBB dengan nilai signifikansi p < 0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pati umbi gembili dapat menurunkan kadar LDL dan menaikan kadar HDL pada tikus hiperkolesterolemia.
EFEK PEMBERIAN PATI GEMBILI (Dioscorea esculenta) TERHADAP WAKTU PERDARAHAN TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA D V A Sari; A Yuniastuti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naiknya kadar kolesterol total dalam darah melebihi 54 mg/dL pada tikus meningkatkan manifestasi penyakit hiperkolesterolemia yaitu pembentukan plak artherosklerosis yang memiliki sifat mudah ruptur dan memicu adanya agregasi platelet, jika berlebihan akan menyebabkan terbentuknya trombus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pati gembili terhadap waktu perdarahan tikus hiperkolesterolemia. Metode yang digunakan adalah metode duke. Hasil uji fitokimia pati gembili mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian laboratorium yang dilakukan pada tikus jantan berumur 2-3 bulan dengan berat badan 120-150 gram. Hewan yang digunakan sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif tidak diberi perlakuan, kontrol positif dan perlakuan diinduksi kolesterol 2% selama 15 hari dan kelompok perlakuan diinduksi pati gembili dosis 100, 150, 200 mg/kgBB selama 28 hari. Pengukuran waktu perdarahan dilakukan pada hari ke- 0, 14, 28. Data dianalisis statistik ANOVA (p<0.05), hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dari setiap kelompok terhadap kontrol negatif, dilanjutkan uji LSD (Least Significantly Different). Kesimpulan penelitian ini adalah senyawa bioaktif dalam pati gembili terbukti memiliki aktivitas memperpanjang waktu perdarahan dan dosis yang efektif untuk meningkatkan waktu perdarahan yaitu dosis 200 mg/kgBB dengan pemberian pati gembili selama 28 hari.
STUDI IN SILICO POTENSI SENYAWA BIOAKTIF GEMBILI (Dioscorea esculenta) SEBAGAI LIGAN PADA RESEPTOR G6PD DAN PTPN1 A Malikhana; A Yuniastuti; R Susanti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman gembili (Dioscorea esculenta) memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi dalam pencegahan hingga pengobatan penyakit degeneratif, salah satunya ialah diabetes mellitus. Diabetes mellitus ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikemia) disebabkan oleh kombinasi dua faktor yakni sekresi abnormal insulin dan ketidakmampuan jaringan sensitif insulin untuk merespon insulin dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif tanaman gembili yang berpotensi pada jalur persinyalan antidiabetes melalui studi in silico. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif eksploratif menggunakan database online seperti ChEBI, PubChem, PASS (Prediction of Activity Spectra for Subtances) online, SEA (Similarity Ensemble Approach), SwissTragetPrediction, dan STRING. Gembili memiliki 9 senyawa bioaktif yang berpotensi dalam pengobatan diabetes mellitus yaitu diosgenin, phenol, stigmastanol, furostanol, spirostanol, ergostanol, cholestanol, pregnanol dan 1-feruloyl-sn-glycerol. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara senyawa bioaktif gembili dan protein target melalui KEGG pathways memiliki interaksi yang dekat pada jalur Metabolic pathway dan Insulin resistance. Jalur Metabolic pathway terdapat protein target Glucose-6-phosphate 1-dehydrogenase (G6PD), serta pada jalur Insulin resistance terdapat protein target Tyrosine-protein phosphatase non-receptor type 1 (PTPN1). Senyawa bioaktif yang berperan yakni diosgenin, furostanol, dan 1-feruloyl-sn-glycerol. Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif gembili memiliki aktivitas penghambatan terhadap DPT (Direct Protein Target) pada jalur Metabolic pathway dan Insulin resistance.
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF Moringa oleifera Lam. SEBAGAI ANTIOKSIDAN MELALUI LIGAN PADA MAMMALIAN TARGET OF RAPAMYCIN (mTOR) PATHWAY UNTUK PREDIKSI PENCEGAHAN STUNTING SECARA IN SILICO C Ruriasri; A Yuniastuti; R Susanti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu kondisi malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi, sehingga hal ini dikategorikan sebagai permasalahan gizi yang bersifat kronis. Tanaman Moringa oleifera Lam. memiliki berbagai macam manfaat, kandungan antioksidan pada daunnya merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan. Kelor pada bagian daunnya memiliki nilai gizi yang tinggi kaya akan mineral, vitamin dan fitokimia esensial lainnya. Ekstrak dari daun kelor dapat mengobati kekurangan gizi, dan menambah ASI pada ibu menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif Moringa oleifera sebagai antioksidan melalui ligan pada mammalian target of rapamycin (mTOR) pathway untuk prediksi pencegahan stunting secara in silico. Metode penelitian ini yakni deskriptif eksploratif dengan menggunakan database online Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, PubChem, Prediction of Activity Spectra for Substances Online (PASS), Similarity Ensemble Approach (SEA), SwissTargetPrediction, dan STRING. Tanaman kelor memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu caffeid-acid, kaempferol, quercetin dan tocopherol. Hasil skrining diperoleh jalur pensinyalan antioksidan melalui KEGG pathway mammalian target of rapamycin (mTOR), terdapat 2 protein target yang berperan dalam jalur pensinyalan tersebut yaitu Serine/threonine-protein kinase AKT (AKT1) dan Insulin-like growth factor 1 receptor (IGF1R).
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF Moringa oleifera SEBAGAI ANTIINFLAMASI MELALUI LIGAN PADA TOLL-LIKE RECEPTOR SIGNALING PATHWAY UNTUK PREDIKSI PENCEGAHAN STUNTING SECARA IN SILICO F Kurniawati; A Yuniastuti; R Susanti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi malnutrisi kronis pada balita. Dalam patofisiologi stunting, inflamasi berperan penting dengan menginduksi resistensi growth hormone (GH), meningkatkan kebutuhan nutrisi tubuh dan anemia. Tanaman kelor (Moringa oleifera) bermanfaat menyembuhkan 24 penyakit metabolik kronis diantaranya adalah stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif Moringa oleifera sebagai antiinflamasi melalui ligan pada Toll-like receptor signalling pathway untuk prediksi pencegahan stunting secara in silico. Metode penelitian ini yaitu deskriptif eksploratif dengan menggunakan database online Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, PubChem, PASS Online, SEA, SwissTargetPrediction, dan STRING. Hasil penelitian menunjukkan tanaman kelor mempunyai 6 senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antiinflamasi, yaitu ascorbic-acid, beta-carotene, caffeic-acid, kaempferol, quercetin, tocopherol. Skrining konstruksi network protein target diperoleh jalur pensinyalan antiinflamasi melalui KEGG pathway Toll-like receptor signaling pathway serta terdapat 9 protein target yang berperan dalam jalur pensinyalan tersebut yakni NF-kappa-B essential modulator (IKBKG), Phosphatidylinositol 3-kinase regulatory subunit alpha (PIK3R1), Phosphatidylinositol 4,5-bisphosphate 3-kinase catalytic subunit alpha isoform (PIK3CA), Phosphatidylinositol 4,5-bisphosphate 3-kinase catalytic subunit beta isoform (PIK3CB), Toll-like receptor 4 (TLR4), Mitogen-activated protein kinase 1 (MAPK1), Nuclear factor NF-kappa-B p105 subunit (NFKB1), RAC-alpha serine/threonine-protein kinase (AKT1), Caspase-8 (CASP8). Adapun terdapat 4 senyawa bioaktif kelor yang memiliki interaksi dengan protein tersebut yaitu caffeic-acid, kaempferol, quercetin, dan tocopherol.
STUDI IN SILICO POTENSI SENYAWA BIOAKTIF PADA KAPULAGA JAWA (Amomum compactum) SEBAGAI ANTIINFLAMASI R D Kusumawati; A Yuniastuti; R Susanti; W H Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kapulaga jawa (Amomum compactum) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat digunakan dalam pengembangan obat, salah satunya sebagai antiinflamasi. Inflamasi merupakan respon biologis sistem imunitas tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan berupa pecahnya sel mast diikuti dengan pelepasan mediator inflamasi seperti interleukin-6 (IL-6) dan faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif pada kapulaga jawa (Amomum compactum) yang berpotensi sebagai antiinflamasi secara in silico. Metode penelitian dilakukan menggunakan database Dr. Duke’s Phytochemical (untuk mengoleksi senyawa bioaktif pada kapulaga jawa), PubChem (untuk mengunduh struktur ligan senyawa bioaktif) dan PASS (Prediction of Activity Specta for Substance) Online (untuk skrining nilai aktivitas antiinflamasi senyawa bioaktif). Hasil yang diperoleh terdapat 17 senyawa bioaktif yang ditemukan pada tanaman kapulaga jawa (Amomum compactum) tetapi hanya tujuh senyawa yang berpotensi sebagai antiinflamasi dengan nilai potential activity (Pa) lebih dari 0,7 yaitu borneol (Pa 0,869), caryophyllene (Pa 0,745) , camphor (Pa 0,743), D-borneol (Pa 0,869), D-camphor (Pa 0,743), humulene (Pa 0,741) dan humulene epoxide II (Pa 0,823). Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif pada tanaman kapulaga jawa dimungkinkan memiliki potensi sebagai antiinflamasi yang dapat menghambat protein proinflamasi seperti IL- 6 dan TNF-α melalui jalur persinyalan JAK/STAT dan NF-κB.
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF TANAMAN Syzygium aromaticum SEBAGAI IMUNOSTIMULAN MELALUI TOLL-LIKE RECEPTOR SIGNALING PATHWAY BERDASARKAN INTERAKSI SENYAWA-PROTEIN SECARA IN SILICO S M Saharani; A Yuniastuti; R Susanti; W H `Nugrahaningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 9 (2021)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan sistem imun pada tubuh dapat meningkatkan risiko terjangkitnya virus SARS-CoV-2. Hal ini dapat dicegah dengan cara meningkatkan sistem imun menggunakan imunostimulan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai imunostimulan adalah tanaman cengkih. Tanaman cengkih mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai imunostimulan yang dapat berperan dalam meningkatkan aktivitas komponen sistem imun tubuh. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penambatan molekuler senyawa bioaktif tanaman cengkih dengan protein target pada jalur pensinyalan imunostimulan secara in silico. Metode penelitian ini deskriptif eksploratif dengan menggunakan software berbasis database online Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, PubChem, PASS (Prediction of Activity Spectra for Substances) Online, SEA (Similarity Ensemble Approach), Swiss Target Prediction, dan STRING. Tanaman cengkih memiliki 9 senyawa yang berpotensi sebagai imunostimulan yaitu beta sitosterol glucoside, campesterol-3-o-beta-d-glucoside, daucusterol, stigmasterol-3-o-beta-d-glucoside, astragalin, beta sitosterol, strictinin, tannins, dan xylose. Hasil skrining diperoleh jalur pensinyalan imunostimulan melalui KEGG pathway TLR (Toll-like receptor) signaling pathway terdapat 5 protein target yang berperan dalam jalur pensinyalan tersebut yakni MAPK8 (Mitogen-activated protein kinase 8), MAPK9 (Mitogen-activated protein kinase 9), MAPK14 (Mitogen-activated protein kinase 14), MAP2K1 (Mitogen-activated protein kinase kinase 1), dan TNF (Tumor Necrosis Factor), serta terdapat 4 senyawa bioaktif yakni beta sitosterol glucoside, daucusterol, stigmasterol-3-o-beta-d-glucoside, dan astragalin yang memiliki interaksi dengan protein target.