Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PEMERINTAH KOTA BANDARLAMPUNG - INDONESIA TERKAIT PERUBAHAN IKLIM PADA 2015-2020 Iwan Sulistyo; Gita Karisma; Indra Jaya Wiranata
JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL INDONESIA Vol 4 No 1 (2022): JHII September 2022
Publisher : Lampung Center for Global Studies (LCGS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhii.v4i1.11

Abstract

Perubahan iklim membawa dampak bencana yang tak terhindarkan bagi tiap wilayah di dunia. Lampung menjadi salah satu daerah yang rawan bencana banjir terutama dapat menjadi kian memburuk akibat perubahan iklim. Artikel ini membahas berbagai potensi bencana di Kota Bandar Lampung dan melihat strategi pemerintah kota dalam mengatasi berbagai potensi bencana. Wawancara dan studi pustaka digunakan sebagai Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Kota Bandarlampung sudah berupaya melakukan berbagai kebijakan adaptasi terhadap perubahan iklim. Pemerintah kota membuat regulasi dan berinvestasi pada isu perubahan iklim. Kebijakan regulasi relevan misalnya tertuang dalam RPJMD Kota Bandar Lampung 2010-2015 dan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2016-2021 (Perda Kota Bandar Lampung No. 09 Tahun 2018). Berbagai bentuk investasi terkait infrastruktur, pemerintah kota telah melakukan pembuatan peta-peta kepadatan penduduk dan lokasi genangan, pengembangan drainase dan sanitasi kota. Penyulingan air (2010 – masih berjalan) kedua, ada program Kampung Hijau, Rencana Induk Pengelolaan Sampah Terpadu,Pendidikan Bahan Ajar Perubahan Iklim di SD dan SMP, Konservasi Air Tanah Melalui Pembuatan Lubang Resapan Biopori, gerakan tanam pohon dan lain lain.
STRATEGI PEMERINTAH KOTA BANDARLAMPUNG - INDONESIA TERKAIT PERUBAHAN IKLIM PADA 2015-2020 Iwan Sulistyo; Gita Karisma; Indra Jaya Wiranata
Jurnal Hubungan Internasional Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022): JHII September 2022
Publisher : Lampung Center for Global Studies (LCGS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhii.v4i1.11

Abstract

Perubahan iklim membawa dampak bencana yang tak terhindarkan bagi tiap wilayah di dunia. Lampung menjadi salah satu daerah yang rawan bencana banjir terutama dapat menjadi kian memburuk akibat perubahan iklim. Artikel ini membahas berbagai potensi bencana di Kota Bandar Lampung dan melihat strategi pemerintah kota dalam mengatasi berbagai potensi bencana. Wawancara dan studi pustaka digunakan sebagai Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Kota Bandarlampung sudah berupaya melakukan berbagai kebijakan adaptasi terhadap perubahan iklim. Pemerintah kota membuat regulasi dan berinvestasi pada isu perubahan iklim. Kebijakan regulasi relevan misalnya tertuang dalam RPJMD Kota Bandar Lampung 2010-2015 dan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2016-2021 (Perda Kota Bandar Lampung No. 09 Tahun 2018). Berbagai bentuk investasi terkait infrastruktur, pemerintah kota telah melakukan pembuatan peta-peta kepadatan penduduk dan lokasi genangan, pengembangan drainase dan sanitasi kota. Penyulingan air (2010 – masih berjalan) kedua, ada program Kampung Hijau, Rencana Induk Pengelolaan Sampah Terpadu,Pendidikan Bahan Ajar Perubahan Iklim di SD dan SMP, Konservasi Air Tanah Melalui Pembuatan Lubang Resapan Biopori, gerakan tanam pohon dan lain lain.
Para-Diplomacy Perspective in Climate Crisis Mitigation: Jakarta’s Local-Global Collaborations for Sustainable Urban Transport and Mobility Luerdi Luerdi; Iwan Sulistyo; Rahayu Lestari; Daffa Al Ghiffari Wahdiat Putra
JOELS: Journal of Election and Leadership Vol. 7 No. 2 (2026): JOELS : Journal of Election and Leadership
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/joels.35296

Abstract

This study aimed to describe how Jakarta’s collaboration with local and global actors took shape in the development of sustainable urban transport and mobility. The climate crisis, seen as a global issue, has instigated the emergence of more actors to address the impacts and mitigate it. The world’s cities have demonstrated their role by adopting sustainable policies and initiating transnational actions. While Jakarta, as a city in the Global South, was also exposed to the global trend toward sustainability, its initiatives to mitigate the climate crisis by developing sustainable urban transport and mobility were overlooked. This study used the qualitative descriptive method with a case study design and the concept of para-diplomacy. The findings show that Jakarta’s local-global collaboration took shape in several initiatives, starting from pedestrian facilities improvement to multi-year mass transport projects. Such collaboration was meant to gradually reduce greenhouse gas emissions, involving various actors like corporations, NGOs, think tanks, and local communities. This study suggests cities, especially those in the developing world, are also willing to catch up by integrating sustainability into local policies, one of which is addressing global problems like the climate crisis with local initiatives. This study presents a perspective that para-diplomacy, emphasizing collaborations across borders, should be perceived as a strategy for mitigating the climate crisis at the local level.
Pengelolaan Sampah Makanan untuk Mendukung Keamanan Lingkungan Global Indra Jaya Wiranata; Gita Karisma; Iwan Sulistyo
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ragom.v2i1.17

Abstract

Penanganan sampah makanan adalah salah satu masalah lingkungan yang sering dihadapi oleh kota-kota di seluruh dunia. Di dunia saat ini, pengelolaan sampah makanan menjadi perhatian penting karena volume sampah makanan yang dihasilkan setiap harinya tinggi. Indonesia adalah negara dengan produksi sampah makanan tertinggi di Asia Tenggara. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan mahasiswa tentang penanganan sampah makanan dengan memaparkan data kondisi faktual produksi sampah makanan dan kerusakan yang diakibatkan. Pengabdian ini menggunakan metode soalisasi dan praktik. Peserta sosialisasi diberikan penyuluhan sekaligus dibimbing untuk praktik membuat eco enzyme. Fokus dari Pengabdian ini adalah bagaimana memanfaatkan sampah organic menjadi eco enzyme yang dapat bermanfaat untuk larutan pembersih cuci piring, menjadi pupuk, dan lainnya. Tim Pengabdian memfasilitasi dan menyediakan bahan bahan yang diperlukan untuk membuat eco enzyme yang terdiri dari gula, air, dan sampah bahan makanan terutama yang organic seperti buah dan sayuran. Pengabdian ini diharapkan memberikan kontribusi positif dalam mengurangi volume sampah makanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Pengabdian ini juga menjadi acuan untuk mengembangkan program pengelolaan sampah makanan di tempat-tempat lain. Hasil pengabdian ini telah memberikan pengetahuan dan kemampuan baru bagi peserta tentang membuat eco enzyme, berikut indicator keberhasilan dan kegagalannya. Peserta juga diperkenankan untuk membawa eco enzyme yang telah mereka buat dalam kegiatan ini.