Siswa tidak melakukan banyak aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan kerja sama adalah masalah dalam penelitian ini. Karena tidak adanya model pembelajaran bervariasi, pembelajaran yang monoton dan satu arah, dan kurangnya aktifitas siswa. Mengatasi masalah ini dapat dicapai dengan menggabungkan model pembelajaran berbasis masalah, nomor kepala bersama, dan permainan tim bersama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menganalisis tindakan guru dan melihat apakah aktivitas siswa telah ditingkatkan, keterampilan berpikir kritis mereka, keterampilan kerja sama mereka, dan hasil belajar mereka. PTK digunakan dalam penelitian ini. Siswa yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV di SDN Belitung Utara 1 Banjarmasin, yang dilakukan selama empat pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan pertama hingga keempat meningkat dari kriteria "baik" menjadi "sangat baik", aktivitas siswa pada pertemuan pertama hingga keempat meningkat dari kriteria "hampir seluruh siswa kurang aktif" menjadi "hampir seluruh siswa sangat aktif", dan keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari "hampir seluruh siswa kurang kritis" menjadi " Dengan demikian, berdampak pada hasil belajar afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa yang meningkat secara klasikal dari pertemuan 1 hingga 4. Temuan menunjukkan bahwa kombinasi model pembelajaran PBL, NHT, dan TGT dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan keterampilan berpikir kritis.