Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN MODEL PBL, GI, DAN MAKE A MATCH Nilli Lestiana; Metroyadi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i4.739

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar. Upaya untuk mengatasi hal tersebut dengan menggunakan model pembelajaran PBL, GI, dan Make A Match. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek Penelitian ini siswa kelas V SDN Kelayan Timur 5 Banjarmasin pada tahun ajaran 2022/2023 berjumlah 25 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I memperoleh skor 25, pada pertemuan IV memperoleh skor maksimal yaitu 32. Aktivitas siswa pada pertemuan I masih 60% meningkat pada pertemuan IV menjadi 96%. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan I masih 44% meningkat pada pertemuan IV menjadi 88%. Hasil belajar siswa pada pertemuan I yaitu 44% meningkat pada pertemuan IV dengan ketuntasan klasikal 92%. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan model kombinasi PBL, GI, dan Make A Match dapat meningkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN KERJA SAMA MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN PBL, NHT, DAN TGT DI SEKOLAH DASAR Siti Fathonah; Metroyadi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4653

Abstract

Siswa tidak melakukan banyak aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan kerja sama adalah masalah dalam penelitian ini. Karena tidak adanya model pembelajaran bervariasi, pembelajaran yang monoton dan satu arah, dan kurangnya aktifitas siswa. Mengatasi masalah ini dapat dicapai dengan menggabungkan model pembelajaran berbasis masalah, nomor kepala bersama, dan permainan tim bersama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menganalisis tindakan guru dan melihat apakah aktivitas siswa telah ditingkatkan, keterampilan berpikir kritis mereka, keterampilan kerja sama mereka, dan hasil belajar mereka. PTK digunakan dalam penelitian ini. Siswa yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV di SDN Belitung Utara 1 Banjarmasin, yang dilakukan selama empat pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan pertama hingga keempat meningkat dari kriteria "baik" menjadi "sangat baik", aktivitas siswa pada pertemuan pertama hingga keempat meningkat dari kriteria "hampir seluruh siswa kurang aktif" menjadi "hampir seluruh siswa sangat aktif", dan keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari "hampir seluruh siswa kurang kritis" menjadi " Dengan demikian, berdampak pada hasil belajar afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa yang meningkat secara klasikal dari pertemuan 1 hingga 4. Temuan menunjukkan bahwa kombinasi model pembelajaran PBL, NHT, dan TGT dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan keterampilan berpikir kritis.
Meningkatkan Aktivitas Belajar, Keterampilan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa, Menggunakan Kombinasi Model PBL, Discovery Learning dan Talking Stick Muhamad Safwan Hadi; Metroyadi
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i3.335

Abstract

The research problem is that students have difficulty understanding the concepts being studied, students are less able to think critically, students tend to be passive and students lack motivation in monotonous learning. The purpose of this research is to find out teaching activities, student activities, increasing critical thinking and student learning motivation. This research uses the type of Classroom Action Research (CAR), which is carried out using four meetings. The research subjects were fifth grade students at Sungai Miai 8 Public Elementary School, Central Banjarmasin District, Banjarmasin City for the 2022/2023 academic year. what will happen this research shows that research in meetings I to IV increases. based on these findings it can be concluded that the combination of Problem Based Learning, Discovery Learning and Talking Stick models can improve teaching activities, critical thinking, student learning motivation, student activities.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Komunikasi Interpersonal, dan Iklim Kerja terhadap Kepuasan Kerja Mouldina Lutfiani NoorMi’raj; Aslamiah; Metroyadi
ADARA Vol 16 No 2 (2026): Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ajmpi.v16i2.12217

Abstract

This study was motivated by the importance of teacher job satisfaction in improving the quality of education, particularly in public junior high schools in Banjarbaru City. The purpose of this study was to analyses the direct and indirect influence of principals’ transformational leadership, interpersonal communication, and work climate on teacher job satisfaction in public junior high schools in Banjarbaru City. This study employed a quantitative approach using a survey method involving 219 public junior high school teachers selected through proportional stratified random sampling. The research instrument was a five-point Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. The results showed that principals’ transformational leadership, interpersonal communication, and work climate had a positive and significant influence on teacher job satisfaction. In addition, work climate was proven to mediate the influence of principals’ transformational leadership and interpersonal communication on teacher job satisfaction. These findings confirm that inspirational leadership, effective interpersonal communication, and a positive work climate can enhance teacher job satisfaction, which in turn contributes positively to educational quality.