Bambang Supeno
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Populasi Dan Intensitas Serangan Hama Lalat Buah (Bactrocera spp.) Dengan Perlakuan Beberapa Dosis Pupuk Petroganik Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Yang Ditanam Di Luar Musim Putri Martina Lianti; Bambang Supeno; I Made Sudantha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v1i3.1450

Abstract

Peneliatian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk petroganik yang baik untuk mengurangi populasi dan intensitas serangan hama lalat buah pada tanaman cabai rawit yang ditanam di luar musim. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga bulan Maret 2022 di Lahan Unram Farming, Desa Nyiurlembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Perlakuan terdiri atas dosis pupuk Petroganik dengan 5 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (200 g/petak), P2 (400 g/petak), P3 (600 g/petak), P4 (800 g/petak). Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) dengan dengan 4 ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan perlakuan yang berbeda nyata lalu diuji lanjut dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis pupuk petroganik berpengaruh nyata terhadap populasi dan intensitas serangan lalat buah serta mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit yang ditanam di luar musim. Dosis pupuk petroganik pada perlakuan P4 (800 g/petak) yang diaplikasikan sebagai pupuk dasar mampu mengurangi popuasi hama yang menyerang dikarenakan produksi buah yang dihasilkan dari taanaman kelompok P4 tersebut memiliki nilai kekerasan tertinggi sebesar 3,59 mm/g dibanding perlakuan yang lainnya, sehingga menyulitkan hama lalat buah dalam menusukkan ovipositornya ke dalam daging buah. Dosis pupuk petroganik juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit yang ditanam di luar musim.
Kepadatan Populasi dan Intensitas Serangan Hama Kutu Putih (Hemiptera: Pseudococcidae) pada Pembibitan Nanas (Ananas comosus L.) di Okinawa Lalu Muh. Sapriandi; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.2643

Abstract

Kutu putih adalah salah satu hama yang sering ditemukan pada pembibitan nanas di Okinawa. Kutu putih menyerang tanaman nanas dengan menyerap nutrisi maupun menjadi vektor penyakit yang dapat secara serius mempengaruhi pertumbuhan nanas. Kutu putih dapat menyerang tanaman meskipun dilakukan budidaya dalam green house. Bibit nanas yang terserang hama tentunya tidak akan mampu menujang peningkatan produksi karena dan berpotensi menyebarkan hama dari pembibitan ke lahan pertanian yang lebih luas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Kepadatan Populasi dan Intensitas serangan hama kutu putih pada pembibitan nanas di Okinawa. Penelitian ini dilangsungkan pada bulan Desember 2022 di green house pembibitan nanas milik koperasi JA Okinawa di Pulau Yagaji, Prefektur Okinawa, Jepang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, data diperoleh dengan teknik survey dan dengan pengambilan sampel secara acak. Pengambilan sampel di tiap lokasi sebanyak 10%. Ditemukan kepadatan populasi kutu putih sebanyak 0,92 individu per tanaman. Rata-rata Intensitas serangan hama kutu putih sebesar 8,77% dan kerusakan yang ditimbulkan kutu putih dalam kategori serangan yang ringan.
Perbaikan Pertumbuhan dan Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang Bawang Putih dengan Aplikasi Pupuk Kohe Kambing yang Difermentasi dengan Bioaktivator Streptomyces sp Irwan Muthahanas; M. Taufik Fauzi; Bambang Supeno; Nurrachman Nurrachman; Hery Haryanto
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i3.967

Abstract

This research is an experimental study conducted on rice fields owned by farmers in Sembalun village and the Microbiology Laboratory of the Faculty of Agriculture at Unram. The research aims to determine the effect of fertilizer fermented with Streptomyces sp. on the growth and yield of garlic plants as well as the control of basal rot disease in garlic plants. The research was arranged using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments and repeated 6 times, resulting in 36 experimental units. The six treatments are: Without fertilizer application (P0), Goat manure fertilizer without the addition of bioactivator (P1), Goat manure fertilizer + Streptomyces sp. isolate SH (P2), Goat manure fertilizer + Streptomyces sp. isolate BSi (P3), Goat manure fertilizer + Streptomyces sp. isolate BSc (P4). Goat manure fertilizer + Isolate SH + Liquid SH (P5). The research results show that the treatment with Streptomyces sp isolate BSi (P3) produced the tallest plants (57.741 cm) and was significantly different from the treatment without fertilizer. (P0). Treatment P3 also produced the highest number of leaves (10.05) significantly different from the other treatments. The highest wet and dry weight of garlic bulbs was obtained in treatment P5, which were 2.556 g and 2.343 g, respectively. The lowest intensity of Fusarium wilt disease was obtained in treatment P4, which was 6.33%, and it was significantly different from P0 or without fertilizer treatment.