I Ketut Ngawit
Program Studi Agroekoteknololgi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Tanam Campuran Dalam Polybag Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.) I Ketut Ngawit; Bambang Budi Santoso; Nurul Qomariyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3076

Abstract

Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mendapatkan campuran media tanam yang mampu mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan yang ditanam dalam polybag. Percobaan dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan, yaitu campuran media tanam tanah; tanah + pupuk organik + sekam; tanah + pupuk organik + kompos; tanah + pupuk organik +abu sekam; tanah + pupuk organik + arang sekam; dan tanah + pupuk organik + mass. Parameter yang diamati adalah, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, berat biomassa segar tanaman, berat biomassa kering tanaman, total jumlah bunga, persentase bunga jadi buah, total jumlah buah, total berat buah dan rata-rata berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran media tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan yang ditanam dalam polybag. Hasil buah ciplukan tertinggi diperoleh pada perlakuan media tanah + pupuk organik + kompos (F2) dengan total jumlah buah tanaman-1 23,7 buah dan total bobot buah tanaman-1 97,0 g. Sedangkan hasil paling rendah diperoleh pada perlakuan media tanah (F0) dengan total jumlah buah sebanyak 3,3 buah tanaman-1 dengan total bobot buah tanaman-1 hanya 8,0 g. Kualitas buah ciplukan yang terbaik yang diukur dengan berat rata-rata buah tanaman-1 didapatkan pada campuran media tanam F2 dengan bobot 4,413 g dan yang terendah pada campuran media tanam F0 dan F1 dengan bobot masing-masing 2,410 g dan 2,633 g. Jika melakukan menanaman ciplukan di dalam pot atau polybag disarankan untuk menggunakan media tanam dengan campuran tanah halus + pupuk organik + kompos dengan formula 2 : 1 : 1 (v/v).
Pengaruh Kerapatan Tanaman Refugia Kacang Tanah Terhadap Intensitas Serangan Hama Ulat Daun (Spodoptera exigua Hubner) pada Bawang Merah I Ketut Ngawit; Jayaputra; Filadoris Jodi Putra Nangur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang komprehensif tentang invasi, kolonisasi dan intensitas serangan hama Spodoptera exigua Hubner, pada tanaman bawang merah dengan beberapa tingkat kerapatan tanaman refugia kacang tanah. Metode penelitian eksperimen, dengan rancangan acak lengkap yang terdiri atas lima perlakuan kerapatan populasi refugia, yitu R0 tanaman bawang merah tampa perlakuan refugia tanaman kacang tanah, R1, R2, R3 dan R4 tanaman bawang merah dengan perlakuan refugia 1, 2, 3 dan 4 baris tanaman kacang tanah yang ditatam pada sisi guludan bawang merah yang jaraknya 10 cm dari barisan tanaman bawang merah terluar. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan hama S. exigua dan bobot umbi segar bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Perlakuan kerapatan refugia kacang tanah pada bawang merah berpengaruh terhadap intensitas serangan hama S. exigua dan hasil bawang merah. Tanaman bawang merah dengan tanpa refugia dan refugia satu baris tanaman kacang tanah mengalami intensitas serangan hama S. exigua dengan kriteria sedang, dengan persentase serangan berkisar antara >20% - ≤40%. Tanaman bawang merah dengan refugia 2, 3 dan 4 baris tanaman kacang tanah mengalami intensitas serangan hama S.exigua dengan kriteria sangat rendah, dengan persentase serangan berkisar antara > 0% - ≤ 10%. Tanaman bawang merah yang mengalami serangan hama S.exigua dengan kriteria sangat rendah, hasil bobot umbi segar yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang mengalami serangan sedang. Hubungan tanaman bawang merah yang terserang hama S. exigua dengan hasil bobot umbi segarnya menunjukkan korelasi yang kuat, signifikan dan berkorelasi negatif.