Dwi Afri Yani
Universitas Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perkembangan Seni Melalui Karya Imajinatif Dua Dimensi Dengan Membuat Stiker Kelas II Abu Bakar MIS AZRINA Dwi Afri Yani
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v1i2.3292

Abstract

Latar belakang: Anak dalam beragam usia dengan berbagai perilakunya selalu menarik perhatian orang dewasa. Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan canda tawa dan kegembiraan sehingga orang dewasa akan ikut terhibur dengan tingkah polah mereka. Pada kehidupan sehari-hari, berbagai tingkat usia anak dapat kita amati. Ada bayi, balita, anak usia taman kanak-kanak (TK) samapai usia sekolah dasar (SD). Ditemukan dilapangan ada beberapa siswa sekolah dasar kelas 5 belum rapi dalam menggunting, malu untuk tampil bernyanyi dan menari. Berdasarkan teori tahap-tahap perkembangan menggambar/seni rupa secara garis besar dapat dibedakan dua tahap karakteristik, yaitu kelas I sampai dengan kelas III ditandai dengan kuatnya daya fantasi-imajinasi, sedangkan kelas IV sampai dengan kelas VI ditandai dengan mulai berfungsinya kekuatan rasio. Melalui karya imanijanif dua dimensi dapat menstimulus perkembangan seni pada siswa. Perkembangan seni melalui karya imajinatif dua dimensi dengan membuat stiker pada siswa kelas II Abu Bakar MIS AZRINA, bertujuan untuk melihat perkembangan nilai seni siswa kelas II Abu Bakar melalui karya imajinatif dua dimensi dengan membuat stiker. Metode penelitian: Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di MIS AZRINA yang berlamat JL Marelan Raya Lingk 17 No 287. Subjek penelitian seluruh siswa kelas II Abu Bakar yang berjumlah 19 siswa Hasil penelitian: Hasil dari penelitian yang dilakukan di kelas II Abu Bakar dengan karya imajinatif  dua dimensi membuat stiker, ada beberapa kegiatan yang dilakukan saat membuat stiker yang dapat mengembangkan seni siswa kelas II Abu Bakar, diantaranya: menggambar mewarnai, menempel dan menggunting. Dari kegiatan menggambar, mewarnai, menempel dan menggunting yang dilakukan leh siswa kels II Abu Bakar saat membuat karya imanijinatif dua dimensi yaitu membuat stiker dapat memberikan manfaat bagi siswa diantaranya meningkatkan motoric halus anak, meningktakan kosentrasi anak, membantu mengembangkan kreativitas anak, meningkatkan kemampuan bahasa anak, dan meningkatkan rasa percaya diri anak.Kesimpulan: Dari kegiatan membuat karya imajinatif dua dimensi stiker pada siswa kelas II Abu Bakar MIS AZRINA, adanya perubahan pada perkembangan nilai seni pada diri siswa.
Analisa Pengetahuan Guru PAUD Dalam Penyusunan Instrumen Asesmen Diagnostik di PAUD Dwi Afri Yani; Yeanny Suryadi; Jimmy Morgan Sihombing
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v1i2.3306

Abstract

Latar belakang: Melalui beberapa studi literatur didapati permasalahan dimana guru belum mampu mengimplementsikan teori-teori pembelajaran secara tepat dalam kegiatan belajar mengajar. Pernyataan tersebut didukung oleh fakta yang ditemukan di lembaga PAUD saat ini diantaranya yaitu; guru-guru kesulitan dalam menerapkan instrumen penilaian perkembangan anak saat kegiatan pembelajaran berlangsung, masalah lainnya adalah sering terjadi kondisi guru tidak memuat komponen-komponen tertentu dari instrumen penilaian, padahal diketahui komponen-komponen dalam instrumen penilaian merupakanbagian yang tidak boleh terlewatkan untuk ketepatan data penilaian perkembangan AUD. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian berdasarkanstudi literatur. Penelitian ini bersifat kuantitatif denga pengolahan data menggunakan tingkat persentasi.Hasil penelitian: Berdasarkan hasil analisis data dari studi literatur tersebut, diketahui 4 dari 6 lembaga PAUD melakukan prosedur pengembangan kurikulum dan modul dengan baik sesuai dengan karakterisitk peserta didik yang dilihat secara keseluruhan. Ini berarti lembag apendidikan tersebut telah melaksanakan KOSP dengan baik sesuai prosedur Kurikulum Merdeka.Kesimpulan: Pengembangan kurikulum bagi kebutuhan peserta didik sangat berhubungan dengan penyusunan instrumen asesmen yang tepat yang akan membantu guru dalam membuat dan menyusun perangkat ajar yang sesuai karakteristik dan potensi dari peseta didik
Penanaman Nilai Moral dan Agama dengan Metode Pembiasaan di MIS Azrina Medan Dwi Afri Yani
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung 2024: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan nilai moral agama erat kaitannya tentang budi pekerti seorang anak, sikap sopan santun, kemauan melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkup perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak diharapkan dapat membedakan prilaku baik dan buruk. Era society 5.0 saat ini pendidikan bukan hanya bertujuan untuk membentuk manusia yang cerdas otaknya dan terampil dalam mengerjakan tugas yang diberi guru, namun dari dunia pendidikan siswa diharapkan menjadi suatu anggota dari masyarakat yang mempunyai moral kemudian mewujudkan manusia yang selalu berpikiran positif serta memiliki moral dalam menjalankan kehidupannya. Pendidikan karakter sendiri sangat diperlukan untuk menanamkan nilai moral dan agama, salah satunya dengan metode pembiasaan. Motode pembiasan dilakukan secara intensif, sehingga bisa menanamkan nilai moral dan agama siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan yang dilakukan melalui metode pembiasaan dapat mengembangkan nilai moral dan agama siswa kelas 2 Abu Bakar, ada perubahan dari sikap dan perilaku siswa dengan secara mandiri mereka berdoa saat guru belum masuk kedalam kelas, mengingatkan teman untuk beristigfar saat mengucapkan perkataan tidak baik