Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Post-Training Mentoring and the Self-Reliance of Farmer Group Members in the Affordable Staple Rice Field Training Program in Nagari Koto Berapak, Pesisir Selatan Regency Aulia Elvira; Mhd Natsir
SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Vol 14, No 2 (2026): SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS): Publishing Mei 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/spektrumpls.v14i2.138056

Abstract

This study addresses the low level of independence among farmer group members following their participation in the Sawah Pokok Murah (SPM) training program in Nagari Koto Berapak, Pesisir Selatan Regency. Many farmers remain dependent on external assistance in managing agricultural practices, indicating that training outcomes have not been fully internalized. This research aims to examine the relationship between post-training assistance and farmer independence. A quantitative correlational design was applied, involving 44 farmers selected through simple random sampling from a total population of 59. Data were collected using structured questionnaires based on a Likert scale. Post-training assistance was measured through monitoring, reinforcement, empowerment, and assessment, while independence was assessed through intrapersonal, interactional, and behavioral aspects. Data were analyzed using descriptive statistics and Product Moment correlation. The findings show that post-training assistance is not optimally implemented, particularly in monitoring and reinforcement. Farmer independence is also relatively low, as indicated by continued reliance on external support. However, a significant positive relationship was found between post-training assistance and farmer independence.
Masyarakat Sebagai Sistem Pendidikan Sosial Aulia Elvira; Asifha Defitrian S; Zukhra Dewinta
Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v1i2.17

Abstract

Dalam kehidupan bermasyarakat juga terdapat struktur sosial. Struktur sosial ada dua macam, yaitu: struktur sosial vertikal (kelompok miskin dan kaya), dan struktur sosial horizontal (kelompok laki-laki dan perempuan). Struktur masyarakat Desa Ngilo-ilo sering dilihat dari struktur vertikal. Sebab di sana tergambar jelas betapa berbedanya tingkatan antara kelompok masyarakat normal dan kelompok penyandang disabilitas. Struktur sosial berfungsi untuk melihat status atau kedudukan seseorang. Dan dengan status, peran seseorang bisa ditentukan. Struktur juga berguna untuk menggambarkan tatanan sosial atau keteraturan unsur-unsur dalam kehidupan masyarakat (sistem sosial). Jadi struktur itu fungsional dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, dalam kehidupan bermasyarakat pun ada peranannya. Peran erat kaitannya dengan status. Peran tersebut dijalankan sesuai hak dan kewajiban yang diatur dalam status. Dalam melaksanakan hak dan kewajibannya harus didasarkan pada norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat terdapat seperangkat hubungan timbal balik antar peran, dalam kaitannya dengan status sosial. Status, peran, norma merupakan bagian atau unsur sistem sosial.